CHINTA

286 11 0
                                        


Chinta Nur Afiani adalah sosok gadis cantik yang hidup hanya berdua dengan sang kakek, bernama pak Sanjaya. Mamanya sudah meninggalkan dunia saat melahirkan dirinya dan sang papa... entah pergi kemana?? Chinta sendiri tidak pernah tahu seperti apa wajahnya, setiap kali ia bertanya pada kakeknya pasti hanya kemarahan yang ia dapatkan. Kadang Chinta bertanya-tanya apakah papanya sudah melakukan kesalahan yang besar sehingga sang kakek sangat membencinya. Meskipun begitu, Chinta tidak pernah sedih ataupun marah. Ia sadar jika selama ini kakeknya yang sudah berjuang keras demi kelangsungan hidup mereka berdua. Kakek Chinta, pak Sanjaya mati-matian banting tulang demi membiayai pendidikan cucunya yang tinggal semata wayang. Beliau ingin melihat Chinta bisa mencapai semua cita-cita mulianya, yakni menjadi seorang dokter.

Kehidupan Chinta yang sangat sederhana tidak membuat dirinya merasa malu ataupun minder, ia tetap menjadi gadis yang ceria dan sopan. Bahkan karena sifat yang ia miliki, Chinta bisa mendapatkan sosok pria yang mau mencintai dan menyanyangi dirinya dengan tulus. Daniel Angga Subroto, merupakan kekasih dari Chinta. Mereka sudah saling mengenal satu sama lain sejak kecil dan sekarang keduanya menjadi sepasang kekasih sejak 2 tahun yang lalu. Daniel sangat mencintai Chinta melebihi dirinya sendiri, tak pernah sekalipun ia membiarkan gadis itu menangis atau bersedih. Pak Sanjaya sebagai kakek hanya bisa memberikan restunya, apalagi Daniel merupakan pria yang baik, dia selalu berusaha menjaga dan melindungi cucunya. Hanya saja ada satu kecemasan di hati pak Sanjaya, ia ingat betul dengan keinginan dari ayah kandung kekasih Chinta... Pak Subroto ingin menjadikan Chinta sebagai istrinya yang keempat setelah gadis itu tamat SMA nantinya, dan jika Chinta menolak maka pak Sanjaya harus melunasi semua hutang-hutangnya dalam waktu 2 minggu. Pak Sanjaya sangat bingung tidak tahu harus bagaimana, ia ingin melihat Chinta bisa mencapai semua cita-citanya dan hidup bahagia bersama orang yang dicintainya, namun....
Semua orang tahu seperti apa watak pak Subroto, dia merupakan reintener yang tidak berperikemanusiaan. Apapun yang ia inginkan harus didapatkan bagaimanapun caranya. Dia bahkan tidak perduli jika apa yang ia lakukan akan melukai keluarganya sendiri.

#Flashback

Pak Sanjaya masih asyik mengerjakan tugasnya sebagai petani, tanpa mengenal rasa lelah ia terus mencangkul tanah yang akan ia pakai untuk bercocok tanam nantinya, ini semua ia lakukan karena cucunya akan segera lulus dari bangku SMA dan harus melanjutkan ke perguruan tinggi. Semangat pak Sanjaya semakin tinggi, ia ingin melihat Chinta menjadi seorang dokter yang hebat.

"Wah... ternyata om Sanjaya masih semangat ya... padahal terik matahari sudah tinggi lho" sindir seorang pria tengah baya.

Pak Sanjaya tersenyum, "Iya... saya harus lebih giat untuk bekerja karena sebentar lagi Chinta akan tamat SMA dan melanjutkan kuliah" ujarnya kemudian.

Pria itu hanya tertawa meremehkan perkataan dari pak Sanjaya, ternyata meskipun hidup susah tetap saja kakek tua itu bermimpi untuk memberikan pendidikan yang tinggi pada cucunya.

"Om Sanjaya... Chinta itu cantik, dia tidak memerlukan pendidikan yang tinggi!! Cukup jadi istri keempatku dan hidupnya pasti akan terjamin"

Sontak pak Sanjaya kaget, bukannya pak Subroto tahu jika Chinta adalah kekasih putranya?? Terus kenapa ia juga berniat menjadikan Chinta sebagai istrinya???

"Bagaimana om Sanjaya??" tanya pak Subroto

Pak Sanjaya masih terdiam, ia terlalu syok dan tak percaya dengan keinginan pria itu.

"Maaf pak Subroto... bukankah bapak tahu jika Chinta adalah kekasih dari Daniel... anak pak Subroto sendiri???"

"Persetan dengan Daniel... aku sudah menyukai cucumu sejak dia masih kecil, dan aku mau dia menjadi istriku!!! Dan aku harap kamu tidak menolak lamaran ini, karena jika kamu berani menolak maka dalam waktu 2 minggu kamu harus bisa melunasi semua hutang-hutangmu!!" ucap pak Subroto lantas meninggalkan pak Sanjaya dalam keterpakuannya.

Pak Sanjaya benar-benar masih tak percaya, jika pak Subroto tega melakukan ini terhadap anaknya sendiri. Dan Chinta... pasti akan sangat hancur jika harus menikah dengan laki-laki yang sepantasnya menjadi ayah baginya.

Kalau saja waktu itu dirinya sama sekali tidak tergoda dengan iming-iming pak Subroto tentang pinjaman uang untuk modal usahanya, pasti semua ini juga tidak akan terjadi. Pak Sanjaya meratuki kebodohannya, ia ingin membangun bisnis baru dan memulai usahanya lagi namun semua itu gagal. Dan uang pinjamannya pun sekarang menjadi menumpuk dan susah untuk membayarnya, apalagi bunganya juga terlalu tinggi.

#Flashoff

"Kakek.... aku pulang...." teriak Chinta sangat bahagia, ia datang menghampiri kakeknya dan menyerahkan selembar kertas.

"Apa ini??" tanya pak Sanjaya bingung

"Ini surat pernyataan yang menyatakan kalau aku lulus dengan nilai tertinggi di sekolah kek.." jelas Chinta

"Alhamdulillah... kakek senang mendengarnya, cucu kakek memang pintar" Chinta sangat bahagia, ia memeluk erat kakeknya.

"Makasih ya kek... ini semua berkat doa dan dukungan dari kakek"

Pak Sanjaya hanya tersenyum, ia masih memikirkan nasib cucunya setelah ini. Ia takut jika laki-laki tua itu benar-benar melakukan apa yang menjadi kehendaknya. Dan pertengkaran pasti akan terjadi diantara ayah dan anak.

"Kakek kenapa?? Apa ada masalah??" tanya Chinta

Pak Sanjaya menghela nafasnya, menurutnya Chinta harus tahu permasalahan ini. Dengan begitu dia tidak akan terkejut jika sewaktu-waktu pak Subroto datang untuk meminang dirinya. Pak Sanjaya akhirnya menceritakan tentang pembicaraannya dengan pak Subroto saat berada di ladang minggu lalu.

Chinta diam terpaku, ia bahkan tak bisa percaya. Pasalnya selama ini pak Subroto selalu bersikap baik terhadap dirinya, dan itupun karena menganggapnya sebagai kekasih dari putranya. Namun kakeknya juga tidak mungkin berbohong.

"Terus apa jawaban kakek??" tanya Chinta

"Kakek belum menjawabnya, kakek tahu ini pasti akan menyakiti hatimu... itu sebabnya kakek hanya diam waktu itu"

Chinta memeluk sang kakek, ia tahu jika kakeknya tidak akan mengorbankan kebahagiaan cucunya. Tapi....
Bagaimana caranya ia dan kakeknya bisa melunasi semua hutang-hutangnya?? 100 juta bukanlah jumlah yang sedikit, untuk makan sehari-hari saja terkadang sulit apalagi uang sebanyak itu??
Chinta pun tak bisa berbuat banyak, ia tidak mau menjadi istri keempat dari pria tua itu namun ia pun tak punya uang untuk melunasi semua hutang-hutang kakeknya pada pak Subroto. Mau tak mau Chinta harus menceritakan semua ini pada Daniel
Mungkin jika anaknya yang bicara, pak Subroto akan membatalkan niatnya untuk menikah dengan dirinya.






Maaf ya kalau masih banyak kata-kata yang berantakan, maklum masih belajar dan belajar
Semoga suka dengan kisahnya🙏🙏🙏

CHINTAWhere stories live. Discover now