Prolog

12K 363 21
                                        

Minggu pagi hari ini, Shafira sengaja bangun pagi untuk bertemu dengan sahabat nya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Minggu pagi hari ini, Shafira sengaja bangun pagi untuk bertemu dengan sahabat nya. Ya lebih tepatnya, dia akan berjalan-jalan dengan sahabat nya itu. Dengan semangat, Shafira menuruni tangga dengan riang.

Dia sudah mandi dan juga sudah mengenakan pakaian yang pas dan cocok di tubuh ramping nya. Dengan polesan make-up yang tidak terlalu mencolok.

Di ruang makan terlihat ada adiknya, Bintang yang telah siap untuk sarapan. Bahkan ada juga ayah serta bunda nya yang masih terlihat muda meskipun umur mereka tidak lagi muda.

"Selamat pagi," sapa Shafira yang segera mengambil tempat duduk dekat adiknya.

Dengan serempak, mereka menyahuti sapaan Shafira dengan 'selamat pagi juga kakak' .

"Kamu mau kemana Fir, pagi pagi begini sudah rapih saja," ujar bunda Kea yang membuat Shafira menoleh.

"Aku mau hangout dengan Vera bundaku sayang," jawab Shafira dengan senyuman lembut nya.

"Kirain, anak ayah ini mau berkencan dengan laki-laki."

"Ih ayah, Shafira belum punya pacar."

Karena kesal, Shafira mengerucutkan bibirnya dengan lucu. Membuat adiknya yang sedang bermain game itu meledek nya.

"Mbak Fira udah tua, harusnya cepet cari pendamping hidup. Biar Bintang juga cepet cepet punya keponakan," ujar Bintang yang membuat Shafira kini menatap adiknya tajam.

"Adik mbak yang paling cakep,mending diem gak usah so ceramahin mbak. Lagian umur mbak juga mas-"

"Iya aku tau umur mbak masih 20 tahun, tapi sebentar lagi 21 tahun kan," potong Bintang dengan cepat seraya menaik turunkan alisnya menggoda sang kakak.

"Terserah," ucap Shafira ketus.

Keadaan pun kembali hening. Bunda Kea telah kembali dari dapur dengan berbagai masakan lainnya. Lalu bunda Kea duduk dekat suaminya.

Namun tiba-tiba, ayah Dean berbicara. Membuat Shafira kini mengalihkan perhatiannya.

"Fira, kamu benar belum memiliki kekasih?" Tanya ayah Dean menatap putri nya.

"Iya ayah, Fira seriusan."

Namun ucapan selanjutnya, membuat Shafira terdiam tanpa kata.

"Kalau begitu, ayah akan menikahkan kamu dengan anak teman ayah. Ayah harap kamu bersedia menuruti permintaan ayah."

•••

Di perjalanan menuju rumah Vera, Shafira terus saja terdiam memikirkan ucapan sang ayah. Kenapa harus dirinya yang di jodohkan? Bahkan dirinya juga ingin memilih pendamping hidup sendiri tanpa harus adanya perjodohan.

Tak sampai beberapa lama, Shafira sudah sampai di depan rumah Vera. Ternyata Vera sudah menunggu nya di depan gerbang. Dengan segera, Shafira menyuruh Vera untuk memasuki mobilnya.

Belahan Jiwaku Bidadari SurgaStories to obsess over. Discover now