"Gila ya, Jung!"
Kedua namja yang ada pada hadapannya menutup rapat-rapat kedua telinganya, teriakkan super kencang dari yeoja ini bisa membuat dua mereka pecah seketika, "Aish, jangan teriak-teriak dong! Dilihatin banyak orang tuh..." Ujar Taehyung yang sedang menutupi wajahnya karena malu
Berada di sisi pinggir lapangan basket, duduk santai sambil berbincang hal yang menurut yeoja ini tidak berguna sama sekali, ia menyesali harus menuruti kemauan mereka untuk datang kesini, "Yuna, hanya kau saja yang bisa membantu kami." Wajah bak pahatan milik Jungkook sudah berubah menjadi bocah yang baru menginjak usia lima tahun
"Benar, selain dirimu tidak ada. Ini untuk kepentingan kita bersama." Satu jitakan jatuh pada kepala milik Taehyung, namja itu hanya meringis kesakitan, yeoja ini benar-benar jahat sekali pada mereka, "Tidak. Jangan harap aku ingin membantu kalian, aku pergi." Belum ia sukses bangkit sepenuhnya, Jungkook dan Taehyung kembali menahan tangannya, "Ayolah." Mereka sudah merengek
Raut wajah Yuna sudah menatap mereka jijik dan kesal, bisa-bisanya mereka menyuruh Yuna melakukan hal yang harusnya ia hindari dari dirinya sendiri. Sekeras apapun mereka membujuk Yuna, ia tetap aka pada pendiriannya
"Kami ini kan teman terbaikmu, kenapa tidak mau membantu kami, sih? Dia tidak akan mau masuk sekolah sampai kau tidak mendatanginya." Yuna menatap mereka remeh, dia memutarkan bola matanya jengah, "Lalu, urusannya denganku apa?"
Jujur, Taehyung sudah geram sekali dengan teman semasa kecilnya ini, jika ia bukan salah satu yeoja yang penting untuk masalah ini, sumpah! Taehyung tidak akan memohon seperti ini. Bukan tipenya sekali untuk memohon pada yeoja gila ini, "Oke, aku akan memberikan apapun yang kau mau, asalkan kau membantu kami." Ujar Taehyung sebagai akhir kekesalannya
Yuna tampak berpikir, ia menghela nafasnya, "Bodoh, sudah kukatakan, hal yang aku mau adalah tidak melakukan apa yang kalian mau. Hal itu akan membuatnya semakin mendekat padaku, tentu saja aku tidak mau." Yuna menatap tajam ke arah mereka berdua, Taehyung mengacak rambutnya frustasi, "Kali ini saja, tolong bantu."
Mereka benar-benar sudah merengek dan memohon pasrah pada yeoja bermarga Lee ini, sedikit membuat Yuna goyah melihat tatapan pasrah dari mereka berdua, lagian kenapa sih permintaannya harus seperti ini? Tentu, Yuna akan mati-matian menolaknya
"Akan kupikirkan, mungkin besok aku akan memberi jawabanku?" Jungkook menatap tidak percaya ke arah yeoja itu, ini sudah hampir kesepuluh kalinya Yuna mengatakan ini kepada mereka tapi jawaban tetap sama, jadi, apalagi yang akan yeoja itu pikirkan?
Ingin melayangkan protes besar-besaran kepada Yuna, Taehyung lebih dulu menutup mulut Jungkook, "Baiklah, kami tunggu besok. Dan jawabannya harus jelas berbeda dari sebelum-sebelumnya." Yuna mengedikkan bahunya acuh dan tersenyum penuh kemenangan, "Belikan aku album dulu, baru aku akan mempertimbangkannya."
Bangkit dari duduknya, Yuna berjalan meninggalkan kedua namja yang sudah berteriak menyumpahi Yuna yang tidak perduli sama sekali dengan mereka
"Heol, aku melakukan ini hanya karena Jimin pendek itu, kalau tidak, mana mau aku memohon dan merengek seperti itu." Ujar Jungkook yang kesal menatap kepergian Yuna, sedangkan Taehyung hanya menghela nafasnya pasrah
Ia tidak habis pikir dengan otak yang dimiliki Jimin, bagaimana bisa dia menjadi 'budak cintanya Yuna' jelas sekali Taehyung mengetahui tipe ideal seorang yang Jimin sukai, sedangkan Yuna berbanding terbalik dengan apa yang namja itu sukai. Yuna lebih mendominasi dan Jimin tidak suka hal itu.
Tapi, kenapa? Apa yang ada dalam pikiran Jimin? Kenapa ia menyukai teman kecilnya itu?
[Tbc]
YOU ARE READING
BE MINE - PJM
Fanfiction"Jadi milikku, ya?" Namja gila, menurut Lee Yuna adalah panggilan yang tepat untuk namja bermarga Park ini. Selalu mengikuti kemanapun Yuna pergi, selalu berada di sekitarnya dan jangan lupakan kalau namja ini juga terus meminta Yuna untuk menjadi k...
