Prologue

11 4 0
                                        

"Hah...hah...hah..." nafasku yang terengah engah mengisi keheningan ruang gelap nan kumuh. Seperti habis lari marathon, aku berlutut dihadapan seorang gadis yang sudah tak bernyawa itu, setelah aku mencabut sebatang besi yang runcing dari tubuhnya. Darah segarnya mengalir diatas ubin yang kontras dengan warnanya, hampir mengenai diriku.

"Sudah berakhir..." gumamku dingin. Aku duduk, menyandarkan tubuhku di samping tembok.

Aku terkekeh mengingat apa yang telah perbuat terhadapku. Terutama gadis yang berada di depanku ini.
"Hehe..."
Menurutku itu setimpal untuk mereka.
Terima kasih untuk semua caci maki yang kalian berikan.
Aku sudah terlalu kuat menerima itu semua.
Beristirahatlah dengan tenang.

"AHAHAHAHAHAHAHAA!!!"




------

The Agate : A GateStories to obsess over. Discover now