Aku bernama Arfa Hazimah
Seorang remaja perempuan usia 16 tahun.
Berambut hitam pekat.
Yang di tutupi kerudung berwarna putih.
Yang biasa dipanggil Arfa.
Hari ini adalah hari pertamaku
duduk di kelas 9A.
Kenapa harus di 9A? yah, karena dari hasil rapot aku adalah salah satu dari murid yang berhasil mendapat nilai
UKK terbaik. Sungguh aku engga menyangka ternyata aku berprestasi juga wajarlah karena aku males belajar.
"Nak,Arfa bangun udah pukul 06.00.
Udah mau telat masuk sekolahnya."
Ucap bibi oom,(sambil membangunkan ku).
" Hmm.. bibi udah siang bi."(aku kaget dengan ucapan bibi barusan).Aku langsung turun dari kasur dan mengambil handuk yang sudah bibi siapkan di sampingku,tidak lama bagiku untuk bersiap dan berangkat
Ke Sekolah hanya butuh 10 menit.
"Bi aku berangkat yah,"(sambil salim dan menguyah roti yang ada di mulutku, karena tidak sempat bagiku untuk sarapan aku langsung naik ke mobil yang sudah di siapkan sopir). "Assalammualaikum bi." (Sambil melambaikan tangan ke bibi)
"Iya,hati hati nak Arfa, waalikumsallam (balas bibi dengan tersenyum).
Tidak lama bagiku untuk sampai disekolah hanya membutuhkan beberapa menit sebelum terlambat,"akhirnya sampai juga." gumam ku.
Aku langsung naik anak tangga dan langsung menuju kelasku ga harus mencari-cari kelas seperti anak lain.
Karena sebelumnya aku sudah lebih dahulu mencari kelas yang akan aku tempati,langkah demi langkah aku masuk ke kelas yang sangat ramai dengan suara mereka yang asyik mengobrol,"assalammualaikum." Serentak di jawab "waalaikumsalam."
Oleh mereka, hmm.. aku ga mennyangka mereka aka menjawab salamku walaupun mereka sedang asyik mengobrol. Sebetulnya aku sengaja mengucapkan salam kepada mereka untuk berhenti sejenak,karena aku tidak suka suara yang keras,ramai dan berisik.
Setelah mengucap salam aku langsung duduk di kursi depan,yah aku memang suka duduk di depan, karena lebih mudah berkonsentrasi dan yang pasti aku engga bakalan di tanya klo duduk di depan wkwkwk.
Beberapa detik setelah duduk,bel sekolah berbunyi.
Semua anak yang sejak dari tadi asyik ngobrol langsung diam dan duduk rapih seperti anak tk yang akan mau pulang atau seperti prajurit yang siap angkat senjata ketika mau perang.
Entah seperti apa mereka sekarang sangat rapih sekali,ternyata itu ada penyebabnya mau tau penyebabnya? Ternyata setelah mereka duduk rapih, masuklah seorang guru perempuan berkaca mata, dan bertubuh pendek.
Dia langsung berdiri tepat ditengah dan posisi sejajar dengan papantulis, "perkenalkan nama ibu, Gabriel sinaga kalian bisa memanggil ibu dengan nama ibu Gabril dan ibu akan menjadi wali kelas kalian,(sambil tersenyum lebar). "Ah"(dengan mulut terbuka dan mata melotot) aku kaget, sambil memperhatikan bibirnya,senyumanya yang sangat lebar meningatkan ku akan sebuah film dengan judul Joker yah semoga aja dia bukan joker yang sesungguh, yang terpenting bagiku siapapun gurunya wajib di hormati.
Setelah selesai dengan perkenalan yang cukup panjang dan membuat kami ngatuk akhirnya dia keluar.
Aku kira dia akan keluar dengan lama tapi cuman beberapa detik dia kembali masuk kali ini dia mengajak seorang murid baru,aku sangat terkejut ternyata yang dia bawa adalah sahabat kecilku yang sudah lama tidak bertemu. "Perkenalkan ini teman baru kalian yang pindah ke sekolah ini dan mulai hari ini dan seterusnya dia akan sekelas dengan kita, (sambil menjulurkan tangannya).
"Ayo,nak perkenalkan dirimu". " Perkenalkan nama saya Salma khoirunisa kalian bisa memanggil saya Salma."
" Baik,nak Salma silahkan isi kursi di sebelah nak,Arfa." Salma terus berjalan dan sampailah di tempatku. Seperti seorang anak yang memiliki kekuatan magic yang bisa menebak apa yang akan aku tanyakan. " "Udah,nanti aja ceritanya panjang''(sambil tersenyum) . Aku senang sekali rasanya mau loncat saja dari atas monas,tapi untungnya aku masih waras rasanya aku senang sekali tapi di balik kesenanganku aku mau menangis karena rindu sudah sangat lama aku tidak berjumpa dengan nya bahkan aku ga punya kontaknya tapi, untungnya wajah nya masih sama seperti dulu dan tidak pernah berubah sedikit pun.
Untung hari ini pulang cepet tidak sepeti biasanya yang selalu pulang siang menjelang sore. "Nak, kita berdoa dulu sebelum pulang." Sambil menundukkan kepala ke bawah aku dan anak lain berdoa dengan khidmad. Setelah selesai berdoa tidak lama bel berbunyi dengan nyaring. Kami langsung berpamitan pulang, dan langsung turun lewat anak tangga. Aku turun bersama sahabat kecil ku yang sejak tadi hanya bisa diam dan tersenyum,seperti ada rahasia yang sedang disembuyikan saja. " Salma,aku antar pulang yah, tapi kamu harus cerita kenapa kamu bisa disini.?" Sambil melirik kearah ku, " iya, Arfa akan pulang bareng sahabat kecilku,seorang Salma akan menepati janjinya." Aku lantas memeluknya dengan erat,wajar lah aku sudah lama tidak bertemu dengannya.
Aku masuk ke dalam mobil lewat pintu kiri dan Salma masuk ke dalam mobilku lewat pintu kanan .
Bagaimana kawan ceritanya? Jangan lupaya untuk memberikan vote dan kasih tau keteman kalian untuk baca ceritaku
Sampai jumpa di halaman selanjutnya
YOU ARE READING
Hidupku Tak seindah Pelangi
Teen FictionAku hidup dengan keluarga yang lengkap sama seperti anak lain. Yang tidak kekurangan apapun yang segala permintaan nya akan terkabul. Tapi, aku hanya memiliki satu sahabat yang mengerti tentang diriku tapi dimanakah dia aku butuh dia. Karena dia su...
