"Justin"
Pria yang sedang duduk dengan memegang handphone ditangannya langsung menoleh ketika namanya dipanggil.
Dia adalah justin, cowo yang mempunyai bulu mata tebal, mata sipit dan bibir merah muda.
"Lo jadi Mau masuk Jurusan Matematika apa kimia?"Tanya al.
Al, atau lebih tepatnya mahesa alvaro. Dia adalah sahabat justin sejak SMP. Dan sekarang mereka satu sekolah lagi di SMA garuda bangsa.
"Gatau masih keder"Ucap justin.
Al langsung menjitaknya.
"Lah sih gimana kan pemilihan jurusan hari ini."
"Lo si pilih jurusan apa?"
Bukan nya menjawab pertanyaan al, justin malah menanyakan balik pada al.
"Lah si gimana malah nanya balik. Hidup ini pilihan dan gue milih jurusan kimia. Dan lo juga harus memilih"Jawab Al dengan lantang.
"Oke hidup ini pilihan, tetapi jika kita tidak memilih. Itu adalah pilihan kita"Jawab justin dengan santai.
Al langsung memutar bola matanya malas.
"Serah lo dah serah"Ucap al dengan malas.
VOUS LISEZ
JUSTIN
Roman pour Adolescents"Hidup itu pilihan, tetapi jika kita tidak memilih, itu adalah pilihan kita" ~Justin
