Adakalanya aku, kau, dan mereka mencoba mengartikan segala sesuatu sesuai dengan yang diinginkan dan bukan mengartikan sebagaimana arti yang sesungguhnya.
Kita terbiasa mengartikan bahwa sesuatu yang kita berikan akan setimpal dengan apa yang akan kita terima, tapi bukan seperti itu cara kerja cinta.
Cinta adalah keyakinan bukan pertukaran.
Tulisan ini kupersembahkan bagi kalian yang merasa butuh mencintai.
Happy reading🖤
***
ANGELINA LEE
Setiap kehidupan memiliki kegelapan yang tidak bisa dilenyapkan. Kegelapan itu biasanya tertutup rapat, tersimpan di tempat terdalam. Mereka berjuang keras melawan, menyembunyikan kerentanan supaya tidak terbongkar siapa diri mereka sebenarnya. Yang menjadi masalah adalah seberapa dahsyat pengaruh kegelapan tersebut, dan seberapa sulit untuk melawan atau sekadar membiarkannya.
Itu tidak mudah, teramat sulit.
Terkadang berhasil, terkadang tidak sama sekali.
Terlebih jika kegelapan itu berubah menjadi sosok lain seperti mimpi buruk, monster mengerikan, mantra kutukan, atau hal yang memengaruhi jiwa serta fisik seseorang.
Layaknya milikku.
Bahkan ketika di tempat terbaik, aku tetap melihat kegelapanku sendiri. Menepis ketidaknyamanan, aku berjalan di atas karpet merah dan tersenyum pada tiap kilatan blitz.
Festival Film di Prancis adalah ajang bergengsi yang didambakan para bintang. Berjalan di karpet merah menjadi sebuah ikon yang memisahkan dunia mereka dengan dunia orang biasa. Itu mengapa orang-orang di sampingku tersenyum penuh kebanggaan selagi melambaikan tangan.
Nyatanya, kali pertama film layar lebar produksi Korea Selatan mendapatkan penghargaan internasional selain dari negara tetangga.
Aku melangkah bersama sekelompok orang yang bekerja keras dalam pembuatan film bergenre action-thriller tersebut. Para aktris dan aktor, sang sutradara juga. Kuakui, mereka profesional dan bertalenta.
Malangnya, bukan itu yang kupedulikan sekarang.
Aku sibuk mengendalikan diri, memasang senyuman palsu ketika berbincang dan menerima sentuhan orang lain, padahal di dalam sana aku sedang menekan berbagai bentuk kegelapan yang bisa merusak reputasi.
Mataku mengedar, mengabaikan kilatan kamera untuk mencari dua orang. Ketika menaiki beberapa anak tangga, aku menemukannya di balik kerumunan. Mereka berdiri sigap, mengamatiku tanpa memedulikan keributan di sekitar.
Helen Scott dan Daniel Myles. Dua orang yang menjadi satu kesatuan denganku. Mereka adalah asisten pribadi dan bodyguard-ku yang berintegritas tinggi sehingga aku memercayai keduanya. Kutemukan mereka di New York sebelum membawanya kemari, ke dalam kehidupanku.
Aku menghela napas panjang, menenangkan debaran jantung, dan berusaha tak berkeringat saat memikirkan beberapa jam ke depan tanpa kehadiran Helen dan Daniel. Tidak seperti biasanya, mereka tak bisa mendampingiku karena aturan dalam acara.
Tidak apa-apa. Aku bukan Angelina Lee.
Aku adalah Song Hana—karakter yang kuperankan dalam filmnya.
Karena peran itu, aku berada di sini untuk mempertanggungjawabkan kehidupannya pada dunia. Meski hanya karakter fiksi, menjadi dirinya terasa menyenangkan. Memerankan kehidupan orang lain jauh lebih mudah dan nyaman bagiku.
Itu satu-satunya alasan kenapa aku masuk dunia seni peran. Membuatku dapat berinteraksi kepada siapa pun. Dia, mereka, atau bahkan kehidupan seseorang yang bernama Angelina Lee.
ESTÁS LEYENDO
Gloomy Love - Prequel The High Roller Series
RomanceANGELINA LEE Seorang penyair berkata setiap hal di dunia ini memiliki 'hati'. Awalnya, aku tidak setuju karena makhluk hidup seperti diriku saja tak memilikinya. Tapi begitu menemukan pria itu, aku mulai menyadari bahwa ternyata aku memiliki hati me...
