"Yili, Yila, Yira! Bangun, Nak. Kalian harus sekolah, ini hari pertama kalian di sekolah baru. Jangan sampai telat!" Pagi yang ramai di rumah minimalis milik kediaman keluarga Abraham.
"Iya, Bunda. Bentar, Yili lagi sisir rambut." Balas gadis bernama Khayli Assyifa Putri. Kembar pertama yang paling dewasa diantara kembarannya. Baik, murah senyum, pandai dan feminim, mungkin itulah beberapa gambaran dari sifatnya. Yili adalah nama panggilan keluarganya. Memiliki dua adik kembar menurutnya adalah anugerah. Karena, merekalah yang selalu siap mendengarkan segala keluh kesah dalam hidupnya, terlebih disaat dia sedang jatuh.
"Yaudah cepetan sisirannya, kalau dah selesai langsung sarapan," ujar Bundanya.
"Pagi, Bun," sapaan hangat yang terdengar datar keluar dari bibir Yila. Kembar kedua yang memiliki nama lengkap Khayla Annisa Putri. Dingin, Datar, Misterius. Yila sangat tertutup, bahkan pada keluarganya. Ada hal di masa lalu yang membuatnya menjadi lebih introvert dan sensitif. Senyumnya sangat langka. Orang tua, Kakak, dan kembarannya yang dapat dengan mudah melihat senyumnya.
"Wah, anak Bunda yang ini sudah rapih, duduk. Tinggal tunggu kembaranmu,"
"Pagi semuanya, yok kita sarapan," teriak si kembar tiga dari atas tangga, disusul oleh Yili dibelakangnya. Khayra Azzahra Putri atau Yira. Keceriaan mendominasi wajahnya, senyuman tak pernah luntur ia tunjukkan. Bahkan, ia mampu menyembunyikan kesedihannya dengan senyuman.
"Yasudah, kalian cepat sarapan. Kasian Abang dah tunggu tuh didepan," ucap Kenzie Abraham selaku ayah dari si kembar.
"Iya, sarapan yang banyak, biar belajarnya fokus," Karina Putri yaitu wanita yang dipanggil Bunda, memberi nasihat sembari menyuguhkan sarapan nasi goreng pada Khayra.
"Iya, Bun,"
Setelah selesai sarapan, mereka bertiga langsung berpamitan dan menemui kakaknya yang sudah menunggu di garasi.
"Dasar, punya adek pada lambat banget dah. Keburu telat ini. Dah cepet naik mobil," titahnya yang mendapat anggukan dari ketiga adiknya.
Khaidzar Abraham Putra, memiliki nama panggilan Idzar. Memiliki gelar most wanted di sekolahnya, berkat prestasi juga ketampanannya. Laki-laki berusia 17tahun itu memiliki tatapan mata tajam berwarna hitam pekat, rahang tegas, juga model tubuh yang sixpack membuatnya menjadi rebutan kaum hawa. Terlebih, ia memiliki jabatan sebagai ketua OSIS juga kapten tim basket inti di sekolahnya. Saat ini ia bersekolah di SMA Garuda Indonesia, kelas 12 IPA A.
Khayli, Khayla, dan Khayra adalah murid pindahan yang kini bersekolah di SMA Garuda Indonesia, sama seperti kakaknya, hanya saja mereka sekarang kelas 11, dengan usia 16tahun.
Mobil sport berwarna hitam terparkir di area sekolah. Tak lama kemudian, keluarlah 3 gadis kembar cantik dan pria tampan dengan gayanya masing-masing. Seketika, parkiran dipenuhi oleh para siswi yang heboh akan kedatangan sang most wanted juga murid baru.
"Kyaa, babang Idzar."
"Duh, ganteng bener dah."
"Idzar bareng sama cewek kembar."
"Gile, cantik-cantik bener dah tu cewek."
Begitulah ocehan yang keluar dari mulut para siswi.
"Oy, Abang ke lapangan ya, mau upacara. Kalian ke ruang kepsek aja dulu," ucap Khaidzar, lalu meninggalkan adik kembarnya.
-
Tok tok tok...
"Masuk," ujar seorang Pria dari dalam ruangan yang tak lain adalah pak kepala sekolah.
"Permisi, Pak. Kami murid baru di sini, kami hanya ingin menanyakan kelas yang akan kami tempati," Yili menjelaskan dengan sopan.
"Oh, iya iya. Kalian masuk kelas 11 IPA A," jelas pak Kepsek. "Kalian bisa ke kelas itu dengan Bu Aini, karena beliau adalah wali kelas kalian," sambungnya.
"Baik, Pak. Terima kasih. Kami permisi," ucap Yira.
-
Mencari Bu Aini, itulah tujuan mereka sekarang. Mereka pun memasuki ruang kantor sekedar menanyakan keberadaan ibu guru tersebut.
"Assalamualaikum, permisi. Apakah Bu Aini ada disini? Kami disuruh pak kepala sekolah untuk mencari Bu Aini, karena beliau adalah wali kelas kami," jelas Khayli pada beberapa guru yang ada di kantor.
"Waalaikumsalam, saya Bu Aini. Kita akan masuk kelas setelah bel masuk berbunyi, tunggu saja sekitar 5 menit lagi," jawab wanita cantik yang usianya mungkin sama seperti Karina~ Bunda si kembar.
5 menit berlalu, akhirnya mereka pun berjalan menuju kelas bersama Bu Aini.
"Selamat pagi, Anak-anak," sapa Bu Aini pada muridnya.
"Pagi, Bu," balas murid serempak.
"Oke, hari ini kita kedatangan 3 murid baru. Nak, silahkan perkenalkan diri kalian," titah Bu Aini pada si kembar.
"Yira yang memperkenalkan, ya," bisik Yira pada kedua saudarinya yang mendapat anggukan dari Yili.
"Halo semuanya. Namaku Yira, yang di sebelah kiriku, namanya Yila, sebelahnya lagi Yili, kita kembar. Semoga bisa berteman baik dengan kalian," Dengan penuh semangat Khayra memperkenalkan diri pada teman sekelasnya.
"Gue mau tanya, gimana cara bedain kalian? Coba Lo jelasin secara detail ciri-ciri Lo juga kembaran Lo," tanya siswa yang duduk di pojok kiri depan pada Yira.
"Mmm, perbedaan kita... Ah iya, Yili kembar pertama, rambutnya agak coklat dan bergelombang, terus kalau senyum ada lesung pipinya. Warna rambutku cokelat di ujung, keriting gantung dan punya lesung pipi juga kayak Yili. Dan Yila, mmmm... Apa ya?" Khayra menjelaskan ciri-ciri Yili dan dirinya, namun ia bingung saat hendak menjelaskan Yila. "Ah, iya. Yila itu ciri khas dengan headphone nya, gak pernah jauh dia dari benda itu, rambutnya hitam lurus ujungnya sedikit lekung ke dalem, bervolum gitu. Dan dia itu punya gigi gingsul," sambungnya setelah memperhatikan Khayla.
"Oh, gitu," ujar murid dalam kelas serempak.
"Yasudah, kalian bertiga silahkan duduk di kursi kosong itu," mereka menengok, melihat pada arah yang ditunjuk oleh Bu Aini.
Baris dekat pintu, meja ke tiga diduduki oleh Yili dan Yira, sedangkan Yila, ia duduk sendiri di kursi paling belakang.
"Nah, oke anak-anak, dikarenakan guru-guru akan mengadakan rapat, jadi jam kosong berlaku pada hari ini. Jangan ada yang bolos, absensi akan dilakukan saat hendak pulang sekolah," ucap Bu Aini, yang mendapat tanggapan sorak kemenangan dari para murid.
To be continue.....
>•<============>•<
Jangan lupa tekan tanda bintangnya yak :v
YOU ARE READING
Triple Twins
Teen Fiction•Cerita ini berdasarkan hasil imajinasi author sendiri. (no plagiat 😑) •Menceritakan gadis kembar tiga yang masing-masing berbeda sifatnya. •Anak sekolahan, konglomerat, wkwkwk. •Authornya masih amatir, jadi harap dimaklum. •Jangan lupa Vote and Co...
