Malam kelam, hujan turun.
Kerapuhan dimasa lalu kembali melanda, kesakitan dimasa lalu kembali datang membabi buta. Aku yang selalu tersiksa oleh rindu, kini hidup dengan perasaan yang tak menentu. Bertahun aku bertahan, tidak dapat membaik melainkan semakin memburuk.
"Aku hanya ingin kamu saja, sudah." katamu, disore hari kala itu. Bodohnya aku terpancing, dan berucap
"aku juga cuma ingin kamu saja, sekalipun kamu pergi dan membawa hati ini tanpa kembali"
bagaikan bersumpah ucapan memang seringkali menjadi kenyataan, ingin menyesali namun sudah terjadi.
Perlahan aku pun sadar, semakin lama semakin aku jatuh kedasar yang paling dasar, dasar yang penuh duri, menyakitkan. Tapi kesadaran itu tidaklah bertahan lebih lama, jika rindu kembali melanda, gundah dan sesak menyapa, dan akhirnya aku jatuh kembali.
Bagaikan orang bodoh yang terus menyiksa diri sendiri, seperti tidak ingin pergi atau mencari pengganti. Aku hanya ingin kamu, disini bersama hati yang telah kamu bawa pergi, kembali, jangan buat aku tersiksa sendiri. Kembali, mari berbahagia lagi tanpa saling menyakiti. Tapi, itu hanyalah mimpi.
YOU ARE READING
Kisah
RandomMenceritakan kisah berbeda disetiap babnya. Menceritakan sepenggal luka, dan bahagia. Tidak memaksa untuk membaca, tapi diwajibkan untuk dibaca. Silahkan memberikan jejak setelah membaca. Sebagian akan dibuatkan podcast, insyaallah.
