Prolog

143 30 27
                                        

• ◈ •

Pagi yang cerah di kampus

Sebuah motor sport kawasaki ninja 300 berwarna biru berhenti di parkiran kampus area falkutas ekonomi dan bisnis, Seorang pemuda turun dari motor melepaskan helm hjc hitamnya kemudian memasang earphone ditelinganya. Ia pun mulai berjalan menuju ke arah kelas.

"Hey, Raka."

"Apa kabar?."

Sahut cowok tampan yang memakai kaos hitam dan celana jeans biru itu.
Mendengar ada yang memanggil namanya, langkahnya pun terhenti dan langsung menoleh ke belakang. cowok tampan itu pun menghampiri pemuda itu

• Mereka berdua akhirnya bertemu kembali setelah 3 tahun berpisah karena berbeda SMA
Raka SMA Harapan Bangsa, sedangkan Alvino SMA Taruna Mandiri. •

"Hei, bro." Alvino mendekat, berdiri tepat di depan raka dan memulai percakapan "Gimana kabar lo sekarang? Makin ganteng aja, lo. hahaha."

Raka menjawab seraya bergura "Kabar gua baik, ya iya lah raka gitu ya ngak."

"Yee, Sok banget si lu njirr haha."

"Bukan sok, emang kenyataan nya gitu haha."

Saat mereka asyik mengobrol, obrolan pun tiba-tiba terhenti saat kedua bola mata hitam Raka menatap seorang gadis cantik bermata coklat lewat tepat dihadapan nya. gadis itu balik menatap nya sekilas dan terus berjalan menuju kearah sebuah gedung kampus, hal itu membuat raka terdiam dengan jantung yang berdegub kencang.

***

"Bro? Bro? Ra? Raka?." Alvino menepuk pundak Raka dan memukul ringan tangannya "Raka? Lo kenapa?."

Pukulan ringan itu menyadarkan nya

"Ehh, lo tadi ngomong apa?." Ucap Raka dengan ekspresi wajah kebingungan

"Lo kenapa? gua ajak ngomong malah bengong, Ntar kesambet lo. baru tau rasa."

Raka membohongi Alvino untuk menutupi alasan yang sebenarnya dengan alasan yang lain.
"Gpp, gua cuman mikir gua kan mahasiswa baru disini, kira- kira bisa ngak ya? gua ngejar ketertinggalan gua selama 2 minggu yang lalu."

astaga dari dulu ngak pernah berubah ni anak, beda banget sama gua yang pikiran nya maen pubg mulu." Batin Alvino

Alvino menepuk bahu Raka "santai aja bro ngak usah terlalu dipikirin, lo pasti bisa mengejar ketertinggalan lo selama 2 minggu yang lalu, selama lo tetap semangat dan pantang menyerah buat belajar, ehh btw lo sudah tau kelas lo dimana?."

"Oke makasih vin, di ruang kelas 101, lantai 2."

"Lah itu ruang kelas gua, berarti kita berdua sekelas dong haha." Seraya bergurau, Alvino melihat arloji di pergelangan tangannya "sudah hampir jam 8 ni, ayok ra kita masuk kekelas, lo harus tau mata kuliah pertama kita hari ini dosen nya killer banget mampus kalo kita telat bisa - bisa ngak diizini ikut mata kuliahnya selama satu bulan."

"Astaga killer banget tu dosen, ya sudah ayok vin." Raka pun beranjak dan memasang kembali earphone ditelinganya

Mereka pun berjalan menuju kearah kelas. Raka menghela nafas kemudian tersenyum tipis. "syukur deh, gua bisa sekelas lagi sama sahabat gua vino, Tapi bisa ngak ya suatu saat nanti gua bertemu gadis itu lagi." Batinnya

• ◈ •

Haiiii~ Thank you for reading guys ~
Maaf kalau cerita nya kurang menarik, karena aku masih Newbie :), Mohon kritik dan saran nya guys agar cerita ini bisa lebih menarik lagi

Happy reading guys

Just FeelStories to obsess over. Discover now