Prolog

165 5 6
                                        

Selangkah lagi kakinya menginjakkan kelas, tapi tiba-tiba sebuah tangan  menariknya dengan kasar. Lelaki itu mengunci tubuh sang perempuan di dinding koridor sambil menatapnya tajam. "Ada apa?" Tanya perempuan itu gugup, juga kesal karena selalu diganggu. Tak ada celah untuk kabur karena kedua tangan lelaki itu menghadangnya.

"Lo harus jadi pacar gue! Gak ada penolakan!" 

Entah pendengarannya yang terganggu atau lelaki itu yang sedang kehilangan kesadaran. "Hah?" Pekik perempuan itu kaget dengan perkataan lelaki di depannya.

"Hei Kalian ngapain?" Keduanya lantas menoleh ke samping, memandang sang ketua OSIS yang tiba-tiba datang.

"Gue gak ada urusan sama lo!" Seru lelaki itu pada ketua OSIS Star High School. Seharusnya ia memanggil dengan embel-embel 'Kak' karena ia masih kelas sepuluh sedangkan ketua OSIS itu kelas sebelas.

"Kalo lo ada urusan sama Alya berarti ada urusannya sama gue juga."

"Maksud lo apa?" Lelaki itu melonggarkan dasinya, merasa gerah karena melihat ketos yang sok-sokan itu. Ia mendekati kakak kelasnya dengan wajah yang penuh amarah tanpa memperdulikan sang perempuan yang sudah kabur memasuki kelasnya.

*(•~•)*

Jumat, 17 Januari 2020

Written By :
AnganAngin
yellasii

RAYAStories to obsess over. Discover now