#10

1.7K 75 4
                                    

Gue akhirnya kerumah dion, gue naik ke kamar nya pelan-pelan, biar dia ga kebangun gara gara langkah kaki gue. Nyokap nya dion bilang tadi drum nya udah di colok ke stop kontak, jadi gue gaperlu repot lagi setting kabel nya.

 Nyokap nya dion bilang tadi drum nya udah di colok ke stop kontak, jadi gue gaperlu repot lagi setting kabel nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dung tak dung tak dung tak dung tak" bunyi suara drum yang gue mainin asal-asalan.

"Aduhh bang ngapain si ah pagi-pagi mainin drum gue" kata dion yang masih merem tapi ngomel-ngomel.

"Dung taks taks dung taks" gue terus mainin drum nya dion dengan suara ga karuan.

"Pergi-pergi ah, berisik lo bang" ujar dion yang masih merem dan tidur di kasurnya.

"Taks taks dung taks taks dung" gue yang masih usaha buat bangunin dion.

"Lo denger ga si bang gue ngomong apa?" kata dion sambil mengucek kedua matanya.

"Abang mana? abang angkot?" sahut gue.

"Lah elo ren" kata dion yang kaget melihat gue dan langsung lompat dari kasurnya.

"Iya gue kenapa mau marah?" ujar gue.

"Tadi nya sih gue mau marah tapi engga jadi deh" jawab dion.

"Kenapa gajadi? tanya gue dengan sewot.

"Nyokap gue tau lo kesini?" tanya dion.

"Tau lah wkwkw justru nyokap lo kali yang bantuin gue buat ngerjain lo gini" kata gue sambil tertawa.

"Heran gue sama nyokap gue, mau aja bantuin lo dalam hal kejahatan" ujar dion.

"Katanya kangen sama gue, gue kesini malah di omelin yaudah mending gue pulang lagi" sambung gue sambil berjalan ke arah pintu.

"Ya bukan marahin lo yaudah gausah di bahas, lo kemana gue chat,gue spam call gapernah di angkat ga di bales juga" kata dion sambil menarik tangan gue.

"Wkwkw gue sengaja lagian lo duluan yang read chat gue doang, sebenernya gue udah disini dari 3 hari yang lalu ehehe" kata gue sambil tertawa kecil"

"Yaampun gue takut lo kenapa-kenapa tau ga, terus pesawat lo jatoh, terus lo ga...." kata dion yang sontak berhenti ngomong karena jari telunjuk gue berada di bibirnya.

"sssshhhhh, udah gue ga kenapa-kenapa okey, besok pengumuman kelulusan sama nem, doa ya biar kita bisa 1 sekolah lagi" ujar gue sambil menatap dion.

"iya ren semoga kita satu sekolah lagi, ya kalo bisa sekelas, soalnya sehari aja gue ga ngeledekin lo kayaknya ada yang kurang gitu" jawab dion meledek.

"Yeee lo emang gitu, seneng banget liat gue tersiksa" kata gue sambil cemberut.

"Dih ngambek, senyum dong" ujar dion sambil memegang pipi gue.

"Yaudah gue pulang yaa, yang penting prank gue berhasil kan?" tanya gue yang kegirangan karena prank gue berhasil.

"Rese banget si lo" ujar dion sambil ngelitik gue.

"bye jelekkkk" kata gue sambil berlari keluar kamar dion, dan menjulurkan lidah.

If you like my story, don't forget to Votement and follow me, thanks!

Jangan lupa cek "The Playboy List" yuk!

Jangan lupa cek "The Playboy List" yuk!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Friends With Benefits [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang