LOEN (1 of 5)

193 7 1
                                        

Halo readers, udah lama ngga jumpa..

Maafkan saya baru kembali, karena beberapa hal dan sedikit musibah, baru sekarang saya kembali menulis.

Seperti biasa, font Italic dan Normal menandakan perbedaan waktu dalam cerita.

Enjoy!


"Selamat datang kembali..."

Loen kembali duduk di kursinya. Lalu menatap jam dinding berbentuk buku di dekat pintu masuk.

Pukul 17.55. Lima menit lagi tutup, batinnya.

Kling...

"Maaf, toko kami sudah tutup..", seru Loen sambil menata buku di etalase.

"Mas Loen?"

##########

"Wah, mantep tuh.."

Mereka berempat tertawa. Loen mengambil beberapa buku dari etalasenya, lantas kembali ke meja bundar itu.

"Ini untuk kalian.."

Reina, Eka dan Akbar mengambil buku bersampul biru putih itu.

"Buku baru?", tanya Reina. Loen tersenyum.

"Recommended nggak nih?", tanya Akbar. Loen masih tersenyum.

"Senyum mulu.. Obatnya abis ya?", sindir Eka. Loen tertawa terbahak-bahak.

"Ini emang buku baru... Kalo masalah recommended apa nggak, tergantung reader sih ya.. Terus.. Ka...", Loen mengalungkan sebelah tangannya di leher Eka, dengan setengah memitingnya.

"Mau aku coret dari daftar iparku, ha?", ancam Loen sambil tersenyum menyebalkan.

Reina dan Akbar tertawa terbahak-bahak.

##########

"Kapan datengnya?"

Gina tersenyum manis sambil melepas kacamata hitamnya.

"Barusan sampe, Mas..", Gina mencium tangan Loen.

"Gimana di sana? Enak?", tanya Loen. Gina menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.

"Kerjanya sih enak, Mas..", ucap Gina sambil mengerucutkan bibir.

"Tapi?", tanya Loen. Gina menarik nafas pelan.

"Tante Eva tiap hari datengin galeri, nanyain Mas Loen terus..", ucap Gina. Loen mengangkat kedua alisnya.

"Mama? Kok tau kamu ada di sana?", tanya Loen. Gina mengangkat bahu.

"Mungkin nggak sengaja lihat waktu Tante Eva mampir galeri. Yang punya galeri 'kan temen Om Rio.", Gina berasumsi.

"Oh iya, waktu Tante Eva dateng, dia selalu dateng bareng cewek, Mas..", ucap Gina kemudian.

"Si Mysha?", Gina menggeleng.

"Bukan, Mas.. Bukan Mbak Mysha..", Loen memiringkan kepalanya bingung.

"Trus siapa?"

"Aku lupa namanya.. Tapi pas aku tanya, katanya tunangannya Mas Loen."

Loen terbelalak.

##########

"Udah, udah.. Bisa mati beneran itu anak orang.."

Reina menepuk bahu Loen untuk melepaskan Eka. Eka meringis kecil setelah diselamatkan Reina.

"Ini buku kapan datengnya?", tanya Eka mengalihkan topik.

"Baru hari ini kok..", jawab Loen.

"E.Zore.. Penulis baru ya?", tanya Reina.

"Mmmm, mungkin?", ucap Loen.

"Preview dong.. Kalo nggak ada, aku males baca nih..", ucap Akbar. Dia membalik buku itu dan tidak ada sinopsis di belakangnya.

"Preview?", tanya Loen. Ketiga orang itu mengangguk.

Loen terlihat berpikir. Lalu tersenyum.

"Ini kisah tentang seorang pria bernama Zach Eleonore."

##########

"Sejak kapan?"

Loen mengangkat bahu. Menghela nafas berat sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Aku yakin itu Franziska.", ucap Loen.

"Siapa, Mas?"

"Anak temen Mama..", jawab Loen.

"Dijodohin ini ceritanya?", sindir Gina. Loen mendengus.

"Never!", jawab Loen.

"Kenapa? Mbaknya cantik kok, baik juga.. Kayaknya..", ucap Gina lantas cekikikan.

"Mau cantik kek, seksi kek, kaya kek.. I don't want to..", ucap Loen sebal. Gina harus menahan senyum didepan sepupunya ini.

"Udah, udah.. Jadi, urusan kamu di sini?", tanya Loen.

"Kabur dari Tante Eva.", jawab Gina santai. Loen memutar bola matanya.

"Seriusan ini..", ucap Loen malas.

"Itu nomer dua nya. Alasan pertamanya ini..."

##########

"Jahat!!"

"Mas Loen ini kayak anak kecil aja..", ucap Gina.

"Kamu mau nikah duluan daripada aku, padahal aku lebih tua..", ucap Loen dramatis.

"Siapa suruh 'minggat'?", sindir Gina.

"Udaaaah, sama mbak itu aja...", goda Gina.

Kliiing!

"Udah dateng?", tanya Eka. Gina menoleh dan tersenyum senang.

"Baru aja..", jawabnya.

"Udah tiga jam dia di sini.", ucap Loen yang langsung diberi tatapan mematikan dari Gina.

"Diam aja, dasar JoNes..", sindir Gina.

"Saudara durhaka kau..", sindir Loen balik.


## TBC ##


Like dan comment dipersilahkan :)
Terima kasih......

About UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang