prolog

0 0 0
                                        

Gadis kecil yang sekiranya berumur tujuh tahun itu menangis sesenggukkan di teras rumahnya saat ia pulang bermain dengan teman dan sahabatnya. Ia menangis dan terus menyebut nama seorang lekaki yang diyakini adalah temannya sambil melontarkan kata "aku mau ikut sama kamuu"

Tiba tiba sang ibu pun datang dari dalam rumah karena mendengar suara tangisan anaknya yang semakin lama semakin kencang.
"Astaga, Elena... Kamu kenapa sayang, kok nangis sih?" Tanya ibunya yang langsung menghambur ke pelukan anaknya
"Mama... David pergi maa! David! hiks..." jawab Elena dengan tangisan yang masih kencang dan memeluk erat erat tubuh ibunya.
"Hey, Elena dengerin mama ya? Elena ngga boleh begitu, kan David pergi juga karena kemauan orang tuanya, dia harus patuh sama perintah orang tuanya" Nasehat ibunya kepada Elena yang masih sibuk menangis.
"Maa.. Aku nggak mau main kalau nggak sama David ma!" Rengek Elena kepada sang ibu
Ibunya pun hanya terseyum mendegar rengekkan Elena, karena ibunya tahu kalau ikatan dan hubungan Elena dengan David itu sangat amat kuat.

Di hari keberangkatan David, Elena sudah berada di rumah David sejak pagi tadi. Padahal, David dan keluarganya akan pergi pada siang hari.
Di siang hari, David dan keluarganya sibuk membereskan barang barangnya dan bersiap untuk berangkat. Namun, lagi lagi konsentrasi David terpecah saat melihat Elena yang hanya duduk termenung di kursi teras.
"Hey, Ele... jangan sedih lagi ya? aku bakal kembali lagi kesini" ucap David yang tak tega melihat Elena yang duduk sendiri di kursi teras.
Elena pun tersenyum dan mengangguk pelan. "iyaa David, aku nggak sedih kok... cuman, nanti kalo aku mau main sepeda siapa yang bakal bonceng aku lagi?" ucap Elena dengan sedih
David tertawa pelan. "hahaha Ele, kan sudah aku ajarkan cara mengendarai sepeda. hmm, oh yaa aku punya ini buat kamu" Ucap David sambil memberikan sebuah kotak yang lumayan besar.
"Ini apa?" Tanya Elena kebingungan
"bukanya dirumah, kalo disini takut ketahuan mama hehehe" Saran David kepada Elena.

Selepas kepergian David, Elena menjadi murung dan tak mau makan. ia bilang, ia tak nafsu makan bila tidak ada David yang menemaninya. Dan ia tidak mau sekolah kalau bukan bersama David.

Tapi kini, suasananya berubah saat Elena membuka kotak yang di berikan David. Yang ternyata isinya adalah kotak musik dan satu buah buku diary yang kelihatannya bukan buky diary baru.

———————————————————-
Hai, gimana? pada suka prolognya?

Jangan lupa vote and comment ya! ❤️❤️❤️❤️

About Him Stories to obsess over. Discover now