Kantin belakang sekolah adalah salah satu tempat yang akan di kunjungi oleh Amel untuk menyamperi Dewa sahabatnya.
Ada satu hal yang kalian belum ketahui Tentang Amel,Amel mempunyai sahabat kecil bernama Dewa Pratama Akiyama.
Dewa Pratama Akiyama cowo tampan dengan julukan Badboy di dirinya yang sangat pas sekali untuknya yang sering membolos,merokok,membuat onar dan tauran.Dewa masih mempunyai orang tua yang sangat lengkap,ia bukan anak broken home yang berbuat onar untuk melampiaskan rasa kesepiannya,Dewa bukan anak yang seperti itu ia hanya nakal untuk kesenangan semata.Dewa itu tipe cowo yang mudah sekali bosan dengan pasangannya lebih tepatnya kalian bisa menyebut Dewa dengan julukan Playboy yang melekat di dirinya.Dewa itu sama seperti Revan tapi sayang Revan itu tidak Playboy seperti Dewa,maksud dari kata sama itu bukan berarti mereka berdua kembar mereka tidak kembar mungkin hanya perilaku nya saja yang kembar.Dewa dan Amel bukan seperti pasangan sahabat laki laki dan perempuan yang terkena Friend Zone mereka jauh dari kata itu,di kamus sahabat mereka tidak ada yang namanya Friend Zone ataupun baper.
Hanya itu saja perkenalan dari Dewa Pratama Akiyama sahabat kecil dari Darginazo Fidella Amelia.
Amel berjalan menyusuri koridor untuk menuju kantin belakang sekolah.Ada satu hal yang perlu kalian tau,kantin belakang sekolah itu adalah tempat tempat nya anak anak nakal di Sma Satu Bangsa yang suka merokok dan membolos,biasanya mereka kalau merokok dan membolos pasti disana dan disana juga merupakan Markas Revan dan teman teman di sekolah tapi kalo di luar sekolah lain lagi.Dewa termasuk kedalam teman teman Revan lebih tepatnya mungkin sahabat.
Amel mempunyai alasan untuk menyamperi Dewa yang sekarang pasti lagi enak enak nya istirahat di kantin belakang sekolah sedangkan ia belum sama sekali istirahat karena uang saku nya terbawa Dewa saat tadi di rumahnya.
Beberapa langkah lagi Amel akan sampai di pintu depan kantin belakang,tetapi baru saja ia mau melangkah sudah ada yang memanggilnya.
"Woi mel." Sapa seseorang dari belakang Amel.
Amel menengok ke belakang.
"Apaan." Jawab Amel kepada Rama yang sekarang sudah berada di sampingnya.
"Lo mau ngapain ke sini." Ucap Rama menatap Amel.
"Makan." Jawab Amel asal.
"Lah." Ucap Rama binggung.
"Yaa kalo gue mau kesini ya mau nyamperin orang lah nyet." Ucap Amel jengkel karena Rama sangat lemot.
"Oh.Mau nyamperin saha?," Tanya Rama memakai bahasa sunda di kalimat yang seharusnya 'siapa'.
"Kepo amat lo." Jawab Amel judes.
"Yeuu judes banget lo mel,ntar gak ada yang suka baru tau rasa lo." Cetus Rama seraya menyumpahi.
"Bacot lo.Udah ah gue mau ke dalam,bye." Pamit Amel kemudian berjalan memasuki pintu kantin belakang.
"Dasar orang gila.Di tanyain malah gitu, anying banget emang mantan nya si Revan." Ucap Rama berbicara sendiri dan kemudian memasuki pintu kantin belakang.
-o∆o-
Amel mengedarkan pandangan nya ke penjuru kantin belakang ini untuk mencari Dewa.
Tetapi malah yang Amel dapatkan bukan Dewa tetapi malah Revan yang sedang berada di pojok kantin yang akan siap untuk merokok.
Revan menatap Amel Amel juga menatapnya,Revan tidak jadi merokok
ia memasukan rokoknya ke bungkus nya kembali dan kemudian berjalan menyamperi Amel.
YOU ARE READING
Re'Amel
Teen FictionTakdir menentukan siapa yang datang ke dalam hidup kita,tapi hati yang memutuskan siapa yang hidup di dalamnya. "Percayalah di hati aku masih ada kamu." •Re-Amel• |Please don't copy my story| copyright© |dndafrsts
