Assalamualaikum manteman, kakak kakak, adek adek. Ini cerita pertama aku semoga kalian suka.
Jakarta 29 Mei 2019
“cepetan Sayang nanti kamu telat kesekolahnya” ucap wanita paruh baya kepada anak gadisnya yang bernama Azzelia Joy wijaya yang biasa dipanggil joy. Gadis berparas cantik dengan rambut sepunggung yang merupakan anak satu-satunya dari pasangan Mr. Johant wijaya dan Prita putri.
“Iya bun bentar tanggung ni nontonnya” jawab joy yang tengah menonton kartun kesukaannya ditelevisi, bunda hanya menggelengkan kepala melihat anak gadisnya itu yang masih saja kekanak-kanakan.
“Bun kok joy berfirasat akan ada sesuatu hal yang terjadi ya?”
“Ahh kamu ini cepetan udah jam 07.50 tuh”
“Huaaaaa bunda joy telattttttt” joy langsung bangkit dan berlari membawa tas dan memakai sepatunya.
Joy berangkat diantar oleh ayahnya, menembus jalanan kota Jakarta yang dipenuhi kendaraan orang-orang yang hendak beraktivitas baik bekerja, sekolah,ataupun aktivitas lainnya.
Macet memang selalu membuat Joy kesal apalagi saat ini dirinya harus buru-buru kesekolah mengingat ini adalah hari pertama Joy pergi ke sekolah barunya.
Rasanya seperti hidup dan mati bagi Joy. Dan benar saja gerbang sudah ditutup oleh satpam. Beruntung ayah Joy memberikan alasan yang tepat agar Joy bisa masuk.
Joy memasuki gerbang dengan tergesa-gesa dan mencari Ruang guru, tanpa disangka iya terjatuh karena menabrak seseorang, “aduhh sakit” Joy meringis sementara orang yang menabraknya tidak merespon apapun justrus suasana sangat hening, Joy mendongakkan kepalanya ke atas ternyata orang tersebut berlalu begitu saja, membuat joy kesal.
“Woi...loo....ishhh nyebelin banget siii...bukannya bantuin malah pergi” teriak joy dengan nada kesal, sementara laki-laki itu hanya berbalik dan tetap melanjutkan langkahnya menyusuri koridor.
“awas aja tuh orang kalo ketemu, Joy rebus tuh cowok pake panci bunda” joy mendengus kesal sambil terus menatap punggung cowok tersebut yang perlahan mulai menghilang dari pandangannya.
Joy memasuki ruangan kelasnya dengaan di antar oleh Bu Cika yang mewali kelasi 11 IPA 4 kelas Joy sekarang.
Tidak butuh waktu lama bagi Joy akrab dengan teman teman sekelasnya, bahkan sahabat Joy yaitu Sarah dan Karin juga berada dikelas ini.
Segitu dulu ya cerita dari author, maaf Gj soalnya ini cerita pertama akuu...
Jangan lupa terus semangatin aku yaa🖤🙂🙂🥰
Follow ig aku juga ya
@s.yulirahma_29
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajoy
Fiksi Remaja"Mencintaimu itu bukan rencana awalku Sat percayalah" kata Joy dengan mata yang membengkak, air mata yang terus bercucuran. "Keinginan gue bukan dicintai seorang pembunuh" ucap satria tegas dengan tatapan murka. Jelas itu semakin menghancurkan hati...
