23 - Black shirt

116K 13K 3.6K
                                    

Ngingetin doang, siapa tau ada belum baca bab bonus kemarin :)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ngingetin doang, siapa tau ada belum baca bab bonus kemarin :)
















Sabtu seharusnya menjadi hari di mana Leean masih berbaring nyaman untuk menikmati hari libur kuliah yang diberikan kampusnya. Namun pagi ini sekitar pukul 8, ketika matahari baru muncul sedikit di langit Kota Seoul, ia dibangunkan oleh suara bel apartemennya.

Leean mendengus kesal, berguling ke samping tempat tidur, tengkurap, lalu menutupi kepalanya dengan bantal berharap seseorang itu berhenti membunyikan bel.

Namun sepertinya hal itu tidak akan terjadi. Karena tidak lama kemudian, bel pintu malah dibunyikan secara membabi buta.

Sialan.

Leean bangkit dari tempat tidur dengan emosi, membuka lemari pakaian untuk memakai cardigan, dan kemudian berderap ke arah pintu.

Dari interkom yang menyala dari dalam, Leean bisa melihat dengan jelas siapa oknum tidak sabaran tersebut. Ya, tentu saja Jaehyun. Memangnya siapa lagi tetangga kurang kerjaan yang suka mengganggunya di hari libur yang damai ini?

"Apa?" sungut Leean tanpa basa-basi setelah akhirnya ia memutuskan untuk membuka pintu. Ia mengeratkan cardigannya sambil bersedekap dengan tatapan kesal.

"Kenapa kau mengganti password pintumu?" adalah pertanyaan pertama yang diajukan oleh Jaehyun.

Leean memutar bola matanya malas, "Seorang kanibal bisa saja masuk kalau aku tetap menggunakan password yang lama."

"Tidak ada orang seperti itu yang hidup di sini." Jaehyun tertawa singkat menyadari bahwa Leean masih kesal dengan perbuatannya kemarin, ia kemudian mengacak puncak kepala perempuan tersebut. "Kau baru bangun?"

"Ya, dan itu karena ulahmu."

"Kau bisa melanjutkan tidurmu setelah kita sarapan bersama."

Perkataan itu membuat kening Leean berkerut heran. Tapi kemudian ia mengerti ketika Jaehyun mengangkat bungkusan besar yang ada di tangannya itu ke udara, "Ibuku mengirimiku makanan ini setelah tahu bahwa kemarin aku sakit."

"Terlalu banyak, aku tidak bisa menghabiskannya sendiri."

Seketika bau harus makanan menyelinap ke indra penciuman Leean, membuat produksi salivanya meningkat dan perutnya tiba-tiba keroncongan. Sehingga kini ia mengizinkan Jaehyun untuk masuk ke apartemennya.

"Ibumu yang memasak semua ini? Apa dia sudah sehat?"

Jaehyun menggeleng, dan Leean bisa melihat setitik raut sedih pada wajah laki-laki itu. "Keadaan Ibuku masih sama. Juru masak di rumahku yang membuatnya"

Leean menggaruk tengkuknya canggung ketika merasakan atmosfer di antara mereka berdua dengan cepat berubah. "Kau... duduk saja di sana. Aku akan menyiapkan piring."

Unwanted Bond - JAEHYUNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang