“Aku sayang sama kamu”
Salwa tertegun mendengar ucapan dari laki-laki yang malam ini tiba-tiba datang ke rumahnya.
“Tapi sayang aja nggak cukup kan?” ia menghela nafas sejenak. “aku mau serius sama kamu, tapi aku juga nggak mau egois. Kamu masih muda, aku juga. Aku tahu, kita sama-sama masih punya banyak mimpi dan cita-cita yang ingin diwujudkan”
“Terus?”
“Katanya jodoh itu cerminan diri, jadi ayo kita berjuang sama-sama saling memantaskan diri dan berdoa. Hingga suatu saat nanti aku sudah pantas menjadi imam seperti yang kamu impikan dan kamu sudah pantas menjadi istri seperti yang aku idamkan”
***
YOU ARE READING
Cinta (Luar) Biasa
FanfictionSetiap orang memiliki berbagai cara untuk mengungkapkan rasa cintanya. Ada yang menunjukkan dan mengatakan langsung pada sang pujaan, atau ada yang memilih mengungkapkan lewat rangkaian kata yg ditulis begitu romantis bak seorang pujangga. Dan ada j...
