"Atlantis!"
"...."
"Atlantis kamu kemanaa!"
"...."
"Huwaaa jangan tinggalin Anna sendirian."
Seorang gadis kecil tengah menangis hebat karena tak kunjung menemukan sosok yang Ia cari.
"Hey, jangan nangis."
Atlantis datang, sembari tersenyum lebar ke arah Anna.
"Huwaaa Atlantis jahat! Atlantis pergi ninggalin Anna."
Anna kecil kemudian berlari dan memeluk kecang tubuh Atlantis.
"Hihi... Atlantis minta maaf."
Ucap Atlantis kecil sembari mengelus surai hitam Anna.
"Atlantis janji gak akan ninggalin Anna?"
Anna menjauhkan tubuhnya, lalu memandang Atlantis kemudian mengangkat kelingkingnya.
"Iya, Atlantis janji."
Balas Atlantis sembari menautkan jari kelingkingnya pada kelingking Anna.
"Udah. Ga usah nangis lagi, ya?"
Atlantis menyeka air mata yang masih membanjiri pipi Anna.
"Ayo kita beli ice cream!"
Mata Anna langsung membulat sempurna.
"Ice cream!? Ayoo!"
Anna langsung menarik tangan Atlantis kecil. Atlantis pun hanya tertawa melihatnya.
"Atlantis janji gak akan ninggalin Anna."
.
.
.
.
.
Huwwlaa!!
-it's ma second story😁
-ini masih santai-santai dulu:v
-next? vote dulu kalii😈
-hope u like it, bubayy✨
—nana
YOU ARE READING
ATLANTIS
Teen Fiction"Entah mengapa saat aku bertemu denganmu, sebuah bayangan masa lalu yang menyiksa setiap hari-hariku datang kembali. Entah mengapa, saat aku menatapmu, aku merasa sangat mengenal kedua netra hitam tersebut. Kamu, dan gadis kecil yang kutemui bertahu...
