Namaku Senja Adelista Atmaja, panggil saja Senja. Aku memiliki satu kakak laki-laki yang bernama Thiar Adasta Atmaja kalian boleh panggil dia bang Thiar usianya dua tahun lebih tua dariku. Aku anak kedua dari pasangan Naila Aprodita Atmaja dan Wirawan Atmaja.
Keluargaku baik-baik saja sebelum Ayah meninggalkan kami sekeluarga untuk selamanya, meninggalkan Bunda, Bang Thiar dan aku, Senja.
"Ja gua duluan ya berangkatnya! " ledeknya berlari ke arah pintu luar dengan seragam yang masih berantakan dan tak lupa dengan mulut yang masih penuh dengan roti.
"Ih yah!! Ayah!! Abang pergi duluan ninggalin Senjaaaa!" Teriaknya histeris karena takut di tinggalkan.
"Ade berisik masih pagi.. Thiar hei tunggu ade kamu! " Teriak Naila yang masih membereskan piring di atas meja makan.
Hari itu hari pertama aku menghadapi masa Orientasi sekolah.ya, aku sekolah di SMA Nusa Bangsa tempat bang Thiar sekolah.
Bang Thiar sudah duduk di bangku kelas tiga SMA sedangkan aku masih kelas satu SMA. Rasanya aneh ketika harus kembali satu sekolah dengan kakak sendiri.
Thiar adalah seorang anggota Osis jadi ia masuk sekolah lebih awal dibanding dengan seluruh siswa lainnya.
"Senja lelet amet si lo de! " Teriak Thiar yang sudah tak sabar ingin menancap gas motor Hitamnya itu.
"Sabar nape si" Ujar Senja yang muncul dari pintu dan terlihat ia sedang merapihkan kuncirannya
" Cepet naik lelet! " Tegas Thiar yang sudah tak sabar ingin menancap gas
" Yah,Bun, Senja sama bang Tiar berangkat" Teriaknya yang di balas dengan salam oleh kedua orang tuanya.
Derum motor Thiar membelah jalanan yang ramai,kehangatan terasa oleh Senja dan Thiar yang berboncengan hingga suara Thiar yang membuat pecah kehangatan itu
"De turun disini,ya?" Ujarnya dibalik helm Fullface.
Kelakuan Thiar membuat Senja melongo karena tak percaya
"Apaan? OGAH! " Tolaknya dengan bibir yang agak maju
"Gue mau jemput cewe gue dulu" paksanya dan Senja terpaksa turun dari motor Thiar dengan ogah-ogahan
"Mana ongkos buat gue? " Senja menyalurkan tangan meminta ongkos karena di turunkan dijalan
"Bocah duit aja lo" Ujarnya sembari mengeluarkan selembar uang dua puluh ribuan
"Gamuat seginimah bego" ujarnya kesal
"Gak sopan bego! " satu jitakan menjarat tepat di kening Senja,Thiar memberikan selembar uang seratus ribuan dan tanpa berkata apapun langsung pergi meninggalkan Senja di bibir jalan.
"Punya kaka gak tahu diri banget ya allah...sad deh" Gumamnya mengeluh
Tak mau banyak membuang waktu Senja langsung menaiki bus yang melintas ke arah sekolah.
**
Sesampainya di sekolah Senja langsung menuju lapangan tempat dimana calon siswa-siswi di kumpulkan untuk upacara pembukaan Masa Orientasi Sekolah.
Terdengar suara motor yang datang tak asing baginya dan langsung ia melihat ke arah sumber suara itu.
Tak meleset sedikitpun itu Thiar yang membonceng seorang cewek dengan pakaian yang bukan ukurannya dan olesan liptin yang jelas terlihat tebal.
Thiar menjadi pusat perhatian seluruh siswa-siswi,begitu banyak yang melemparnya dengan pujian dan hujatan juga.
"Bukan kaka gue ya tuhan... Baru aja masuk tuh anak mau bikin ulah apaan dah herman gue" Gumamnya dengan mengusap dada.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Senja
Teen FictionIni adalah cerita seorang gadis bernama Senja yang dipaksa harus mencintai seorang kakak kelas yang terkenal dengan ketampanan dan kecerdasannya di sekolah.tak jarang pria itu disebut sebagai 'bad boy' Kaenan, kakak kelas yang memaksa Senja untuk m...
