Bismillah hirrohmannirrohim
Prologue? Here we go!
***
Saat bel pulang sekolah sudah berdering, seperti biasanya rahel akan pulang bersama arzik pacarnya. Kelas rahel memang tak jauh dari kelas arzik namun hanya berbeda wilayah. Kelas Rahel berada di atas sedangkan kelas arzik berada dibawah. Karena kelas arzik dekat dengan pagar belakang sekolah jadi sudah menjadi kebiasaan rahel untuk menghampiri arzik duluan.
"DOOORR!!!"
pekik rahel mengejuti arzik yang sudah menunggunya di pagar belakang sekolah.
"Yuk cap.. cus.. Pulang! Gilak hari ini Rahel kecape'an banget ."
Tanpa ada aba" Rahel menarik tangan kanan arzik.
"Bentar hel, arzik mau ngomong sesuatu dulu sama Rahel. PENTING."
Arzik menekan kata PENTING bermaksud agar Rahel mengerti bahwa Arzik sedang ingin berbicara serius dengan Rahel.
"Yaelah kayak mau ngomong apaan ajah dah."
Arzik menatap kedua bola mata rahel tanpa berkedip sedetikpun.
"Hel, Rahel tau ga? Klo Arzik sayang banget sama rahel."
"Ya tau lah zik, Arzik kan pacar Rahel. Klo Arzik ga sayang sama Rahel ga mungkin kan kita pacaran?"
Didetik itu pun wajah Arzik berubah melas seperti ada sesuatu yang ingin di katakan namun terasa berat baginya.
"Zik? Arzik kenapa? Kok mukanya kek sedih gitu?"
"Hel,Arzik rasa... Kita udah cukup sampai disini aja! Arzik tau 4 hari lagi kita anniversary 6 bulan. Arzik minta maaf sama rahel kalau Arzik sering bikin rahel nangis, dan ga bisa ngelanjutin hubungan kita."
Rahel terdiam Tak mengerti setiap kata yang dilontarkan Arzik.
"Hel... Arzik mau kita PUTUS!"
###
Oke gais jadi author ngebawain cerita baru nih moga bisa lebih bagus dari cerita sebelumnya. Jadi author harap kalian bisa menyukai cerita ini yah..
Yuuu dada bay bay...
Salam manis dari author's.
YOU ARE READING
Teluk Malaka
Teen FictionKemarin,kita sudah bahagia Derai tawa memenuhi hari hari kita. Kebahagiaan milik kita sudah sempurna Tapi esoknya,tawa itu lenyap. Dirampas begitu saja oleh waktu. "Hel,maafin arzik."
