"hyaaa Yoongi jangan menggangguku terus!" Ketus Wendy saat Yoongi terus saja mengganggunya yang sedang tidur.
"Yang boleh tidur di kelas ini hanya aku Wen, kau tidak boleh!" Jawab Yoongi seenaknya.
"Teman-teman diam, hari ini kita akan kedatangan wali kelas baru. Ssaem silahkan masuk" Kyungsoo selaku ketua kelas mempersilahkan seorang yang dikatanya adalah wali kelas baru.
Kelas 2-2 SMA Mansae baru saja kehilangan wali kelas mereka karena meninggal akibat kecelakaan. Selama 2 Minggu kelas ini dibimbing secara bergantian oleh wali kelas lain. Dan hari ini katanya mereka akan kedatangan wali kelas baru. Seorang pria masuk ke dalam ruangan dan langsung membuat anak-anak perempuan menjerit.
"Tampannya!!"
"Apa dia baru lulus SMA?"
"Aku ingin jadi pacarnya"
"Dia lebih cocok jadi idol"
Itulah beberapa gumaman anak-anak perempuan, tidak termasuk Wendy ya. Dia hanya melanjutkan menaruh kepalanya di meja setelah Yoongi tidak mengganggunya lagi.
"Anak-anak perkenalkan saya Jung Hoseok, saya akan menjadi wali kelas kalian mulai hari ini" Pria itupun memperkenalkan dirinya.
Anak-anak perempuan kembali ribut, Hoseok pun mulai mengatur kelas kembali.
"Karena saya baru disini, saya ingin mengetahui nama-nama kalian. Yang namanya saya sebut silahkan berdiri ya"
"Ketua kelas bisa tolong berikan saya daftar nama siswa" ucap Hoseok ramah. Kyungsoo segera menyerahkan daftar nama kepada Hoseok. Dan mulai memanggil anak kelas 2-2 satu per satu.
.
.
.
.
"Son Wendy" tak terasa sudah giliran Wendy dipanggil. Wendy tak menggubris karena memang sudah larut dalam tidurnya.
"Yak Wendy kau dipanggil" Joy yang duduk di samping Wendy menggucangkan bahu sahabatnya itu
"Adakah yang bernama Son Wendy?" Tanya Hoseok lagi.
"Wendy, Aish benar-benar" kini Joy memukul bahu Wendy tapi anak itu tidak bangun juga.
"Itu ssaem yang sedang tidur" ceplos salah satu anak laki-laki bernama Sungjae.
"Ah, baiklah" Hoseok mengangguk mengerti dan langsung berjalan menghampiri kursi Wendy.
"Son Wendy" Panggil Hoseok lembut, wajahnya berada tepat di depan wajah Wendy. Artinya dia tidak berdiri sempurna kini, dia setengah jongkok untuk menyamakan tinggi dengan meja Wendy. Sementara anak-anak perempuan sudah pada jejeritan melihat sikap Hoseok pada Wendy.
"Aish harusnya tadi aku tidur saja"
"Kenapa dia bersikap seperti itu pada Wendy"
"Wendy tak pintar, tapi pria selalu mengelilinginya. Inilah kekuatan wajah"
"Nggggghh" Wendy membuka matanya perlahan karena merasa ada hembusan udara di depan wajahnya.
"Son Wendy?" Panggil Hoseok lagi, kini dia sudah berdiri sempurna setelah memastikan Wendy telah sadar dari tidurnya. Hoseok pun kembali ke meja depan dan melanjutkan memanggil nama berikutnya.
"Bagaimana bisa kau sudah aku pukul tetap tidak bangun, dan malah bangun saat ada dia diepanmu?!!" Protes Joy.
"Siapa dia?" Jawab Wendy malas sambil mengucek salah satu matanya.
"Kau belum menjawab pertanyaanku!!" Kesal Joy lagi.
"Sudahlah aku juga tidak peduli" Wendy kembali membaringkan kepalanya di meja yang dia alasi dengan jaket. Joy sempat protes bagaimana bisa Wendy memakai jaket di musim panas seperti ini. Wendy tak menghiraukan, dia hanya suka saja melawan arus.
YOU ARE READING
Ssaem
FanfictionHoseok dan Wendy seakan terhubung bahkan dihari pertama mereka mengenal. Bahkan ada peluru yang nyaris mengenai Wendy dihadang oleh Hoseok. Jika kalian mengira ini kisah cinta, tidak buruk. Tapi bukan itu yang sebenarnya terjadi. Disaat semua suda...
