[Belum direvisi]
Baca deskripsinya dulu. Kalo udah, vote part ini ya supaya aku yakin untuk lanjut membuat ceritanya.
Pagi ini, seperti biasa sebelum El mendudukkan bokongnya di kursi dia terlebih dahulu membersihkan sampah-sampah kelas yang menumpuk di atas kursi dan mejanya. memang bukan hal yang mengejutkan lagi bagi El karena dia sudah terbiasa, ups bukan terbiasa tapi terpaksa biasa di buli oleh murid-murid yang ada di kelasnya maupun di luar kelasnya.
Selesai ia membersihkan kursi dan mejanya, baru ia duduk dan mulai membaca buku novel kesukaannya yang di pinjam di perpustakaan kemarin.
Belum ada satu menit dia tenang dalam posisinya saat ini tiba-tiba dia merasakan telur pecah di punggungnya dan pembulian dimulai. El sudah memasukkan kembali bukunya pada tas anti air miliknya.
"REHUELLA ZIVARA" itu suara kakak kelasnya Vanya yang merupakan ketua genk Syantik di sekolah dan sekaligus musuh terbesar El.
"Lo memang nggak ada kapok-kapoknya ya gangguin gebetan gue Reno," ujarnya seraya melangkah mendekat ke arah El diikuti the genknya yang kini tampak membawa tepung dan telur busuk.
Yap Reno adalah salah satu mostwanted di sekolahnya. Dan sebenarnya bukan El yang mendekati Reno tapi sebaliknya Reno yang mendekati El.
"You're bitch," desis Vanya dan dalam
Sekali hentakan Vanya teman-temannya sudah menjambak dan memukul El, lalu dilanjutkan dengan menaburkan tepung dan telur ke tubuh El.
El diam saja di perlakukan seperti ini. Bukannya dia lemah makanya dia tidak melawan justru dia kuat dan pandai beladiri tapi dia takut dikeluarkan dari sekolah ini karena Vanya adalah anak kepala sekolah dan lagian dia tidak sanggup melawan para bodyguard Vanya yang berbadan besar dan terlatih di luar sana.
Selesai Vanya dan genknya puas membuli El. Mereka keluar diikuti dengan kicauan Vanya.
"Ingat! Ini belum seberapa. Dan jika lo masih juga menggoda Reno, lo bitch akan mendapatkan penyiksaan yang lebih dari ini."
***
"Astaga El" jerit Rini yang notabenenya adalah sahabat El dari SMP dia kelas 11 IPS 1.
"Lo di buli lagi?"
"Seperti yang lo lihat," jawab El seraya berusaha berdiri dibantu oleh Rini.
"Woiii! Apakah ada orang di kelas ini?!" seru Rini menyindir ke anak murid lain yang tampak tidak peduli sama sekali dengan keadaan El. "Oh nggak ada ya, rupanya isinya SETAN semua," ujarnya lantang dan menekankan pada kata 'Setan'.
Dan terlihat beberapa cewek mendekat.
"Jangan mentang-mentang lo tunangannya KETOS jadi sok berani kayak gini ya," ungkap seorang murid cewek kepada Rini.
yang El tau cewek itu bernama Suni, merupakan salah satu murid kelasnya dan juga salah satu anggota dari genknya Vanya.
Lalu Suni melewati mereka berdua.
Rini ingin membalas ucapan cewek tadi tapi diurungkannya karena El yang kini tampak sudah melemah, terlihat sekali dari cara jalannya yang sudah sempoyongan.
Tiba-tiba seorang cowok berkaca mata datang dari luar kelas.
"Pengunguman! Pak Hadi tidak hadir hari ini jadi kita di suruh buat tugas," ujarnya dan Rini tebak bahwa cowok tersebut adalah ketua kelas ini.
"Hei lo—" ucap Rini terputus karena lagi mencari name tag cowok tersebut "Fandi tolong bawakin tas El itu yang di kursi ke UKS." Ketua kelas itu langsung melaksanakan apa kata Rini.
Rini mulai menggiring El yang kini tengah diambang kesadaran.
Di perjalanan menuju UKS Rini bertemu Reno yang notabenenya sahabat tunangannya.
"El kenapa?" tanya Reno khawatir saat melihat penampilan El yang sudah tampak berantakan,
"Di buli lagi?" Sambungnya saat mengingat kejadian sebelumnya dimana Reno mendapati El tengah terbaring di kamar mandi sekolah dalam keadaan mengenaskan dan pada saat itu El berujar dia "dibuli", tapi tidak sempat mengatakan siapa pelakunya karena gadis itu sudah terlanjur pingsan.
"Iya"
"Siapa yang buli?"
"Jangan banyak tanya cepat bantuin" ucap Rini ngegas.
"Santui donk bu Fian."
Mendengar itu membuat Rini sedikit tersipu karena di panggil dengan nama belakang tunangannya. Al-fian. Sial! Bisa-bisanya dalam keadaan genting begini masih saja bercanda.
Lalu tiba-tiba El oleng dan pingsan untung Reno langsung menyangga punggung El agar tidak jatuh.
Dan dengan sekali hentakan El sudah berada di gendongan Reno.
"Biar gue aja yang bawak dia ke UKS kamu kembali aja ke kelas, bu Tika sudah datang."
Ujar Reno yang memang tidak sengaja lewat lantai dua yang memang satu lantainya itu adalah kelas sebelas ips dan melihat bu Tika di kelas Rini.
"Okey," jawab Rini lalu kembali menuju kelasnya.
Sedangkan di sisi lain seorang laki-laki berpakaian yang sama dengan murid SMA ini tengah melihat tajam ke arah mereka.
Semua yang mereka bicarakan terdengar sangat jelas di telinganya karena dia memiliki pendengaran yang sangat tajam. Lalu matanya tertuju pada El yang tampak lemah di gendongan Reno.
Rahang laki-laki itu mengeras saat mengetahui fakta bahwa gadisnya ternyata dibuli di sekolah ini dan satu lagi dia tidak suka melihat gadisnya di gendongan pria lain.
Ah sial!
"Haruskah aku bersekolah di tempat terkutuk ini, di tempat dimana terdapat orang-orang munafik, jahat didalamnya?"
PENGUNGUMAN
Jangan lupa ajak teman-teman kalian untuk baca wattpad ya.....supaya dia terkenak virusnya wattpad
YOU ARE READING
L
FantasyPandangan semua teman-temanku langsung berubah termasuk sahabatku sendiri Rini mereka semua menganggapku aneh sejak insiden dimana aku tersambar petir di siang bolong waktu pelajaran olahraga berlangsung yang membuat tubuhku bersinar sesaat dan memb...
