Plaakkk.........
Sebuah telapak tangan singgah dipipi bella.
Keadaan di mansion tiba-tiba menjadi hening sesaat. Dan setelah beberapa saat cacian terdengar.
" Dasar anak tidak tahu diri, tidak tahu diuntung. Dengan mudahnya kau mengotori nama baik keluarga dengan skandal menjijikan itu belum lagi pekerjaan murahanmu itu " ujar papi bella dengan teganya.
" murahan dari mananya udah derajatnya wanita itu memasak dan bella hanya mempelajarinya lebih dalam ". jawab bella dengan beraninya sambil menahan air matanya yang akan menetes.
"masih aja ngejawab , siapa yang ngajarin kamu hah , ngelawan sama orang tua".
Papi bella ingin melayangkan lagi tamparan pada bella namun tiba-tiba mami bella menahan tangan papi bella dan berkata
"pii, udah pii jangan lakuin ini sama anak kita kan bisa dibicarakan baik-baik"lirih mami bella sambil menahan isak tangisnya.
"Tidak bisa mi, ini sudah keterlaluan"."iyaa mami tau, bella kamu masuk kekamar".perintah mami bella.
"Udah yaa pi tenangin diri papi dulu".ucap mami sembari menuntun papi untuk duduk disofa.
☆☆☆☆☆
Hari ini bella berencana untuk kabur.
"Aku harus pergi dari sini, ini semua sudah tak terkendali lagi. Teganya papi nampar aku, aku harus pergi"gumamnya.
Bella menuruni tangga dengan tergesa-gesa.
"Mau kemana kamu"suara papi menghentikan langkah bella.
"Bukan urusan papi"ujar bella datar.
"Dasar anak sialan, kalian bawa dia kekamarnya dan kurung dia disana".perintah papi bella pada 2 bodyguardnya.
"Maafkan kami nona"ujar salah satu boduguard.
"Tidak, bella mau keluar dari rumah ini, bella mau pergi papiii...... lepaskan bodoh!!!!".teriak bella namun diabaikan oleh papi yang sedang menggeleng-gelengkan kepala sambil menekan pelan kepalanya yang terasa berdenyut.
"Lepaskan bella papiii...., bella bisa menyelesaikan masalah bella sendiri, papi lepaskan bella." Teriak bella keras dibalik pintu kamar bella, ia membuka dan melihat sekeliling ternyata 2 bodyguard papinya menjaga didepan kamarnya.
"Shit shit shit, bagaimana aku bisa keluar kalau didepan ada penjagaan." Rutuk bella.
☆☆☆☆☆
Jam dinding dikamar bella menandakan sekarang pukul 23.54 berarti 6 menit lagi lebih tepatnya saat pukul 00.00 waktunya semua pekerja di mansion ortu bella istirahat, cctv pun diistirahatkan dibeberapa tempat. Ini waktu yang sangat ditunggu oleh bella sedari tadi.
Diluar pun sudah ada teman sekuliahnya dulu menunggu.
Dengan berjalan layaknya maling tapi di rumah sendiri bella menuju pintu belakang sesampainya digerbang belakang tempat para maid keluar dari area mansion bella menyuruh temannya itu untuk menunggu.
"Oh.. iya aku hampir lupa, stev bentar yaa".
"Sipp cepat yaa". Bella meninggalkan stevany.
Setelah mengambil yang ia butuhkan bella langsung turun dan menghampiri stevany lalu mereka pergi ketempat yang bella minta.
"Lo kok kabur sih bell???, gak kasian apa lo sama ortu lo". Tanya stevany
Bella menghela nafas berat "gue sih kasian siapa sih yang gak kasian tapi, yaa mau gimana lagi udah cita-cita gue jadi seorang chef percuma dong gue kuliah jauh-jauh sampai ke italia".
"Yaa kan lo kuliah itu tanpa sepengetahuan ortu lo dengan alasan 'ingin merasakan kebebasan dulu sebelum sibuk dengan perkuliahan' itu kan sama aja lo udah nipu mereka, padahal mereka kan gak akan ngizinin lo kuliah ke italia apalagi jurusan tata boga."
"Stop." "Apa??" "Gue bilang stop" teriak bella, ia muak dengan ocehannya stevany.
"Biar gue yang nyetir gue pengen cepat sampai, daripada dengerin ocehan lo."
"Serah lo bell." Pasrah stevany
Diperjalanan ia melihat stevany tertidur lalu bella menambah kecepatannya diatas rata-rata tak berapa lama saat bella lengah ia melihat ada truk yang lampu truk itu tidak menyala dan yang paling sialnya bella tidak bisa me-rem mobilnya remnya macet.
"STEV STEV STEVANY" teriak panik bella sambil menbangunkan stevany.
"Apaansih"
"AAaaaaaaaaaaaa" teriak mereka
Braak!!
Inikah akhir hidupku
☆☆☆☆☆
Suara sirine ambulance memecah keheningan ditengah malam.
Kecelakaan yang terjadi begitu mengenaskan, terdapat 2 korban yang sudah dibawa ke RS terdekat entah siapa yang membawa mereka.
Siapa lagi kalau bukan bella dan sahabatnya stevany yang menjadi korban. Entah siapa yang menyelamatkan mereka.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
TBC
Hai hai readers segini dulu yaa maklum ini cerita pertama aku nih
Awalnya sih aku nulis cerita ini itu projek aku sama 2 teman aku lainnya yang sama gilanya sama aku tapi gak jadi
Tapi aku udah ngayalnya udah jauh kata kedua temen aku 'udah lanjutin aja kasian tu di bella ngegantungin edgar'
Semoga suka sama cerita aku ini
Dan jangan lupa vote dan coment yaaa
Next chapter mungkin aku cast peran tapi liat next aja deh aku belum tahu siapa yang akanku jadikan castnya
Ada saran gak readers aku butuh banget nih
Semoga cerita aku gak ngegaje yaa
YOU ARE READING
MY MINE
Romance"Yaa kan lo kuliah itu tanpa sepengetahuan ortu lo dengan alasan 'ingin merasakan kebebasan dulu sebelum sibuk dengan perkuliahan' itu kan sama aja lo udah nipu mereka, padahal mereka kan gak akan ngizinin lo kuliah ke italia apalagi jurusan tata bo...
