Seorang gadis berjalan lurus melewati pintu gerbang sekolah barunya.Rambutnya yang diikat jadi satu dan dipadukan pula dengan sweater rajut merah jambu kesayangannya.Itu terlihat lebih simple.
Dari arah belakangnya seorang laki-laki berkendara menggunakan motor vespa tiba-tiba saja membunyikan klakson yang membuat gadis tersebut langsung menghadap belakang.
Gadis itu tidak dapat melihat wajah laki-laki itu karna tertutup dengan helmnya.Karna yang terlihat hanya matanya dapat dilihatnya mata laki laki itu menyipit seperti sedang menyengir kuda.
Gadis itu menatap heran kearah laki-laki tersebut kemudian ia tersenyum kaku,setelahnya laki-laki itu kembali menjalankan motornya menuju parkiran.
Hana,dia berjalan disepanjang koridor sekolah barunya mencari ruang kepala sekolah untuk meminta keterangan dimana ruang kelasnya.
Tok... Tok..
"Permisi" Hana mengetuk sebuah pintu saat ia ketahui bahwa itu ruangan kepala sekolah yang ia cari.
"Silakan masuk" Hana segera memasuki ruangan kepala sekolah saat dia sudah mendapatkan izin dari pemiliknya.
"Saya tau kamu pasti Hana,siswa pindahan dari bandung" Tebak kepala sekolah itu.
"Ha-h, i iya buk saya Hana"
"Mari hana saya antarkan ke kelas kamu" buk Tini- kepala sekolah menarik tangan Hana untuk mengantarkannya menuju kelas.
"Ini kelasnya XI IPS 2 ,ayo masuk Hana" sesampainya mereka di depan kelasnya.buk Tini mengajak Hana untuk masuk kedalam kelas.
Suasana kelas yang awalnya sunyi karena sedang belajar,kedatangan buk Tini dan Hana tiba-tiba membuat suasana kelas menjadi ramai.
"Wihhh ada siswa baru nih kayak nya" Bima salah satu siswa di kelas bersorak sambil menepuk meja.
"Anak anak semuanya tenang" buk Etik seorang guru sejarah yang sedang mengajar.
"Silakan perkenalkan nama kamu"suruh buk Tini.
Hana meremas rok sekolahnya tangannya pun berkeringat menahan rasa nervous dihadapan siswa siswi dikelas.Hana menarik nafas nya kemudian ia hembuskan dan berjalan satu langkah kedepan.
"Perkenalkan saya Hana,pindahan dari SMA 8 BANDUNG"
"Hai Hana!"sapa hampir seluruh orang dikelas
"Baiklah semuanya kalau begitu saya permisi" pamit buk Tini segera meninggalkan kelas.
"Silakan duduk di sana Hana"buk Etik menunjuk ke arah bangku kosong disebelah seorang perempuan.
"Ayo anak anak kita lanjut lagi ke pelajaran"
Hana duduk dibangkunya,mengeluarkan beberapa buku pelajaran,buku tulis dan kotak pensil dari dalam tas ransel biru nya.
"Hai kenalin gue Mita" tegur seorang cewek rambut sebahu yang duduk disebelah Hana.
"Hai gue Hana"
"Ntar mau nggak ke kantin bareng?" tanya Mita.
"Boleh deh"
Hana mengangguk sambil tersenyum.
"Semuanya kerjakan halaman 88 satu sampai sepuluh" ucap buk Etik memberi tugas.
Hana membuka halaman buku paket dan buku tulisnya, ia juga mengeluarkan pulpen bermotif gambar mermaid dari kotak pensil.
Dan saat Hana ingin mulai mengerjakan soal nya,ada seorang cowok yang memanggil manggil nama Hana untuk meminta nomor telponnya.
"Shut"
"Hana,bagi nomor telponnya dong Hana" ucap cowok itu.
"Hana gue juga dong" minta pula satu teman disebelah cowok tersebut.
"Cih, pada genit banget sih" lirih Hana.
Cowok cowok tersebut akhirnya diam ketika buk Etik mulai berdehem sebagai kode agar tidak ada siswa yang ribut.
"Shut, Hana"
Saat Hana ingin kembali berkonsentrasi,tiba tiba saja Hana dipanggil lagi oleh seorang cowok yang duduk di seberang kanannya.
"Apa lagi sih mau genit juga,iya!" Hana berbicara sedikit membesarkan suaranya namun tidak sampai terdengar oleh gurunya.
"Dih ge er banget sih lu siapa juga yang mau genit sama anak baru kayak lo, tuh pensil lo jatoh tadi" balas cowok itu dengan tampang muka yang jijik.
Hana juga tidak mengetahui jika saat dia mengeluarkan pulpen tadi pensilnya juga ikut terjatuh.
"Ohhh,bilang dong dari tadi" cengir Hana.
"Kan tadi barusan gue bilang!" Cowok itu sedikit membesarkan suaranya juga tapi kali ini terdengar oleh gurunya.
"Ali kenapa kamu berisik di pelajaran saya hah" bentak buk Etik pada Ali.
"Cepat kamu squat jump sampe 20 kali" perintah buk Etik
Ali menoleh ke samping kirinya melihat Hana yang sedang diam dan menunduk karena takut melihatnya yang memberikannya tatapan tajam bak mata elang,sambil menahan rasa kesal.
"Ini gara gara lu!" tegas Ali.
"Sorry" gumam Hana
TBC
Lanjut next part?
Jangan lupa Vote/Comments ^^
Bantuin juga promosiin cerita ini ke temen temen kalian ;)
Akhir kata Gomawo ^^
YOU ARE READING
Defectum,
Teen FictionAiko Ashana, cewek pindahan asal bandung yang memiliki tingkah laku konyol dan sifat manja yang dia miliki yang membuat siapa pun yang menghadapinya butuh kesabaran extra.Biar pun begitu Hana adalah siswa cantik dan didalam bidang pendidikan dia rat...
