chapter 1

21 2 2
                                        

Meisya Aldera Dinanti,seorang gadis  yang hidup tanpa seorang ayah,yang hanya tinggal bersama Retsa Mamanya,Derrel Kakak Laki laki nya,dan Kezia adik perempuannya.
Meisya, seorang gadis yang cantik,baik,rempong dan Meisya sangat disukai semua orang karena sifatnya yang baik,sopan, dan lucu itu,tapi Meisya juga merasa sedih,dia tidak bisa melihat ayahnya dan merasakan kasih sayang ayahnya,karena dari meisya kecil,ayahnya sudah meninggal,Meisya tidak pernah menanyakan penyebab ayah nya meninggal kepada mama nya,karena takut mamanya kembali teringat akan ayah dan akan membuat bundanya bersedih tapi Meisya juga ingin tahu penyebab nya karena wajar saja bagi Meisya sebagai anak nya mengetahui hal itu,tapi memang belum ada yang tau penyebabnya ayah meninggal kecuali mama nya,Derrel kakak nya saja tidak tahu tentang hal itu apalagi Meisya.
Meisya  sekarang sedang menduduki bangku kelas IX disitu dimana dia mendapat kebahagiaan,dia bisa berkumpul bersama sahabat sahabatnya dan melupakan masalah masalah lainnya.
Mereka bertemu dari awal masuk smp sampai sekarang dan hubungan persahabatan mereka masih terjalin kuat,terkadang juga sahabat sahabat nya itu yang menenangkan meisya,dan menyemangati Meisya,mereka memang yang membuat meisya semangat dan kuat dalam menembus jalan hidupnya.
Bella,Thea,Jeje mereka lah yang membuat kehidupan Meisya lebih berwarna.

"Jeje,emang mama sama papa lu mau pergi ke america?" Tanya Bella kepada Jeje.
"Iya nih,hm bakal sepi dirumah,gak ada yang ngomel,gak ada yang nyuruh makan,gak ada... Ahh pokoknya sepi" jawab Jeje dengan muka murung.
"Ada bi Ruti kan?" Tanya Meisya,bi Ruti adalah pembantu Jeje.
"Iya sih..tapi masih aja sepi" jawab Jeje
"Kan ada kita" sahut Thea
"Ahh iyaa kalian emang best banget deh" ucap Jeje sembari tersenyum manis
"Nah gitu dong senyum kan cantik" kata Meisya
"Emang tadi jelek?" Tanya Jeje
"Banget" jawab Meisya meledek.
Semua pun tertawa.

Tringgg...
"Yuuuu masuk" ajak Bella
"Yuk" jawab Jeje.
Pelajaran kedua dimulai hingga tiba saatnya semua pulang.mereka semua ber do'a dan berhamburan keluar,terkecuali Meisya Dan Bella.Meisya dan Bella adalah anggota osis,dan kebetulan mereka hari ini ada rapat dengan anggota PMR,jadi mereka pulang sedikit terlambat.

"Bel,kita hari ini rapat kan?" Tanya Meisya
"Yoi" jawab Bella
"Yaudah ayo keruang rapat" ajak Bella
"Tunggu,gue belum ngabarin kakak gue kali hari ini pulang telat" ucap Meisya,memang biasanya meisya berangkat dan pulang bersama kakak nya.
"Yah gimana sih Lo? Lupa bilang?" Tanya Bella
"Iyaa nih" jawab Meisya
Drtttdrtt....
Hp Meisya bergetar pertanda ada telepon.
"Wah kakak" ucap Meisya terkejut
"Angkat angkat syaa" ucap bella.
Meisya segera mengangkat telepon dari kakaknya dan menempelkan hp nya di telinga.
"Hallo kak?" Sapa Meisya
"Lu dimana sih?gue udah didepan" ucap derrel dari telepon
"Aduh kak,maaf ya gue lupa ngasih tau,kalau gue sekarang pulang agak telat,gue ada rapat gue buru buru Nih kak" ucap Meisya
"Yah..ga ngasih tau" ucap derrel
"Ah yaudah nanti balik sendiri ya?" Ucap derrel
"Iya ,yaudah bye" ucap Meisya,dan langsung memutuskan panggilan.
Meisya dan Bella langsung bergegas ke ruang rapat.
Rapat pun dimulai,mereka akan mengadakan study tour bagi kelas VIII dan anggota Osis dan PMR kelas IX juga ikut,tujuan mereka ikut adalah untung membantu guru membimbing kelas VIII.

"Bu,memang acara study tour nya kapan?" Tanya Rehan,dia juga sahabat laki laki meisya,dan dia juga anggota Osis.
"Sekitar 2 Minggu lagi,kita berangkat pada hari Sabtu,jadi mulai sekarang kita sudah mulai menyiapkan" jawab Bu Rini
"Jadi ibu bakal bagi bagi tugas buat kalian" ucap Bu Rini
"Ketua umum Osis?" Ucap Bu Rini
"Gak berangkat Bu" jawab Bella
"Oke,yasudah ,ketua OSIS II?" Ucap Bu Rini.
Meisya mengacungkan tangan
"Saya bu" ucap Meisya
"Oke,Meisya  maju" Suruh Bu Rini
Meisya langsung maju ke depan.
"Ketua PMR?" Ucap Bu Rini.
Verren  mengacungkan tangan.
Dia memang ketua PMR dan dia juga
Most wanted.
"Saya bu" ucap Verren
"Kamu maju,disamping nya meisya" ucap Bu Rini .
Verren pun maju dan berdiri disamping Meisya.
"Waketos nya?" Ucap Bu Rini
"Saya bu" ucap bella sambil mengacung kan tangan
"Kamu maju juga" suruh Bu Rini
"Wakil ketua PMR" ucap Bu Rini
"Saya bu" ucap Dio
"Kamu maju juga" suruh Bu Rini
Dio pun maju dan berdiri disamping Bella
"Verren dan meisya,kamu ibu tugaskan untuk menyiapkan makanan untuk study tour kita,makanan berat,dan Snack snack gitu oke, juga mengatur nomor bis,dan mencari tempat wisata yang berada di bali" ucap Bu Rini
"Iya Bu" jawab Meisya
"Kalian,Dio dan Bella,ibu tugaskan kalian mencari bis,dan mencari hotel untuk menginap di Bali" ucap Bu Rini
"Ashiap Bu" jawab Dio
"Okeoke" jawab Bella
"Nanti uang nya silahkan kalian bicarakan dengan bendahara" ucap Bu Rini
"Ya buk" jawab mereka ber 4 serempak
"Yang lain nanti bantu bapak ibu guru menyiapkan seragam dan lainnya ya"ucap Bu Rini
"Iya Bu"jawab semua serempak.
"Baiklah mari kita tutup rapat ini dengan ber doa kalian ber 4 silahkan duduk kembali" ucap Bu rini.
Rapat pun selesai,anggota Osis dan PMR segera keluar dari ruang rapat,dan pulang.
"Bel lu sama siapa pulang nya?"tanya Meisya pada Bella
"Sama kak yera,tuh kak yera" ucap bella sambil menuding kakaknya yang sedang menunggu dimotor.
"Oh yaudah balik sana,udah ditunggu"ucap Meisya
"Lu gimana?" Tanya Bella
"Gampang pesen ojek online aja" jawab Meisya
"Yaudah bye" ucap bella
"Bye" ucap meisya.
"Sya" panggil Rehan
"Oh Han" jawab Meisya
"Gak dijemput?" Tanya Rehan
"Enggak nih,tapi ini mau pesen ojek online kok" jawab Meisya,dan langsung mengambil ponselnya,Meisya mencoba menyalakan ponselnya tetapi tidak bisa.
"Aduh hp gue pake lobet segala" ucap Meisya
"Bareng gue aja" ajak Rehan
"Gausah Han" tolak Meisya
"Gausah sungkan Sam gue sya" ucap Rehan.
"Oke lah" ucap Meisya menerima tawaran rehan.

Diperjalanan mereka hanya bergurau dan membahas tentang study tour tadi,dan tak disangka sudah tiba dirumah Meisya.
"Han makasih ya,maaf udah ngerepotin lu" ucap Meisya tersenyum
"Gapapa udah lu masuk sana" ucap Rehan
"Gue pergi dulu ya"pamit rehan
Rehan langsung menyalakan motornya dan segera pergi.
"Dadahh" ucap Meisya sambil melambaikan tangannya,dan melihat rehan yang semakin lama sudah tak terlihat lagi.
Meisya langsung bergegas masuk kedalam rumah karna diluar sangat dingin dan mendung,sepertinya nanti malam akan hujan.
"Sya dah pulang" ucap mamanya yang menghampiri Meisya.
"Udah dong mah kan Meisya udah disini" ucap meisya.
"Udah sana kamu mandi kamu bau" ucap mama meledek
"Ah mamah,yaudah aku ke atas dulu ya mau ke kamar" ucap Meisya
"Iya" jawab mamanya tersenyum.
Meisya langsung menuju ke kamarnya,dan menaruh tas nya di atas kasur king size nya dengan sembarang,Meisya langsung mandi dan berganti baju,meisya langsung rebahan di atas kasur king size itu,lama kelamaan dia tertidur, mungkin Meisya terlalu lelah .
Tok tok tok..
Ada yang mengetuk pintu kamar Meisya
"Sya makan keluar cepet" ucap derrel
"Syaaaaaa,keluar"ucap derrel
"Dih,ni anak kemana ya" gumam derrel
"Woi,kakak masuk ye" ucap derrel dan membuka pintu kamar Meisya
"Lah lah,Meisya tidur?bangunin gak?bangunin gak? Jangan deh kasian juga,kecapekan kali ya" ucap derrel.
"Kak rel mana kak meisya" ucap Kezia yang tiba tiba masuk ke kamar Meisya
"Stt,nih dia tidur udah biarin aja" ucap derrel
"Trus" ucap Kezia
"Yaudah biarin kita turun aja"ucap derrel.

LANJUT?VOTE:)
TQ!
Sampe sini dulu tangan akoee udah mati rasa:>
-deiixa.

Spirit Of LifeStories to obsess over. Discover now