We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

01

29 4 0
                                        

Di sinilah aku berdiri, di mana orang orang berkumpul untuk mengambil sebuah hasil dari proses mereka dalam belajar. Dan semuanya akan melanjutkan sekolahnya yang lebih tinggi.

Tetapi aku tidak terlalu peduli dengan orang orang itu. Aku hanya duduk di kursi lama yang berada di taman kecil milik sekolah ini. Disini aku hanya memikirkan bagaimana aku nanti.

"Hai, bagaimana rencana mu selanjutnya"
Tanya seseorang teman ku. Ia langsung duduk di kursi, disebelah ku.

"Entah lah. Aku hanya bingung, dimana nanti aku akan melanjutkan sekolahku. Bagaimana dengan mu?"
Jawab ku tanpa menoleh kepada Heizi.

"Bukankah kau sangat tergila gila oleh negara ginseng? Ah diriku ya? Diriku hanya menetap disini Frey"
Heizi menggenggam tangan ku. Seperti ada kekuatan, aku tersenyum tulus kepadanya.

Dia lah teman ku selama berada di sekolah ini. Lebih tepatnya, teman satu satunya. Aku tidak mudah mencari teman, dan tidak mudah juga berkenalan dengan orang lain. Tidak seperti heizi, dia sangat lah terkenal, dan dia mudah bergaul dengan siapa pun.

"Terimakasih zi, semoga kita dapat bertemu lagi. Aku tidak akan melupakan dirimu"

Dapatku lihat seulas senyuman tipis yang tulu melekat pada wajah Heizi.

"Aku pun begitu Freya"
Aku menoleh dan melihat wajahnya, ia seperti ingin menumpahkan air matanya.

Freya langsung menarik tubuh Heizi kedalam dekapannya. "Sudah lah. Yg berlalu biar lah berlalu, kini kamu harus melihat ke depan tanpa menoleh sedikitpun ke belakang"
Jawab ku menyemangatinya.

"Freya"

Teriak seseorang memecahkan semua suasana ku dan heizi. Dan ternyata, itu adalah Ibu Freya.

"Ayo kita pulang. Heizi apa kamu mau ikut dengan kami"
Tanya Ibu Freya dengan sopan.

"Tidak tante, terimakasih. Saya duluan ya"
Ucapnya sambil melambaikan tangan kepada ku.

***

Di rumah kami semua membicarakan tentang dimana aku akan melanjutkan sekolah.

"Kak, bagaiman jika kamu sekolah di Australia" Ibu Freya angkat bicara.

"Nah bagus pilihan Ibu mu itu, disana kamu dapat tinggal bersama dengan tante Angel"
Timpal papah.

"Freya sangat menghargai pendapat Mom dan Papah. Tetapi, Freya ingin melanjutkan di Korea Pah"

"Sudah Mom duga" Timpal Ibu Freya

"Oh ayolah mom, aku sangat menyukai negara itu" Kataku sedikit memohon, dan menampilkan senyum terbaik yang ku miliki.

"Hmmm. Baiklah Papah akan mengurus semua surat suratnya. Dan apartemen kau tinggal"

Aku pun tersenyum dengan keputusan papah. Huh! Sangat senang sekali. Aku berfikir mereka tidak akan menyetujui ku bersekolah disana. Aku pun kembali ke kamar dan berharap lusa aku akan bahagia di negara itu.

***

Time now! Saat ini Freya berada di bandara dan siap untuk berangkat. Freya di temani Kakaknya, dia baru pulang hari ini dari Jepang, untuk mengantar ku ke Korea selatan -Seoul-.

"Hey bagaimana perasaan adik kecil ku ini"
Tanya Kakak ku.

"Ya seperti ini. Aku merasa bahagia"

Can it? || park jimin💫 *REVISI*Stories to obsess over. Discover now