Permulaan (1)

2.3K 12 2
                                        

Adakah yang baca??? Absen blh kali:v
Happy reading...

••••••

Seya memasuki rumah nya yang sudah sangat tidak layak dijadikan tempat tinggal, tapi Seya merasa bersyukur masih memiliki tempat tinggal walaupun apa adanya

Seya mencari sosok adik nya yang biasanya sedang belajar saat jam jam segini, Seya melangkahkan kaki nya kekamar ibu nya. Bella nama nya, yang sekarang sedang mengidap penyakit Leukimia stadium 3. Seya hanya pasrah dengan keadaan ibu nya ia hanya bisa memberikan obat seadanya dari hasil ia bekerja disalah satu cafe

"Kamu sudah pulang kerja??" Tanta Bella sambil mencoba bangkit dari tempat tidur nya

"Iya, Bagaimana keadan Omma?" Tanya Seya sambil membantu ibu nya duduk

"Gwenchana..." Ujar Bella sambil tersenyum

Penyakit itu banyak menggerogoti badan Bella, membuat nya terlihat sangat kurus dan lemah

"Aku akan mandi, Omma istirahat saja...." Ujar Seya lalu pergi kedalam kamar nya dan membersihkan dirinya

Rumah yang terletak dipojok kota Daegu, Seya belun pernah yang nama nya pergi keluar dari kota Daegu, ia hanya fokus dengan sekolah adik nya dan kesehatan ibu nya

Ada yang bertanya dimana Ayah Seya? 16 Tahun yang lalu ia merantau ke kota Seoul tetapi belum kembali sampai saat ini

••••••

Pagi hari tiba, Seya sudah siap untuk berangkat kerja begitupun dengan adik nya yang sudah siap untuk berangkat sekolah

"Unnie, sedikit lagi aku lulus. Aku janji akan membantu Unnie mencari uang..." Ucap Jira sambil memakai sepatu nya

"Ya, sekolah yang bener. Ne" Balas Seya.

Tak lama Seya berangkat untuk bekerja mengunakan bis, jarak yang ia tempuh tidak terlalu jauh tetapi karena ini sudah kesiangan ia memilih menaiki bis

Saat sedang mencari duduk, tak sengaja kaki Seya tersandung kaki pria yang sedang duduk sambil mendengarkan musik lewat earphone nya

Brukk

"Ah mianhae..." Ujar Seya, Pria itu langsung melepaskan earphone nya lalu menatap Seya

"Gwenchana," Ujar pria itu lalu bangkit dari duduk nya "Duduk lah..." Lanjut pria itu lalu memasang earphone nya kembali

"Gomawo.."

Tak butuh waktu lama, akhirnya Seya turun dari bis. Tanpa Seya sadari pria yang ada didalam bis itu menatap nya hingga Seya tidak terlihat dan  bis berjalan

Seya memasuki Cafe tempat ia bekerja, Cafe yang terlihat sederhana tetapi rampai pembeli kadang Seya merasa kewalahan jika ia hanya sendiri

"Seya, Nanti pulang kerja ada yang ingin aku sampaikan..." Ujar Mina teman bekerja Seya

"Ne.."

Seya dengan cepat melayani pelanggan pelanggan yang baru saja datang

••••••

CLUB •PJM21+Stories to obsess over. Discover now