Prolog

80.4K 5.5K 460
                                                  

Nela Wardani sadar bahwa dirinya banyak kekurangan. Dia suka ghibah. Dia suka ngomongin keburukan orang. Dia senang bila orang yang dibencinya menderita. Bukan hanya itu, Nela juga hobi membaca cerita atau komik dewasa, sehingga jangan heran kalau Nela paham hal-hal berbau mesum dan vulgar. Ia pakam soal begituan.

Meskipun Nela jomblo dari lahir, tetapi Nela dikenal sebagai pakar percintaan di kelasnya. Dia sering menjadi mak comblang dan tempat konsultasi tentang orang ketiga, perselingkuhan, atau diputusin pas lagi sayang-sayangnya. Tentu saja, sumber untuk konsultasi tersebut, Nela dapatkan dari novel percintaan yang sering dia baca.

Oh ya, Nela memang sering membaca novel tetapi dia tidak pernah membelinya. Dia modal minjam dari sahabatnya, Diandra, si anak sultan, sebutan Nela. Nela bahagia menjadi sahabat Diandra, anaknya asyik dan gak pelit. Mereka berdua langsung nyambung saat berkenalan pertama kali waktu MOS.

Ketika lulus sekolah, Nela mendapatkan hidayah. Ia pun memutuskan untuk berhijab. Dia ingin hijrah ke arah yang lebih baik. Jika dulu dia tak ragu memakai celana pendek dan atasan kengsi, atau dress yang panjangnya hanya sampai setengah paha, kini Nela memutuskan untuk selalu memakai gamis.

Keputusan untuk memakai hijab, didukung penuh oleh ibu, kakak, dan sahabatnya. Nela juga semakin yakin setiap mengingat pesan almarhum sang ayah yang ingin melihat putri semata wayangnya memakai hijab saat Nela kelas 9. Sayang, saat itu Nela ingin menghabiskan masa remajanya dengan memakai baju-baju trendi, sehingga mengabaikan titah ayahnya. Walaupun sudah terlambat, Nela ingin memenuhi permintaan ayahnya yang kini telah berada di surga.

Namun ternyata, proses menjadi lebih baik itu banyak cobaan.

Pertama, saat melihat sahabatnya menikah. Nela yang bertekad untuk taaruf-an, perlahan goyah. Melihat betapa romantisnya Diandra bersama suami, Nela jadi ingin merasakan manisnya berpacaran. Tetapi, untung saja niat itu kandas setelah menerima wejangan dari ukhti-ukhti yang sering Nela temui saat pengajian.

Cobaan kedua bahkan lebih berat lagi.

Nela bertemu dengan pria yang mencuri ciuman pertamanya. Well, meski cuma kecupan ringan di pipi, tetap saja Nela merasa terhina. Apalagi, pria itu adalah playboy! Playboy cap kadal yang selalu bermain wanita. Baginya, wanita seperti pakaian yang bisa diganti kapan saja kalau sudah kotor. Besok sama kuntilanak, lusa sama sundel bolong. Minggu depannya sama suster ngesot.

Nela baru bertemu pria itu tiga kali, tapi tiga kali pula pria itu mengganti gandengannya. Astaga, Nela sampai berdoa dalam hati supaya tidak berhubungan dengan pria itu lagi. Amit-amit deh. Nela cuma kepingin jodohnya itu alim, anak ustad, rajin sholat, dan khatam Al Qur'an. Kalau bisa, jodohnya itu gak pernah pacaran.

Tetapi kenapa, setiap kali Nela berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi pria itu, pria itu justru semakin gencar mendekatinya?

Tidak cukup memblokir nomor, Nela harus pusing mencari jalan pintas setiap pria itu menjemputnya di depan kampus. Dengan wajah songong dan gaya angkuh khas orang berduit, Nela sangat muak melihat cara playboy itu memamerkan pesona recehnya.

Pria itu bernama Bram. Nela tak mau bersusah payah mengetahui nama lengkapnya. Sama seperti kehadiran Bram, nama lengkapnya itu ... tidak penting.

☻☻

Bram Sadewa tidak pernah kekurangan kasih sayang. Mencari kekasih baginya sama seperti mencari baju di mal. Mudah. Gampang. Selesai.

Ia tidak peduli disebut sebagai playboy kelas kakap. Karena memang begitulah dia. Seminggu ada tujuh hari, dan dalam tujuh hari itu, dia bisa mendapatkan tujuh wanita untuk menemani setiap malamnya.

Bram bukan pria suci, dan dia tahu itu.

Ia sudah terbiasa menerima tamparan wanita ketika dia memutuskan mereka secara sepihak hanya karena alasan bosan. Atau karena mereka tidak bisa memenuhi hasrat seksualnya yang besar.

Bram sadar bahwa kebiasaannya dalam bergonta-ganti pasangan itu buruk. Namun entah kenapa, dia tidak bisa berhenti.

Sejak ia memergoki ibunya berselingkuh dengan pria lain, yang juga menjadi alasan orang tuanya bercerai, Bram membenci sosok wanita. Bahkan ketika ayahnya menikah lagi, Bram tetap saja tidak bisa menghapus rasa kebencian di hatinya.

Bagi Bram, wanita hanyalah pajangan.

Dia tidak pernah menaruh simpati terhadap kaum hawa. Semua perlakuan lembut dan royalitas yang ia tujukan kepada pasangannya, hanyalah tipu muslihat. Meski ia mendapatkan kasih sayang dari mereka, Bram tetap merasa hampa.

Ia sudah lupa bagaimana perasaan ketika jatuh cinta.

Namun ketika bertemu dengan gadis manis yang memakai hijab berwarna pink saat pesta pernikahan kakak sepupunya, Bram merasakan sensasi menggelikan. Anehnya, dia tidak membenci sensasi itu.

Mereka lirik-lirikan. Walaupun lirikan darinya seperti lirikan muak dan menjijikkan, tetap saja Bram menyukainya.

Gadis itu datang bersama teman-temannya yang bersikap alay ketika melihat Calum Scott bernyanyi. Bisa dibilang, gadis itu lebih alay lagi saat berada di panggung. Bram jadi tahu kalau gadis itu adalah sahabat adik iparnya.

Nela namanya.

Nela bukan tipe wanita kesukaan Bram. Nela bukan wanira seksi, bukan wanita yang terlihat rela menjual dirinya demi iPhone terbaru, dan bukan wanita penggoda yang menginginkan status sebagai kekasih pria kaya.

Bahkan Nela memiliki kriteria wanita yang Bram hindari mati-matian, yaitu wanita berhijab. Biasanya, Bram sama sekali tidak akan berminat pada wanita alim yang rela menutupi mahkotanya dengan kain, tetapi Nela sangatlah berbeda.

Apalagi saat Bram berhasil mencium pipinya, Bram semakin menginginkannya. Sensasi mencium pipi Nela yang mulus dan seharum bayi membuat jiwa Bram bergelora.

Rasanya aneh.

Rasanya nikmat.

Rasanya cenat-cenut.

Sudah lama Bram tidak mengejar wanita, dan dia melupakan betapa asyiknya ketika berperan sebagai pria sesungguhnya. .

Predator yang mengejar mangsa.

Begitulah yang ia rasakan saat mendekati Nela.

Dan Bram ingin tahu, apakah perasaan menggebu di hatinya akan hilang ketika sudah mendapatkan Nela?

Ia menantikannya.









♡♡♡♡







.

New story.

Sekuel Jodohku Om-Om?!!

Release in 2020.

See you next time ☻

See you next time ☻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.






Playboy InsafTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang