"Jangan bodoh,lepaskan saja aku!". Ada apa dengan orang bodoh ini. Dia tak sadar,tengah bergelantungan di ketinggian yang ekstrim diatas laut?
"Kau gila? Kita ditengah lautan,kau bisa mati kalau kulepas". Kucoba tak melepaskan dia. Apapun yang terjadi.
"Dengar....dengarkan aku. Adikku masih ada di kota. Dia sendirian,paling tidak aku mau menyelamatkan nya". Kalau kau pintar,selamatkan dulu dirimu,jangan bertindak gegabah!
"Kau mau selamatkan dia,kan? Kalau begitu,kau harus selamat dahulu. Tendang 'dia' dari kakimu!". Apa yang difikirkan nya?
"Dia melilit kakiku. Lepas saja tanganmu,bisa bisa heli nya tidak seimbang". Matanya mulai berkaca kaca. Ia menatapku cukup dalam. Sambil berusaha menjatuhkan pengganggu dibawahnya.
"Aku tak bilang akan selamatkan dia. Kau. Kaulah yang harus selamatkan adikku. Kumohon". Sekarang,orang ini justru mulai menangis. Tangannya mulai memerah akibat genggaman kuatku.
"Kau kakaknya,selamatkan sendiri adikmu. Kau...kau...".
"Aaaaaaaakh". Keadaan semakin buruk, helikopter semakin miring dan kami semua terancam jatuh di laut.
"Pergi dariku,monster!". Orang ini terus menerus menendang penumpang gelap itu. Matanya terus menangis,tapi ia terus berusaha melepaskan diri dari cengkraman sosok dibawahnya.
"Kalian kenapa diam saja,hah? Bantu aku,astaga". Kenapa aku harus satu helikopter dengan tiga orang ini? Mereka hanya diam ketakutan melihat kami.
Kami coba selamatkan yang ada disini,tapi mereka sama sekali tak membantu kami.
"Sial...sialan kau makhluk jelek. Aaaaakh".
"Mmmpphhh...aku tak tahan lagi. Sungguh". Rasanya tenagaku benar benar terkuras.
"Teo...Teo. Dengarkan aku. Dia menggigit kakiku. Lepaskan aku,oke? Lepaskan saja...dan tolong selamatkan adikku. Anggap ini caramu balas budi". Sialan,sialan,sialan. Ketiga orang itu sungguh membuatku jengkel.
Mereka tak membantu sedikitpun,sungguh.
"Jangan begitu...kau pasti bisa". Rasanya aku ingin berteriak keras. Ingin rasanya ku tinju wajahnya yang penuh air mata.
Kenapa dia tak dengarkan aku dari awal?
"Aaaaaaakh...tolong dengarkan aku. Jangan bahayakan semuanya hanya karena aku".
"Kau tak dengar dia,hah? Lepaskan tangannya!". Entah apa salahku,tapi tiba tiba si jangkung sialan itu menghampiri ku,dan melepas paksa peganganku pada nya.
"Jangan lupakan aku ya".
Sesaat semuanya hening. Dia jatuh bersama makhluk jelek itu. Yang terus melilit kakinya. Ia jatuh dengan kata kata terakhirnya.
Tanganku tak lagi berusaha menolongnya. Dan heli kembali terbang dengan normal secara perlahan.
Hal terakhir yang kulihat,keduanya jatuh kelautan bersama. Dia masih berusaha melawan makhluk itu,hingga ia dan si jelek benar benar jatuh ke laut. Jatuh begitu saja.
YOU ARE READING
Rise Of The Undead
Mystery / ThrillerOutbreak semakin menjadi jadi. Menimbulkan kerusakan serius dikota kota besar. Banyak bangunan hancur,jalanan tak beraturan,dan mayat dimana mana. Masih belum ada yang tau pasti,darimana wabah ini bermula. Yang pasti,orang orang harus terus bertaha...
