01

3 1 0
                                        

"Naya bangun ini udah jam berapa" ucap seorang wanita yang sedang membuka gorden kamar Naya.

Naya menggeliat , membuka sedikit matanya ketika cahaya mentari pagi menyinari kamar Naya.

"Ma ini baru jam 7, Naya ngantuk, lagipula hari ini minggu" ucap Naya menutupi mukanya dengan selimut, membuat wanita dihadapannya sekarang geram.

"Kamu ini gadis masa bangun siang, cepat bangun atau mama siram ya kamu pakai air"

Naya langsung bangun dari tempat tidurnya, menggeram kesal pasalnya Naya semalam bergadang membuat tugas yang diberikan gurunya. Benar benar menyebalkan, pikirny.

"Mama keluar deh, Naya mau mandi" ujar Naya mengusir Vira-mama-.

Vira hanya menggelengkam kepalanya melihat sikap anak bungsunya. Vira keluar dari kamar Naya, lalu menutup pintu kamar Naya.

Naya langsung membereskan tempat tidurnya, lalu memainkan handphone sebentar sebelum dia menyentuh air.

Senyum Naya terbit setelah melihat satu pesan masuk dari ponselnya, setelah itu Naya langsung meletakkan handphone nya, lalu bergegas mandi dengan senyum yang terukir diwajahnya.

***

"Good morning princes" ujar Nando saat melihat anak gadisnya turun.

"Good morning papa, papa abis dari mana?" Tanya Naya saat melihat baju yang dipakai Nando basah semua.

"Biasa papa abis lari pagi" ucap Nando sambil mengganti Chanel televisi.

"Mama sama papa udah makan?" Tanya Naya saat mendekati papanya.

"Udah dong, kamu makan sana nanti maag kamu kambuh lho" ujar Nando mengelus kepala anak gadis nya itu.

"Pa Naya makan diluar aja ya, Naya mau diajak pergi nih" ucap Naya dengan senyum mengembangnya.

Nando memicingkan matanya, menatap Naya dari atas sampai bawah. Naya yang merasa terintimidasi pun kesal.

"Ya ampun papa ngapain sih ngeliatnya gitu banget, serasa maling aku" ucap Naya kesal.

"Kamu cantik banget pagi ini, mau kemana?" Tanya Nando.

Ting tong
Suara bel rumah Naya berbunyi, Naya langsung berlari membuka pintu rumahnya, mengabaikan pertanyaan Nando.

"Selamat pagi princes" ucap lelaki dihadapan Naya.

Naya yang tersipu membalas ucapan dengan malu-malu, "Selamat pagi Rafa, masuk dulu"

Naya memasuki rumahnya diikuti Rafa dibelakang Naya. Nando yang melihat Rafa datang pun tersenyum, Nando senang saat putrinya senang.

"Assalamualaikum, selamat pagi om" sapa Rafa sebelum menyalami Nando.

"Wa'alaikumussalam, pagi juga Rafa, kalian mau kemana?" Tanya Nando saat melihat pakaian yang dikenakan Rafa berbanding kebalik dengan pakaian yang dikenakan putrinya.

"Biasa om, mau lari pagi" ucap Rafa yang sudah duduk disebelah Nando.

Nando melirik putrinya sekilas, "Mau lari pagi? Kok perempuan dekatmu itu pakek pakaian gitu? Kirain mau kondangan"

Naya melotot saat papa nya berkata seperti itu, Naya mulai memperhatikan penampilannya, not bad lah, pikirnya.

"Gakpapa om, yang penting cinta" ucapan Rafa membuat Nando tertawa, anak muda memang hanya tau cinta tanpa tau makna cinta itu sendiri.

"Yaudah Naya ganti lagi pakaiannya, padahal gini juga cantik kok" ucap Naya pergi ke kamar meninggalkan dua lelaki tersebut.

15 menit Naya mengganti pakaiannya, lalu Naya turun dan mengajak Rafa langsung pergi.

Rafa berpamitan dahulu, dan disusul dengan Naya yang berpamitan dengan Nando, karena Naya tidak melihat Vira sedari tadi.

Rafa dan Naya langsung pergi menuju tempat jogging mereka berdua.

***

"Raf capek" Naya mengistirahatkan tubuhnya setelah 3 putaran yang sudah mereka lewati.

Rafa yang melihat Naya duduk langsung menghampiri Naya, Rafa mendaratkan bokongnya disamping tubuh Naya.

"Kamu mau makan sekarang?" Tanya Rafa seakan mengerti isi pikiran Naya.

Naya merubah posisinya, sekarang posisi Naya berhadapan dengan Rafa, membuat Rafa terkekeh geli.

Rafa langsung berdiri, menarik tangan Naya lembut membuat Naya berdiri dan berjalan mengikuti Rafa.

Naya tersenyum girang melihat pemandangan didepannya, Rafa membawanya ketempat kuliner. Memang disini disediakan tempat untuk makan setelah kita jogging maupun senam pagi.

"Kamu mau apa?" Tanya Rafa masih menggenggam tangan Naya lembut.

Naya melihat sekeliling, ah rasanya Naya ingin membeli semua makanan disini, terlihat menggoda.

"Aku mau bakso, mau sosis, mau es-"

"Makan nasi dulu Naya!"

Naya yang mendengar perintah Rafa pun mengandalkan muka memohon seperti kucing, dan seperti biasa Rafa tidak tega jika Naya mengandalkan muka kucingnya.

"Hem yaudah boleh" pasrah Rafa yang membuat Naya tersenyum senang.

Naya mengambil ahli, Naya langsung menggandeng tangan Rafa dan mengajak Rafa menyantap bakso favorit Naya.

"Bang bakso isi cabe 1, sama bakso biasa 1, es teh nya 2 ya" ujar Naya tersenyum senang.

Rafa hanya menghela nafas pasrah, Rafa tidak akan pernah bisa menolak keinginan Naya kesayangannya.

Naya menduduki kursi yang telah ditempati Rafa, Naya berhadapan dengan Rafa membuat Rafa gemas melihat ekspresi lucu kekasihnya itu.

"Rafa, aku boleh pinjem handphone kamu?" Tanya Naya kalem, membuat Rafa menahan tawanya.

"Nih pinjem aja, kamu nggak usah gitu deh ekspresi nya, lucu banget si" Rafa mencubit pipi Naya gemas, membuat Naya kesakitan.

"Rafaa nakal banget deh" Naya membalas Rafa dengan menyubit lengan Rafa.

"Permisi mbak mas, ini pesanannya. Selamat menikmati"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 29, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

HILANGStories to obsess over. Discover now