Seusai melakukan kegiatan foto copynya. Shelin berjalan menuju rumah . Ditengah perjalanan dia sibuk memainkan benda pipih kesayangannya.
Bruk
Shelin menabrak seseorang, membuat beberapa hasil foto copynya berjatuhan, dia membungkuk ingin mengambilnya, namun dia kalah cepat,semua sudah dirapikan oleh orang yang menabraknya.
"Lo gapapa kan" tanya shelin kepada orang didepannya
"Iya" jawabnya,Seraya mengembalikan kertas yang berjatuhan tadi.
"Aslan" bebarengan orang itu menyebut nama, shelin mengangkat telepon. Dan pamit pulang karena terburu buru.
"Duluan ya" pamit shelin dengan tergesa gesa menyetop taksi yang lewat.
Aslan masih terpaku dengan gadis itu, gadis yang berhasil membuatnya terpesona pada pandangan pertama.
***
"Ma, shelin berangkat dulu ya" ucap shelin mencium punggung tangan milik vina, mamanya
"Hati hati ya" sahut vina tak lepas dari senyum tulus seorang ibu pada anaknya.
Shelin kadang dipaksa supaya berangkat diantar sopir, tapi dia tak mau menuruti permintaan mamanya, shelin lebih suka berangkat dengan menaiki mobil sendiri.
Mobil bernuansa silver milik shelin telah berhasil terhenti di halaman parkir SMA Cemara. Setelah selesai menaruh mobilnya ditempat parkir shelin melangkahkan kakinya menuju koridor yang sudah ramai orang orang.
Mading dipenuhi oleh para siswa untuk melihat dimana letak kelas masing masing, karena setiap ganti semester akan diacak dengan kelas lain.
Shelin sudah tau ia ada dikelas mana karena para sahabatnya sudah memberitahunya bahkan sudah mempersiapkan tempat duduk untuknya.
Sampai dikelas shelin dihadiahi oleh teriakan histeris dari para sahabatnya.
"WELCOME TO NEW CLASS" teriak sindy begitu heboh, untung keadaan kelas masih sepi. Jadi tidak akan ada yang terganggu.
"Brisik dugong" dumel faza yang ada disamping sindy, dan memegangi indra pendengarnya yang terganggu.
"Sakit nih perut, denger suara lo" sahut resti juga terganggu dengan teriakan raya
"Suka suka gue" balas sindy tak terima.
"Masih pagi ribut" shelin akhirnya angkat suara karena tak tahan dengan keributan yang diciptakan oleh ketiga sahabatnya.
***
Shelin dan ketiga sahabatnya sudah ada di kantin.
"Lo pada mau pesen apaan, gue pesenin" tanya faza kepada para sahabatnya
"Gue siomay, ama jus mangga" ucap sindy begitu antusias
"Samain aja" ucap resti dan shelin bebarengan
Dipojok kantin ada sepasang mata, yang tak lelah memandangi semua aktifitas yang dilakukan shelin, dari dia makan sampai bergurau dengan para sahabatnya.
Siapa lagi kalo bukan aslan.
"Anjir, diajak ngobrol malah bengong" cibir raka yang sedari tadi mengoceh tak jelas karena diabaikan begitu saja oleh aslan.
"Woy, lan" kini ganti Sandi yang mencoba memanggil aslan.dia malah tidak memperdulikan teman temannya yang kesal karena dia tetap diam.
Dafa mencoba mengikuti arah mata aslan memandang, dan tatapannya jatuh pada seorang gadis yang sedang tertawa bersama teman temanya.
"O.. Lagi ngliatin shelin" ucap dafa menggoda aslan
"Cantik juga "celetuk varo yang langsung dihadiahi tatapan tajam bin mematikan milik aslan.
"Hehe, bencanda" diiringi dengan cengir andalannya.
***
Bel pulang sudah berbunyi sejak lima menit yang lalu. Namun shelin masih berada disekolah untuk berlatih musik bersama para anggota band lainnya. Setiap hari mereka latihan supaya sudah terbiasa jika ada penampilan dadakan.
"Hari ini udah cukup, kalian boleh pulang" kata shelin mengakhiri latihannya.
Shelin menapakkan kaki menuju koridor, saat tiba didepan lapangan basket dia tak sengaja melihat para anggota basket sedang latihan. Dan dia seperti mengenali salah satu dari mereka.
"Itukan kayak.. " guman shelin sambil berpikir dan mengamati aktivitasnya. tiba tiba orang yang dipikirkannya menghampirinya, shelin gelagapan dan ingin secepatnya pergi.
Pergelangan tangannya dicekal kuat namun halus. Shelin menoleh kearah orang yang mencekal tangannya.
"Aslan, orang yang nabrak kemarin"ucapnya melemahkan cengkramannya
"Oh, gue shelin" sahut shelin dengan senyum manisnya
"Ngapain?"
Pertanyaan dari mulut aslan berhasil menampilkan kerutan didahi shelin.
"Kenapa belum pulang" ucap aslan menjelaskan ucapnnya
"Ouh, habis latihan musik"
"Mau dianter? "
"Gak usah, gue bawa mobil kok"
Terdengar ocehan teman teman aslan yang sangat menganggu.
"Pepet terus" teriak sandi antusias
"Sikattt" ucap varo mengompori
"Gas keun bosku" ucap dafa menyemangati
Karena merasa tak enak dengan keadaan di soraki teman teman aslan shelin akhirnya pamit duluan dan melenggang pergi meninggalkan lapangan basket.
"Malu maluin gue aja" ketus aslan menjitak satu persatu sohib gesreknya itu.
Pletak
"Sakit kampret" triak varo tak trima dia dijitak
"Memar ni dahi"dumel sandi memegangi dahinya sehabis dijitak.
"Anjir, gue juga" keluh dafa sambil mengelus elus hasil jitakan aslan
Bukanya minta maaf, aslan malah melenggang pergi meninggalkan ketiga sahabtnya. Dan saat dipanggil dia malah mempercepat langkahnya supaya cepat sampai parkiran. Aslan kampret gak??
Jangan lupa vote and komen:)
