:Datanglah ke atas atap, jika kau ingin melihat sahabat mu selamat.
Hari itu, pukul 18:23.
Seharusnya aku tidak melihat sms dari jane, dan tidak datang ke atas atap. Tapi takdir berkata lain saat hati manusia masih berfungsi dan tidak memikirkan akan keselamatan hidupnya sendiri.
Dan saat aku telah sampai, tak ada orang yang akan ku selamatkan.
Yang ada hanya lah jane seorang diri, wanita iblis yang telah melakukan hal yang tak pantas di tiru dan wanita yang ingin aku hindari sampai saat ini juga.
"sepenting itukah untuk kau tentang sahabat!?"
Dia mendekati ku, dan mendorong ku ke arah pinggir atap. Jika aku lengah sedikit pun aku akan jatuh kebawah.
Dia tidak hanya mendorong ku saja, tapi tangan yang satunya membawa tongkat besi. Dan tanpa berpikir panjang dia mendongku dengan tongkat itu, dan meletakannya di sebelah kepala ku. Aku hanya bisa menatap dengan kebencian dan ketakutan tapi sebisa mungkin aku tak memperlihatkannya.
"jane apa yang kau mau lagi, aku telah menutup mulut ku dan tidak mengatakan apa pun"
Jane tersenyum dengan mata kebencian kepada ku, aku tidak paham mengapa dia tidak mempercayaiku.
"aku ingin kau mati"
Aku kaget dan bergemetar saat mendengarkan kata mati dari mulut nya, aku tak paham lagi apa yang dia ingin kan.
"jane, apa kau telah gila. Apa kau tak puas dengan kematian dia!?"
"yaaa! Aku tak puas"
Jane berteriak dengan mata yang akan meneteskan air matanya, aku baru pertama kali melihat nya akan menangis. Tapi lagi lagi aku berpikir sendiri -kenapa dia menginginkan aku mati.
Tiba tiba jane mendorongku, dan saat itu juga aku seperti melayang dan aku seperti melihat kedua orangtua ku ingin manarik tangan ku. Tapi itu semuanya mustahil, aku telah membayangkan semuanya jika ini akan terjadi. Bahkan tanpa jane mendorongku, aku sudah mempunyai rencana untuk melompat.
Tapi itu semua aku urungkan, aku masih ingin hidup, aku ingin lulus dari SMA ini. aku ingin hidup tanpa berurusan dengan nya lagi.
Tapi ini mungkin sudah terlambat.
Aku akan segera mengakhiri ini semua, dan permainan telah usai.
Sebelum aku sampai pada kematian ku, aku menutup kedua mataku dan ber doa:
jika aku diizin kan hidup untuk hari ini, maka aku akan segera membalaskan perbuatannya. Jika tidak untuk hari ini, maka izin kan aku membawa nya bersama dengan ku. Atau gunakan lah aku di dalam dirinya, agar dia merasakan apa yang telah aku rasakan. karena perbuatannya, mungkin dunia ini akan terlihat adil dengan keputusan ku.
Dan aku telah sampai pada titik lantai bawah, dari atas gedung sampai bawah aku terjatuh. Banyak darah yang keluar dari kepalaku, aku merasakan ada cahaya putih didepan ku dan seperti melihat malaikat yang akan membawaku.
Itu sangat jelas, aku dapat melihat wajah nya yang tampan. Dia bahkan tersenyum dan mengulurkan tangan kepada ku, aku menerima uluran tangannya dan menutup mata ku kembali. Dan meminta permohonan kepadanya.
"izin kan aku hidup, jika aku hidup aku akan berani mengungkapkan semuanya. Dan semoga kau ada di pihak ku dan bersama ku sampai aku kembali mati"
Pukul jam bersuara menandakan pukul 19:00.
Dan cahaya itu tambah menerangi jalanan, aku membuka mata ku kembali tapi aku tak melihat wajah nya kembali. Aku menutup mata ku.
...
19:00 malam
Rasanya aku telah berada di surga, tidak ada rasa sakit dalam tubuh ku karena terjatuh dari gedung yang sangat tinggi karen didorong oleh jane.
Aku pelan pelan membuka mataku, dan terus tersenyum karena ingin melihat surga yang telah lama ingin aku lihat. Apakah aku akan bertemu dengan nenek dan sahabatku jesi, betapa bahagiannya aku jika bertemu dengan mereka.
Dan sampai lah, mata ku terbuka. Dan aku sangat kaget saat aku melihat apa yang mata ku lihat saat ini juga,
"kenapa aku ada di kamar ku sendiri."
Apa ini yang di namakan surga, atau aku benar benar tidak di surga tapi aku telah diturunkan dari surga dan kembali ke dunia. Atau aku belum mati?
Aku pejam kan lagi mataku, dan membuka mata ku lagi. Tapi tetap sama aku masih berada di tempat tidur ku, aku seketika menjambak rambut ku dan itu terasa sangat sakit.
"tidak mungkin aku tidak jadi mati"
Tiba tiba pintu kamar ku ada yang mengetuk, aku bergegas membukanya. Saat aku buka, kenapa ada nenek membawa makanan.
Berarti ini benar benar surga.
"nenek"
Aku menangis dihadapannya dan memohonnya agar tidak meninggalkan ku lagi.
"nenek akhirnya aku bertemu kamu lagi, setelah kamu meninggal dunia 3 bulan yang lalu"
"berani berani nya anak nakal menyebut nenek sudah meninggal dunia"
Nenek memukul kepala ku, dan itu terasa sangat nyata. Aku tambah menangis di hadapanya dan langsung memeluknya. Tiba tiba saja ayah dan ibuku menatapku, dan aku terkejut karena melihat mereka yang ada di surga ini.
Apa mereka juga meninggal dunia, tapi kapan.
Lalu mereka mendekati ku dan menarik telingaku.
"dasar anak nakal, menyumpahi orangtua yang masih hidup agar cepat meninggal. Ibu, biarkan rain kelaparan dan tidak usah berikan dia makan malam"
"hah masih hidup?"
Mereka lalu meningalkan aku, dan kembali ketempat ruang keluarga dan bercengkrama seperti dahulu. Aku yang masih bingung dengan keadaan ini, lalu melihat lihat sekeliling ruangan dari mulai dapur, kamar mandi dan ruang belajar ku.
"loh kenapa, ruang belajarku kembali seperti semula?"
Aku melihat cermin dan memperhatikan diriku dihadapan cermin, tidak ada yang berbeda. Tapi ini sangat aneh, apa aku kembali ke masa lalu.
Aku berlari dan mengambil hp ku, ku lihat kalender dan menunjukan tanggal 4 september 2019.
"tanggal 4 september,"
"jika ini tanggal 4 september, maka jesi masih hidup dan aku tidak ada berurusan dengan jane."
Aku berpikir lagi, kenapa aku bisa kembali kemasa lalu?
YOU ARE READING
Aku Kembali Ke Masa Lalu
FantasyKetika sang malaikat mengabulkan permintaan seorang gadis yang sekarat dan hampir mati, walaupun itu melanggar aturan di dunianya. Hingga sang malaikat, menukar jiwa nya untuk sang gadis yang tak ia kenal. Siapa kira, sang malaikat bahkan berjumpa d...
