Prolog tak penuh artian.

719 80 1
                                        

©DIFFERENT

❍. Ini hanyalah sebuah kisah, saya harap kalian paham akan hal itu, kisah ini merupakan sebuah sisi yang pernah saya rasakan. Dan satu fakta, kisah ini merupakan revisi dari kisah summer rain.

» [Different] «
0:00 ─〇───── 0:00

Menulis dengan pena menyelip dijari manis gadis tersebut, ia tersenyum dengan manisnya menampakkan giginya ketika merasa mendapat sebuah pelukan dari belakang, gadis ini sudah hapal dengan bau pria dibelakangnya ini, segera gadis ini berbalik badan dan mendapati sang suami yang tersenyum kepadanya.

Gadis itu memejamkan matanya ketika merasa keningnya didaratkan sebuah ciuman dari pria yang telah menjadi pasangan hidupnya hingga ajal datang menjemputnya, gadis itu semakin tersenyum ketika melihat jari manis pria itu terpasang cincin mereka.

"Nulis apa si?" Tanyanya dengan manja, bahkan pria itu mengerucutkan bibirnya dan sedikit melirik isi kertas yang ditulis oleh istrinya disana.

Namun dengan segera Saraya menutupinya dengan lengannya, ia menggelengkan kepalanya dan mencubit pipi suaminya.

"Kepo kamu mas, aku mau pergi dulu tolong jagain anak-anak ya, ingat loh aku nitipin anak-anak sama kamu, jangan keliaran" Saraya berdiri dan segera melipat kertas itu untuk dimasukkan kedalam amplop berwarna merah.

Gadis dengan amplop merah tersebut berhenti disebuah toko bunga dan membawa sebuket bunga mawar berwarna merah lengannya, gadis itu sedikit tersenyum sendu ketika ia melewati sebuah rumah makan sederhana ditempat kecil yang pernah menjadi sejarah kisahnya dengan orang itu.

Saraya meletakkan amplop berwarna merah itu dengan mawar tersebut disebuah mahkam seseorang yang dulu pernah mengisi masa remajanya menjadi berwarna layaknya sebuah pelangi. Saraya berkali-kali menghela nafasnya menatap batu nisan tersebut.

Gadis itu kini berjongkok disana, dan tangannya mulai menggapai kepala batu nisan tersebut, senyum dan juga tatapan sedih itu menyatu pada raut wajahnya saat ini. Bahkan gadis itu tanpa sadar sudah mengeluarkan air matanya meski ia sudah bertahun-tahun menahan air mata ini, ia tak dapat menahannya sama sekali hingga kini.

"Sudah lama ya?, Aku sekarang udah punya keluarga dan punya dua malaikat kecil yang selalu aku jaga, kamu apa kabar disana?, Kamu ga kesepian kan disana?"

Pecah sudah.

Gadis itu akhirnya menangis kembali, ia seharusnya tegar ketika disini, tapi apa? Gugur sudah keteguhannya ketika melihat foto orang yang dulu sangat ia cintai dan orang yang selalu berlaku bodoh didepannya agar ia tersenyum.

"Saya rindu kamu, Juna. Pemuda dengan senyum yang indah yang selalu tak pernah melunturkan semangatnya meski dunia menolaknya beberapa kali"

Cast

SARAYA NOVEBRIA EMIL

JUNA PRASASTA BIRAHA

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

JUNA PRASASTA BIRAHA

WALANG BRAHMANA BIMILI

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

WALANG BRAHMANA BIMILI

WALANG BRAHMANA BIMILI

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.














⚘. Different : Bublewenzi

Different Stories to obsess over. Discover now