"Revan revan bangun dek udah jam 6 tuh" teriak seorang wanita yang bisa dibilang bundanya revan
Revan masih menggeliat di pulaunya itu tapi tiba - tiba dia terbangun mengingat sesuatu
"sial udah jam 6 nasi uduk bu edah keabisan dh ini mah" kata revan yang langsung lari ke kamar mandi.
Bukan tugas melainkan nasi uduk yang diingatnya.
Tak cukup lama Revan turun dari kamarnya langsung berpamitan dengan bundanya
"Bunda Epan jalan dulu ya bun" kata Revan sambil memakai sepatu
"Lho kamu ga sarapan dulu" kata bunda sedang menyiapkan nasi goreng
"Udah telat aku bun" kata Revan
"Semalem tuh tidur bukan mabar" kata laki laki yang sedang sarapan
"Kan yang ngajakin mabar lu bang, gara-gara lu gue jadi kesiangan" kata Revan ngegas
yaps tadi itu adalah kaka laki laki Revan yang pertama karna yang kedua adalah Revan, namanya Devano Pratama Nugraha
"Lah salah sendiri kok mau aja" kata Devano dengan santai
"Lu yang maksa anjir jadi gue yang salah" kata Revan sambil mengambil tas
"Lah terus lu mau nyalahin gue gitu" kata Devan ngegas
"Iya lah orang lu yang ngajakin" kata Revan gamau kalah
"Lah gue lebih tua ya dari lu inget ya tua selalu benar" kata Devan gamau ngalah juga
"Dih bangga amat jadi tua" kata Revan
"Udah sarapan dulu lanjutin berantemnya nanti" kata bunda melerai
"Bunda anaknya yang ini buang aja lah bun ngeselin" kata Revan menunjuk Devan dengan wajah kesal
"Lu aja sono" kata Devan sambil melahap nasi goreng
"Nanti bunda buang kalian berdua kalo masih berantem" kata bunda dengan tatapan maut
"Yah bunda jangan dong" kata Revan dan Devan bersamaan
"Nanti kita gada yang kasih makan" kata Revan dengan muka melas
"Nanti kita tinggal dimana bun" giliran Devan yang melas
"Udah sana berangkat kalian berisik kalo lagi berantem" kata bunda sambil memberikan kotak bekal
"nih bekelnya dibawa harus abis kalo ga abis gausa pulang" kata bunda sedikit ngegas
"ih gamau ah kek kek apa ya masa bawa bekel" kata Revan menolak
"udah sini bekel lu buat gue mayankan uang jajan gue aman" kata Devan ingin merebut bekal Revan tapi ditahan
"ooh tidak bisa mail" kata Revan sambil memeluk bekalnya
"yee ijat tadi gamau" kata Devan
"udah sana kalian sekolah" kata bunda sedikit mengusir
"ih bunda ngusir nih" kata Devan
"iya udah sana" kata bunda mendorong Revan dan Devan keluar
"yaudh bun kita jalan dulu" kata Devan
"assalamualaikum" -revan devan
"waalaikumussalam, jangan ngebut ya" pesan bunda
"asiyaap bun" kata Revan
--------
"yo watsap gess" teriak Revan dengan heboh
"BERISIK" kata Rena sedikit ngegas
"buset galak" kata Revan
"heh nih nasi uduknya" kata Arkan teman sebangkunya Revan
"asikk gini dong gratiskan?" kata Revan yang langsung membuka nasi uduknya
"enak aja di dunia ini gada yang gratis kecuali udara" kata Arkan
"yaelah pelit amat berapa si emg?" kata Revan ngedumel
"nasi uduknya sih 5rb tp kan bensin sm tenaga gue ya jadi 20rb lah" kata Arkan sambil ngitung
"najis dasar rentenir bunganya byk bgt" kata Revan ga terima
"yauda sini nasinya" kata Arkan merebut nasduknya Revan
"borok sikutan najis" kata Revan
"bayar 20rb dulu sini" kata Arkan
"gelud aelah kuy" kata Revan esmosi
"lah skuyy" kata Arkan dgn semangat
Saat sedang asik gelud datanglah
jeng jeng jeng jeng
*maap ya kalo ga jelas hehehe:))
.
.
.
.
tbc
YOU ARE READING
ABSURD
Teen FictionGimana jadinya cewe dingin ketemu sama cowo bobrok? Elina Cassandra Freya cewe biasa berparas cantik namun berhati dingin bertemu dengan Revan Pratama si tampan yang fansnya kaya kacang goreng padahal kelakukan bobrok. "Kenapa lo ngikutin gue terus...
