24 September 2019
Ruang Kelas XII Bahasa 2
Pukul 14:00
Pelajaran telah usai semua murid berjalan keluar, kecuali anak anak yang masih mengerjakan tugas mereka di usai jam pelajaran yaitu piket.
Dan hanya aku yang masih duduk di bangku kelasku, rasanya malas beranjak ketika aku melihat buku diaryku yang aku sampul coklat. ya biar seperti seragam kebangganku yaitu seragam pramuka.Dari jaman sd hingga terakhir ku tulis dua hari yang lalu. Ya dua hari yang lalu adalah hari dimana aku dan teman teman lepas jabatan sebagai DA ( Dewan Ambalan) /Bantara. Aku lepas jabatan sebagai Pradani (Pradana Putri) dan sekarang di gantikan oleh Syifa Ayu Latifah anak kelas XI Ipa 2. Dan Refan Eka Saputra teman ku lepas dari jabatan Pradana Putra dan di gantikan Muhammad Rian Putra anak kelas XI Ips 2.
Aku tersenyum ketika buku itu selesai ku tulis dan rasanya banyak sekali kenangan yang terabadikan pada lembaran buku itu.Kisah masa kecil pramuka ku sampai aku menjadi penegak pun semua ada pada buku itu. Keingian ku, perasaan ku dal hal yang terjadi kala itu tentunya juga dengan kisah suka ku hingga air mata semua tercatat rapi disana. Ingin rasanya aku menangis ketika aku mengigat kisahku yang sangat menyakitkan namun aku juga tersenyum bangga karena ada beberapa hal yang membuatku bahagia sebagai obat penyembuh luka.
"Nay pulang yuk , udah selesai nih piketnya" ajak Nirma membuyarkan lamunanku.
Nirma Aisyah adalah teman sebangku ku.Dia salah satu siswa yang tugas piket hari ini.
"Eh udah selesai toh , bentar aku masukan buku ke tas dulu". Jawabku sambil mengemas buku.
Usai mengemas buku aku dan Nirma berjalan keluar kelas untuk pulang bersama , kami pulang naik angkot hingga sampai depan jalan utama rumah kami, dan kami langsung masuk gang menuju rumah kami masing masing. Namun aku dan Nirma berbeda desa namun satu arah saat ke sekolah.
Sesampainya di rumah setelah aku selesai makan, ganti baju, dan membantu ibu aku buka lagi buku coklatku dan ku baca isinya
Flashback
Dear Diary
13 April 2011
Aku Diandra Nayla Putri atau yang sering di panggil Nayla.
Aku duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar negeri di daerah jawa tengah. 10 November 2002 adalah tanggal dimana aku di lahirkan tepat pada bulan ramadhan waktu itu. Ya bertepatan juga dengan hari Pahlawan Nasional Indonesia. Aku adalah anak pertama dari keluargaku, ayahku bapak Muhammad Salim dan Ibuku ibu Retna Wati , Ayahku bekerja di Toko sembako milik ayah sendiri sementara ibuku adalah ibu rumah tangga.
Aku adalah gadis kecil yang sangat cinta tanah air ini karena aku sering di ceritakan tentang masa perjuangan sebelum kemerdekaan oleh pak Ahmad. Pak Ahmad adalah wali kelas ku dan mengampu semua mata pelajaran. Beliau lah yang mengajarkan ku tetang arti cinta tanah air. Dan beliau lah yang menanamkan rasa cinta tanah air pada diriku di usia kecilku ini. Pak Ahmad adalah guru yang banyak di sukai para siswa selain punya jiwa nasionalisme yang tinggi beliau juga lucu dan unik untuk cara mengajarnya. Beliau juga pandai seni budaya dan seni musik yang selalu menjadi mata pelajaran wajib siswa kelas 4. Lagu wajib nasional, macapat bahkan sampai lagu pop masa kini pun beliau ajarkan.
Kesenian warok yang ada di SD ku pun sudah berhasil tampil sampai di ibu kota. Dengan anak anak pilihan yang berjoget dan juga memaikan alat musiknya semua itu atas bimbingan pak Ahmad dan warga sekolah dan tentu juga warga desaku.
Pramuka adalah ektrakurikuler wajib di sekolah ku semua siswa selalu berangkat pramuka pada hari jumat. Ada kakak DKP (Dewan Kerja Penggalang) dari alumni SD ku yang mengajarkan materi pramuka. Mereka mengajar pramuka di sd ku karena mereka sedang turun gudep.Kakak DKP yang mengajar kebanyakan adalah alumni sd ku ini yang sekarang bersekolah di SMP N 1.
Sementara pak Ahmad wali kelasku yang menjadi pembina pramuka.
Semenjak aku ikut ekstra pramuka aku jadi menyukainya.
Ya mereka yang gagah berbaju coklat dengan merah putih yang tergantung indah. Dengan kolom yang tampak tunas kelapa. Tak lupa tali yang tergantung melengkung di depan ikat pinggang sebelah kanan. Tongkat kayu berwarna coklat dengan kedua ujungnya merah adalah senjata kebanggannya. Serta Dwisatya Dwidarma pedoman pramuka siaga dan Trisatya Dasadharma adalah pedoman pramukan penggalang, penegak,dan pandega.
Aku Nayla kecil yang memakai seragam pramuka dengan baju pendek dengan dua saku di ujung baju dan rok pendek dengan kedua saku dan berhimpit dua dengan kaos kaki hitam bergambar tunas kelapa warna kuning. Dan rambut panjang yang dikepang dua oleh ibu membuat ku semakin lucu, Rasanya kurang lengkap bila merah putih tak tergantung di leher dan boni sebagai mahkota cantik seorang gadis kecil bergolongan siaga.
Mulai saat itu aku mengagumi pramuka dan ingin sampai kapanpun merah putih tetap tergantung indah di leherku.
Menorehkan prestasi melalui tunas kelapa, mencintai negeri ini dengan mengamalkan Dwisatya dan Dwidharma dan Trisatya dan Dasadharma disaat aku menjadi penggalang , penegak ,dan pandega nantinya.
Bersama tunas kelapa ku berkarya untuk negara.
~Diandra Nayla Putri~
YOU ARE READING
Catatan Hati Pradana Putri
Teen FictionCerita tentang seorang gadis yang tertunda kebahagiaannya namun Ia sangat mencintai pramuka dan negerinya dan cintanya itu baru bisa ia wujudkan saat ia sudah berada di sekolah lanjutan, dan tentunya tak lepas dari berbagai masalah yang di alaminya...
