Semalam kota yang indah ini diguyur hujan lebat, angin bertiup kencang, sampai sampai hampir merubuhkan sebuah pohon besar. Kami berdua duduk di sebuah café pinggir kota. Menatap satu sama lain, hanyut dalam pembicaraan dan tertawa kecil.
"Kamu jangan terlalu menyukai kopi!", ucapnya.
"Kenapa kamu menyukai yang pahit saat kamu bisa merasakan yang manis." sembari menukar gelas kopiku dengan segelas susu miliknya.
Lalu aku memindahkan kursi tempat ku duduk dan mendekatinya.
"Tapi tanpa merasakan pahit kita tidak akan tau rasanya manis. " Jawabku.
"Ahh, sudah lah sotau kamu!"
"Kamu yang sotau!"
"Sudah ah kita pulang yuk?"
Aku menjawab dengan anggukan. Lalu kami pulang dengan motor vespa yang knalpot nya seperti belum ganti oli. Tapi entah kenapa perjalanan ini sungguh panjang. Hari semakin larut malam dan perjalanan ini tak kunjung usai.
"Kok lama sekali ya sampainya?"
Dia hanya menjawab dengan tawa liciknya.
"Kok ketawa?"
"Iya sengaja aku lewat jalan yang jauh, biar bisa lama sama kamu."
Gatau harus jawab apa, akhirnya kubalas dengan senyum. intinya malam itu indah sekali.
YOU ARE READING
Patah
RomanceHujan dikota ini memang seperti itu mendungnya terbentuk dari rindu airnya mengandung kenangan. Aku sudah menduga kamu akan basah karenanya tapi cepatlah hidup harus terus bergerak
