#1

17 1 0
                                        

"hello gais welkombek tu mai cenel" Diva teriak begitu dia masuk ke kelas. Kelas yang masih sepi di jam 6.30 ini dan cuaca yang mendung sangat mendukung untuk kembali ke alam mimpi. Diandra, sebut saja Dian sedang tidur di bangkunya bersama Shella.

"Brisik tai, ga liat orang lagi pada tidur apa, sialan lo" Dian terbangun dari tidurnya karna teriakan menggelegar itu.

"Ehh, ko kosong anjirr, kekk hati. Pada kemana nih? Jangan jangan sekolah libur. Atau jangan jangan udah pada pulang, anjir setengah enam sore, duhhh gimana nihh..." Cerocos Diva panik sendiri

"Hehh, lo gila ya, jelas jelas ini pagi tolol. Cuacanya aja yang mendung, lo ganggu banget si" kata Shella sambil benerin rambutnya yang berantakan. Di sisi lain Diandra sudah sibuk dengan yupi nya

"Tau, ngapa si lo? Kaya orang ilang." Ketus Dian yang sudah kesal dengan Diva. Mereka bersahabat sejak SMP dan sampai sekarang, mereka selalu bersama. Sifat yang jauh berbeda satu sama lain, malah membuat mereka semakin erat.

"Duhh gais, tadi malem tuh gue sama Rival ml, jadi gue bangun bangun panik trus langsung bersih bersih trus langsung cus kesini deh, gue ga sempet buka hp, liat jam, sarapan, apalagi bikin snapgram. Seragam aja bekas kakak nya nihh" Cerocos Diva lagi, sambil makan roti yang dia bawa dari rumah Rival tadi.

"Gada cape capenya lo making love sama dia, awas kalo jadi gue buang lo ke sepiteng" kata Dian ambigu. "Tenang slur, kan ada sutra, stok di rumah gue selain rokok dan di rumah Rival selain duit" kata Diva dengan bangganya

"Gila juga cowo lo, nyetok duit" kata Shella sambil nyomot roti Diva. Kelas mulai ramai, mereka berhenti ngobrol dan memilih sibuk sendiri. Walaupun semua orang tau mereka barbar, tapi bukan berarti semua ke bejatan mereka di umbar. Nakalnya mereka bukan untuk komsumsi masyarakat.

•••

Upacara telah selesai, sekarang kelas Diandra, Shella dan Diva menuju leb kimia. Kelas 11 mipa 5, kelas ter berisik, pembuat onar, Dan selalu saja menjadi pusat pengawasan guru. Karna kelas itu adalah kelas terakhir di jajaran mipa, yang muridnya memiliki sifat seperti anak ips. Tapi anehnya, kelas ini menjadi kelas unggulan, pararel 1 selalu tercetak dari kelas ini. Diandra maharani. Kenakalannya tidak membuat otaknya bodoh.

"Oke anak anak, selamat pagi. Di awal hari dan di awal bulan ini kita bertemu lagi. Baiklah, buka bukunya, kita lanjut ke materi baru" kata bu Lisa, guru kimia yang dikenal sangat pengertian dan perhatian.

Di sisi lain

GUBRAKKK

"Bego. Tolol. Sumpah lo dajal. Lari, keburu ketauan" umpat Irsyad pada temannya, Azriel. Ini sudah menjadi ritual mereka, lompat pagar, lempar tas lewat jendela, ke kamar mandi untuk cuci tangan. Lalu ke kelas lewat jendela. Lolos atau tidak, biar takdir dan CCTV yang menentukan.

Pagi ini mereka bertiga (Irsyad, Azriel dan Rizvan) memanjat pagar untuk ke sekian kalinya. Namun Azriel terjatuh dan membuat gaduh, mereka lari mencari aman sebelum tertangkap basah oleh satpam. Mereka sengaja telat, agar tidak mengikuti upacara. Sesimpel itu alasan mereka.

"Hei kalian!!! Jangan kabur" Teriak pa Dedi, satpam sekolah SMA Tarumanegara yang terkenal kejam dan sadis itu memergoki mereka yang sedang berlari. Namun pa Dedi berhasil menarik tas Irsyad dan Rizvan, sedangkan Azriel kakinya tersandung oleh kaki pa Dedi yang sengaja menghalau nya dari belakang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 18, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Barbar GirlfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang