.
.
.
.
.
.
.
.
Apa yang harus gadis ini impikan? Hidup sendiri dengan berbagai macam kegiatan yang dia lakukan bersamaan membuat banyak hal yang harus dikorbankan tidak itu mimpinya sekalipun. Semenjak kehilangan eomma tercintanya untuk selama-lamanya, arah tujuan perjalanan nya menjadi hampa. Tidak ada yang menarik sedikitpun tentang dunia yang dia impikan kecuali satu hal yang membuatnya bertahan atas segalanya, alasan utama dia menjalani kehidupan saat ini.
"Apa yang aku harapkan? Aku hanya akan hidup sampai ajal menjemputku, persetan dengan cinta. Aku tidak memikirkannya"
Gadis ini berlirih menjawab pertanyaan pemuda dihadapannya, Jeon Jungkook cukup sabar menjadi pendengar dan Sahabat terbaiknya sedari kecil, mereka bahkan tidak tau entah dari kapan persahabatan itu dimulai. Seingatnya ibunya pernah berucap.
"Bersikap baiklah pada Jungkook, hanya dia yg mau menjadi temanmu saat kita pertama kali kesini"
Tentu saja, Jungkook adalah sahabat yg baik, dengan segala tingkah kekanak-kanakan nya dia adalah seorang yang bisa diandalkan.
Pemuda itu menatap nya sembari membenahi rambut hitam pekat miliknya, sangat sempurna di wajah yang dia miliki.
"Apa maksudmu? Kau tidak akan jatuh cinta?"
Jungkook melontarkan perkataan yang cukup mengintimidasi dengan tatapan sedikit menuntut kearah lawan bicaranya.
"Ya! Memangnya aku berkata aku tidak akan jatuh cinta? Aku hanya mengucapkan tidak akan memikirkannya bodoh. Kalau cinta itu datang akan aku terima dengan memikirkannya"
Jung Nara memang sering berucap seenak apa yg dia pikirkan, tapi tentu saja dengan cara yg elegant, Jungkook dibuat terkekeh dengan pernyataan nya. "Aneh" pikirnya.
Mereka berjalan menyusuri koridor menuju ruangan kerja mereka masing-masing dan melanjutkan pekerjaannya yg semestinya dilakukan. Memikirkan hal ini, Jungkook seorang yg cukup kaya yg pernah Nara temui, perusahaan ini milik pamannya, alih-alih meneruskan bisnis cafe dan restoran keluarganya dia memilih jadi bagian manajemen terpenting dalam perusahaan ini, Nara sering berfikir "kenapa si bodoh ini mau bekerja dibawah tekanan seperti ini" tetapi Jungkook tetaplah Jungkook dia hanya akan mau melakukan apa yg dia senangi dan inginkan ditanya sekalipun jawabnya juga akan berkilah-- Hhh~.
Sudah 4 tahun sejak Nara bekerja disini, dia merasa nyaman karna keberadaan Jungkook sahabatnya, Nara bukannya orang yg tidak mudah bergaul dengan orang baru, hanya saja dengan keberadaan Jungkook membuat Nara lebih mudah dalam hal apapun. Itu tidak dapat dipungkiri kau tau?
Saat ini Nara mengerjakan tugas nya dengan teliti, berkutit dilayar komputer miliknya dengan kalkulator di sisi kanannya, dia menghitung dan terus mengamati sesuatu sampai saat dering ponsel nya mengalihkan fokusnya.
From : Jungkook
Dia bilang tidak jadi besok pagi, tetapi malam ini, dia memintaku merahasiakannya tetapi aku tidak sanggup untuk tidak memberitahumu. Berpura-puralah tidak tau. Kau mengerti?
Nara membaca pesan singkat yang dikirimkan oleh sahabatnya, dia tersenyum manis dia membalas dengan sedikit terkekeh. Mengirimkan pesan yg cukup singkat "Aku mengerti, terima kasih kookie".
Wajahnya kelewat bahagia, dengan apa yang dia fikiran saat ini rasanya dia ingin waktu cepat berlalu.
8 jam lagi sebelum waktu kerja berakhir, dia benar-benar sangat antusias untuk malam ini.
Dia menyelesaikan laporan yang akan dibawa untuk agenda siang ini dan dia akan memikirkan hal apa yang akan dia lakukan malam ini. Ini sangat menyenangkan.
--------------
Semua berkumpul diruangan rapat, ruangan yg cukup luas dengan keadaan hening suasana penyambutan. Kali ini perusahaan akan memperkenalkan Direktur Perencanaan yang baru, menurut informasi dari Jungkook dia adalah sepupunya yg digadang-gadang akan menjadi CEO perusahaan ini mendatang menggantikan posisi ayah-nya, Sesungguhnya Nara tidak peduli siapapun itu dia mengetahui faktanya saat Jungkook bercerita antusias mengenai kepulangan Hyung nya dari Amerika, Nara bukan wanita yang serba ingin tau dan suka menggosip seperti wanita pada umumnya. Dia sedikit berbeda~
Jungkook terlihat antusias menyambut sepupu nya itu, itu point yang ditangkap Nara saat penyambutan resmi yang dilakukan, tidak ada yang spesial namun untung saja kegiatan itu tidak memakan waktu yang lama. Nara bahkan tidak mengingat dengan jelas nama direktur baru tersebut, ini kelemahan nya saat dia teralihkan dengan sesuatu fokusnya bisa pecah dan ya~ sesuatu akan bisa terabaikan. Membereskan berkas yg seharusnya dia simpan dan bejalan keluar ruangan langkahnya terhenti mendapati Jungkook tengah mengobrol dengan seseorang kelewat antusias, bahwa senyum dari wajah tampan milik Jungkook tidak pernah hilang sejak pemuda itu menampakkan dirinya. Nara sebenarnya menunggu Jungkook, dari jarak yg tidak begitu jauh Nara berdiri dengan sedikit gugup ketika kedua pemuda yg sedang bercerita itu menatapnya. Nara hanya membungkuk sebagai respon yg dia terima atas tatapan itu, Jungkook mengisyaratkan untuk menunggunya disana dan Nara mengangguk.
ESTÁS LEYENDO
About Wings!
Fanfiction[ON GOING] [SLOW] Haii.. Ini tentang aku yang menjaga satu-satunya sayap yang aku miliki, satu-satunya harapan yang aku punya, satu-satunya cinta yang aku rasakan. Aku menjaga sayap ini dengan baik, semua yang aku perjuangkan adalah tentangnya. Ini...
