Pepatah mengatakan; 'dulu sedekat nadi sekarang sejauh mentari' Ya Tuhan, itu terjadi padaku.
Ahh rasanya hidup ku ini lelucon baginya.
Tidak ada kata special ataupun penting untuknya. Lantas untuk apa aku tetap berharap, pada sesuatu yang tidak akan mungkin kembali padaku.
Aku tidak ingin mengenalnya kembali.
Ya, aku hanya berpura pura. dari kejauhan aku selalu memperhatikannya, membuat ia selalu ada di pikiranku. bahkan aku sering membuat skenario yang indah di hayalanku sendiri dan ia menjadi pemeran utama yang sangat special didalamnya.
***
Bel istirahat SMA Nusa Bangsa pun berbunyi.
"Cal lo udh liat Novi hari ini belum tumben istirahat ga kekelas biasanya ga absen ngajak kekantin barengan" Kekeh Misya.
Yap kita bertiga bersahabat sejak kelas 10 kemanapun slalu bersama.
Pandangan Calia mengedar mencari sosok sahabat nya itu.
"Eh iya belum tuh tumben, galau kali dia abis di putusin hahaha"
"Yaudah kita samperin ke kelas nya aja, kali aja dia masih disana" Ajak Misya pada Calia bersemangat.
Tak perlu waktu lama, mereka sudah menemukan batang hidung sahabatnya. Ia terlihat tak bersemangat.
"Woyy Nov lo napasi gegana yaaa ahahah" Misya menggebrak meja Novi, alhasil membuyarkan dunia fantasinya itu.
"Apaan sih lo ngagetin Sya, gegana apaan coba hih" Ketus Novi tak bersemangat membalas candaan sahabatnya itu.
"Gelisah Galau Meranaa" Saut Misya dan Calia bersamaan seraya tertawa mengejek Novi.
"Apaan sih kalian recehh tau ga" Novi tetap tak bersemangat.
"Iya iya deh tau yang baru di putusin, gegana tanpa di tanya. mendingan ke kantin yu galau tuh enaknya makan banyak lohh" Goda Calia yang selalu ceria jika dengan sahabat nya, padahal ia pun slalu memendam kesedihannya.
***
Yap tepat satu tahun aku tak bisa melupakannya. saat ini kami duduk dibangku kelas 12. Sedang sibuk menyiapkan Ujian Nasional.
"Do lo soal ini nemu ga jawabannya, perasaan gue udh berapa kali balikan tetep hasilnya itu itu aja berasa ada yang salah" Celoteh Calia pada Edo teman dekat nya sejak kelas 11.
"Calia Anastasya ya iya lah lo isi nya segitu lo liat tuh lo pindah ruasnya salah" Jawab Edo terkekeh sembari menepuk jidatnya. ia merasa sangat aneh pada teman dekatnya itu yang terkadang sangat ceroboh.
"Hehe iya bener gue lupa thanks yaa Do lo emang terdabes deh tar gue nanya lagi jangan kapok yaa" Calia mengacungkan jempolnya sembari kegirangan, akhirnya soal yang membuat ia bingung terpecahkan.
Edo teman dekat Calia sekaligus teman dekat Alden. ia sangat mengetahui jika Calia belum move on. Calia sering bercerita atau sekedar menanyakan ia sedang bermain game dengan Alden atau tidak.
Tak hanya sekali dua kali Edo sering berbicara pada Alden, jika Calia masih mempunyai perasaan padanya. tetapi Alden tetap tak menggubris dan tak ingin tau tentang apa apa yang bersangkutan dengan Calia.
Sosok yang pernah mewarnai dan menghangatkan hatinya. sehingga benteng pertahanan yang membeku pada dirinya menjadi cair.
Naas, saat ini hatinya kembali membeku.
Ia menjadi sosok yang dingin dan selalu membentengi dirinya. meskipun ia banyak didekati oleh teman teman gadis nya, tak ada yang bisa mencairkan benteng es nya itu dengan mudah.
Sungguh rumit.
Next?
Klik vote dan komentar agar aku tau bagaimana penilaian tulisan ku.
Newbie.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Cold Harbin
RandomIndah, namun sangat dingin. Siapa saja yang melihat paras nya akan terpesona oleh keindahannya. Tetapi jika ingin singgah, harus mempunyai kehangatan extra untuk melawan dingin nya. "Ajak gue ke harbin biar gue tau ada yang lebih dingin dua puluh k...
