I┊͙PHP꒱

25 3 0
                                        

      Pagi hari yang cerah,secerah binar mata yang tersorot dari seorang gadis manis yang kini tersenyum lucu menunjukan dua lesung di pipinya yang menambah kesan imut dalam senyumnya.

      Gadis itu berjalan menghampiri seseorang sembari masih tersenyum,tapi seperdetik kemudian.
    Langkah itu terhenti......

    Dua sudut bibir yang sedari tadi terangkat kini mulai mengendor dan turun,mata yang terus berbinar kini menyendu,gadis itu membalikan dirinya dan melangkah menjauh dengan kepala menunduk.

     Dukk...

   Gadis ini mengadahkan kepalanya mendapati seorang pria menatapnya tidak senang,dingin,dan menakutkan.
   "G-gw minta maaf"-ucapnya terbata.
   
    Pria itu hanya menatap sembari mengangkat satu alisnya,memperhatikan gadis di depannya dengan intens,lalu pergi melewati begitu saja.

    Gadis ini hanya mengerinyit heran,kesal,dan tentu saja masih merasa sakit hati atas kejadian tadi.

      Reana Arissa Salshabila,gadis imut dengan dua lesung di pipi,berkepribadian dingin namun peduli,bisa di bilang tsundere.

    Arissa melanjutkan acara jalannya kini ia menuju rooftop sekolah,ingin menggerutu atas apa yg terjadi hari ini,mumpung guru sedang rapat sampai waktu istirahat pertama,dia putuskan untuk mengomel sendiri di rooftop.

    "Kenapa gw harus suka sama dia sih!"

    "Bodo banget anjir,ganteng kaga tu cowo!pake tp tp ke adek kelas gatau gua cemburu apa njing!"

    "Arghh sialan banget si leo!kenapa gua suka dia dah!"

     "Lu marah-marah ga bakal balikin keadaan"-

    Suara itu membuat arissa tiba-tiba terdiam,dan merutuki dirinya yang tak melihat sekitar apa tempatnya aman untuk menyumpah serapahi leo.

      "Lo siapa!"-tanya arissa rusuh

      "Sianipar,sumpah serapahlu aman sama gua,gua bukan tipe kompor,lain kali cari tempat yg lebih aman"-ucap orang itu.nt

   Arissa tak bisa melihat jelas mukannya,dia memakai jaket hitam dan bertopi,penampilannya sudah mirip seperti artis yg mencoba menyamar saat akan berpergian.

     "Argghhh sial banget si idup gua!!!"-emosinya.

-

      "Loh kok cuma lima?rere mane?"-tanya fanni tiba-tiba

    Kelima gadis ini celingukan,dan mengedarkan pandangan keseluruh kelas tetap saja yang bernama rere itu tidak ada di tempatnya.

      "Nyusahin amat dah,laper juga! aelah"-celetuk berlian dengan muka lesunya.

     "Apa cari gua?!"-

      "Kaget anjir!"-bentak riris sembari memukul gadis yg mengagetkannya itu ya dia rere 'reana arissa salshabila'

      "Udah lengkap pan ye,dah yu ah kantin laper ni njing"-tutur mita

      "Ngegas lu sat"-kini bella menyahuti

     Di tengah perjalanan rere tak sengaja mengedarkan pandangannya dan tertangkap lah sosok yang ia temui di rooftop tadi,rere melamun terdiam memandangi orang itu yang berjalan kearah perpustakaan.

     "Ngelamun mulu awas nabrak.."-suara yang sukses membuat rere terkejut,bukan suara ke lima temannya melainkan suara yang sosoknya benar-benar sedang di hindari oleh rere.

    "Ya makasih"-ucap rere singkat.

    Rere melanjutkan jalannya dengan banyak tatapan dari ke lima temannya,tatapan seakan mengatakan 'Bucin mode on' seperti biasa rere akan memasang wajah judesnya di sepanjang jalan menuju kantin.

      "Dah lu pada mau makan apa?"-tanya mita

      "Traktir cuy?"-tanya bella dengan antusiasnya.

      "Mbahmu traktir,bayar sendiri anjir"-protes mita dengan mata yg melotot

     "Samain aja ta biar gampang"-ucap fanni.

    Di sela-sela itu rere kembali melamun,terdiam memikirkan sesuatu, 'kok gua jadi penasaran ya' pikirnya dalam otak,iya rere masih memikirkan si cowok serba hitam itu sebut saja blackie.

      "HOYY,ngelamun jorok kan lu?!"-berlian

   Pletaakk.

       "Awshh sakit nyet"-sewotnya.

       "Lagian tu mulut asal jeplak bae"-kata rere sembari menatap sinis,berlian hanya nyengir kuda.

        "Lu sama leo sebenernya ada apaan si?pacaran?"-tanya fani yg sedari tadi diam.

         "Wutt"-kaget rere menoleh ke arah fani,'pacaran bhahaha mau sih' pikirnya.

         "Kaget berarti iya"-cletuk riris yg langsung disambar pelototan rere.

         "Ga pacaran"-jawabnya singkat.

   Setelah itu mita tiba dengan membawa beberapa piring somay yg dia pesan.

-

  Bell pulang sudah berbunyi sejak 5 menit tadi,tapi murid bernama reana ini masih belum beranjak dari kursinya,sedangkan teman-temannya semua sudah keluar kelas dan pulang.

    "Ga sudi ni gua sendirian di kelas kalo bukan buat nunggu dia pulang juga"-gerutu gadis berlesung pipi itu di keheningan kelas.

    Ya,rere menunggu leo karena memang leo menjanjikan akan pulang bersama rere.

     "Lama amat ya"-katanya sembari menatap jarum jam tangannya yg sudah menunjukan pukul 5 sore.

    Rere beranjak dari duduknya,pergi keluar kelas,menengok ke kanan dan ke kiri kosong.

      "Ke parkiran aja deh"-ucapnya sumringah.

    Sesampainya di parkiran iya terkejut,dimana kendaraan yg biasa leo pake,motor sport hitam kesayangan leo,rere ingat betul tadi pagi leo membawa motornya.

      "Alamat ini mah gua di tinggal,ckk php'n aja terooos"-jengkelnya.

    Brumm brummm

   Suara deruan motor membuat gadis ini menengok,ohh anak basket rupanya,gadis ini pun kembali berjalan ke arah gerbang keluar.

    Tiba-tiba saja motor yg tadi mengagetinya berhenti di hadapannya,rere yg tadi menundukan kepalanya kini mengadahkan kepalnya.

      "Lu....."

TBC

hawooo????
dengan arissa disini,aku bikin cerita Real life ku loh,tapi sedikit ku tambahin imajinasi yang tiba-tiba terlintas di otakku yang kecil ini...

bagaimana pendapat kalian dengan cerita ini?????

Selanjutnya jangal lupa Voment,saya menyayangi kalian terimakasih😍

ARISSAWhere stories live. Discover now