"Kamu ngapain itu diruang band? Bukannya kamu penanggung jawab gugus ya? Kok gak nugas?"
Ruang band SMK WISMA BANGSA itu sepi, hanya diisi oleh dua orang anak adam dan hawa. Perempuan dengan rambut hitam sepunggung itu memilih duduk disamping lelaki tampan yang sedari tadi sibuk menarikan jari-jemarinya diatas tuts piano.
"Kamu gak dengerin aku ngomong ya?!"
Reynal Sabiru Andaruloka terkekeh pelan, mengalihkan atensinya pada Revana Hanaya perempuan cantik yang hampir tiga tahun ini mengisi relung hatinya.
"Aku dengerin kok." Rambut Revana dia gasak pelan. "Gak usah ditekuk gitu bibirnya, jelek."
Revana merengut tak suka begitu helaian rambutnya jadi sedikit berantakan. "Udah berani ya sekarang ngatain aku jelek?!"
"Bukannya kamu udah jelek dari kemaren-kemaren ya?" Tanya Reynal bermaksud untuk menjahili.
"Oh gitu?! Terus kamu kenapa mau aja pacaran sama orang jelek kaya aku?!" Revana balas bertanya nada suaranya merajuk kesal.
"Iya ya? Kenapa aku mau aja pacaran sama orang jelek kaya kamu?"
"Putus aja hayu! Sebel aku lama-lama dikatain jelek terus sama kamu!"
Reynal tertawa mendengar ajakan Revana. "Baru digituin udah kesel aja, payah kamu mah." Wajah Revana ditangkup. "Mau kamu cantik, mau kamu jelek aku tetep mau sama kamu, karna yang aku cintai itu diri kamu, hati kamu, bukan wajah kamu."
"Dih apa sih kamu masih pagi aja udah gombal." Cetus Revana sembari melepaskan tangan Reynal yang melingkupi wajahnya.
"Serius itu, mana ada aku gombal."
"Iya, iya bawel. Bucin banget sih kamu sama aku."
"Iyalah bucinnya sama kamu, masa sama orang lain? Gawat dong kalo aku bucinnya sama orang lain."
"Iiiih awas aja sampe bucinin orang lain, aku lempar kamu dari lantai lima."
Reynal tertawa, tangannya menarik tangan Revana untuk dirinya genggam. "Mana bisa sih aku bucinin orang lain? Kalo cinta aku sama kamu aja gak pernah berkurang sedikitpun."
"WOYYYY REYNALLL!"
Suara cempreng itu terdengar, Revana tertawa mendengarnya. Lantas menarik kedua tangannya begitu pintu ruang band dibuka.
"TUGAS WOY PACARAN MULU!"
"Bawel bener lo udah kaya emak-emak kos." Kata Revana sambil menatap Aleta Hanandini yang berdiri disamping pintu.
"Calon emak kos nih gue." Kata Aleta menyombongkan diri. "Lo lupa na gue kan juragan kontrakan seribu pintu."
"Ngimpi lo ketinggian ta."
Reynal memperhatikan interaksi pacar juga teman sang pacar, temannya juga sebetulnya. Dia tahu jika keduanya amat dekat, sudah berteman sejak keduanya bertemu di MOS tahun ajaran 2017-2018 lalu. Aleta pula yang mengenalkan Revana pada Reynal. Meski tanpa dikenalkan sekalipun Reynal tetap mengenal Revana seorang siswi dengan paras cantik yang mampu membuat anak adam disekolahnya menatapnya dengan pandangan memuja.
"Berisik lo ta, iye gua otw bentar, ijin dulu sama yayang."
Diluar Aleta mendengus geli, bosan juga tiga tahun menjadi obat nyamuk diantara hubungan Reynal dengan Revana.
"Buruan sebelum gue seret lo pake kerekan bendera."
"Iye bawel buset dah, gue telen juga lo."
"Ya udah aku keatas dulu ya, kamu belajar yang bener biar makin pinter itu kepala."
Revana mengangguk. "Iya bawel, kamu semangatttt!"
"Bye Sunshine!"
"Byeee captain!"
Ziya cantika: Vannnnn!
Ziya cantika: Gila sih gilaaa
Ziya cantika: Adek kelas udah ganteng jago maen gitar pula, idaman benerrrr!!!!!
Ziya cantika: Boyfriend able pokoknyaaaa! Nyesel lo kalo gak liat!
-END OF REYNAL-
AN: MAAF TIPO, masih belum nemu visual yang tepat buat para karakter :)))
Bismillah semoga bisa ngelarin sampe tamat.
YOU ARE READING
BLUE
FanfictionREYNAL SABIRU ANDARULOKA. Seorang siswa dengan bakat bermain pianonya yang sudah diakui banyak orang. Tampan, pintar sudah jadi paket lengkap dalam hidupnya. Memiliki kekasih cantik seperti REVANA HANAYA juga merupakan hal yang mudah untuk dirinya d...
