Menulis

15 3 0
                                        

Suatu ketika di sebuah dunia terenak yang dinamakan kamar. Seorang pemuda hanya terbaring telentang menatap langit-langit kamarnya. Tak butuh waktu yang terlalu lama, sebuah ide kejam muncul di benaknya. Ia bangkit dan bergegas menuju gudang senjatanya. Sebuah pena dan secarik kertas ia hamparkan di atas mejanya. Tanpa tunggu lama, ia hunuskan pedang penanya. Sebuah intruksi telak dari Jendral Otak tak bisa lagi terbantahkan oleh Panglima Pena. Maka sepasukan Huruf pun maju dan berjibaku di atas medan putih. Di sinilah sebuah pertempuran nan dahsyat terjadi antara Jendral Otak melawan Jendral Malas Menulis. Tak perlu dikira lagi, literan darah hitam telah membasahi tanah putih tempat berperang. Semakin sengit pertarungan maka semakin banyak pula yang andil bagian. Tak tangung-tangung Batalyon Tanda Baca pun turut serta dalam jibaku sengit ini. Waktu terus bergulir, tiap awal selalu memilki akhir. Cukup lama sudah kesengitan di antara kedua belah pihak di atas tanah putih. Sayangnya, Jendral Malas mendapat bantuan dari Jendral Writer's Block yang membuat kemenangan telak atas Jendral Otak. Sang Raja Penulis pun menarik mundur Pasukan Huruf, Pasukan Ide, dan menyarungkan kembali pedang penanya. Alhasil, ia hanya bisa rebahan layaknya Raja tanpa tahta

Menulis
Oleh Juang:)

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 10, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

MenulisWhere stories live. Discover now