Naruto (C) Masashi Kishimoto
H-7.
Baru saja keluar dari ruang pendidikan, wajah Tenten tampak sumringah sembari memeluk map berisi berkas-berkas yang semuanya merupakan helaian kertas. "Baiklah. Kamu sidang minggu depan, ya," Ia menirukan intonasi dosen yang mengucapkan kalimat tersebut padanya beberapa saat lalu. "AAAAHHH HAHAHAHAHAHA!!!" Ia tertawa keras setelah menirukan kalimat dosen ketika menuruni tangga menuju lantai dasar. Untung saja hari ini kampus masih libur. Kalau tidak, dia sudah dicap stres oleh orang-orang yang berpapasan dengannya.
Area kampus yang sepi membuatnya tidak ingin kembali ke kediaman lebih cepat. Ia membeli sebuah minuman ringan dari vending machine dan duduk di lantai koridor. Iris cokelatnya menatap berkas-berkasnya dengan berbinar-binar. 'Ah, akhirnya tiba juga saatnya.' batinnya menghela napas lega. Ia tersenyum haru memandangi buah kerja kerasnya tersebut. Tak lama, kembali ia memeluknya sambil memejamkan mata bahagia.
Drrt drrt.
Ponselnya bergetar. Ada pesan masuk dari grupnya. Menuju Sarjana Squad, begitu tertulis di layar. Hm, satu-satunya obrolan grup yang tidak disenyapkan Tenten hanya grup tersebut.
'Ah, iya. Kuberi tahu sekarang atau besok saja, ya?' pikirnya, mengingat orang-orang di dalam grup tersebut adalah manusia-manusia berharga yang mewarnai hidupnya sejak SMA. Jadi, merekalah yang seharusnya menerima kabar ini terlebih dahulu, bukan kumpulan-kumpulan lain—terkecuali orang tuanya. 'Hm... Sepertinya besok saja.' Ia menekan pesan masuk dari grup tadi.
Kiba
Hal-Hal Gak Penting yang Ditanyakan Waktu Sidang - LINE TODAY
Hati-hati, gaes.
14.30
Tenten tertawa pelan membacanya. Kebetulan sekali ia menerima pesan itu saat baru saja disetujui untuk sidang minggu depan. Mungkin ia perlu membacanya. Tanpa sadar, ia mengetikkan balasan untuk pesan dari Kiba tersebut.
Tenten
Makasih, ya! Hahaha!
14.35
Naruto
Pikirkan lab-mu yang ngulang dulu, deh.
14.36
Lee
Wkwkwk, bener tuh. Gak sadar diri, ya, Kiba.
14.37
Lagi, Tenten tertawa melihat respons teman-temannya yang bisa dibilang kocak tersebut. Bahkan, sampai akhir pun candaan mereka tidak pernah berubah. Tetap kasar dan, yah, cukup menyinggung jika orang yang mendengar baru saja kenal dengan mereka. Tenten pun tak lepas dari candaan seperti itu, tapi ia sudah kebal dan malah menjadikannya apresiasi karena mereka sudah bicara blak-blakan tanpa sok menjaga perasaan lagi satu sama lain.
H-6.
Pagi hari, Tenten dengan wajah lusuh baru bangunnya langsung menyalakan mobile data-nya untuk membuka grup obrolan Menuju Sarjana Squad. Ia telah menyiapkan hati untuk mengungkapkan berita ini pada mereka. Karena, sejujurnya, ia bahagia namun takut mengatakannya oleh sebab dirinyalah yang pertama sekali harus melewati sidang skripsi. Bahagia, karena setelah ini tidak berbeban apa-apa dan bisa membantu teman-temannya dalam menempuh masa-masa akhir kuliah. Takut, karena akan membuat mereka sibuk untuk merayakan keberhasilan Tenten ini.
Tenten berharap, sangat berharap mereka semua boleh datang di hari H nanti. Tanpa perayaan khusus pun tak masalah, asal seluruh anggota yang ada dalam grup tersebut lengkap. Sesederhana itu. Rasa sayangnya tidak semata-mata untuk menerima balasan berupa materi, namun dengan kehadiran mereka saja sesungguhnya sangat bisa menciptakan kebahagiaan yang sempurna. Setulus itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Drama Sidang Skripsi Tenten
FanfictionHari berbahagia penuh drama ini disponsori oleh Neji Hyuuga, satu-satunya anggota Menuju Sarjana Squad yang mendadak menjadi dingin dan mengesalkan tanpa sebab yang jelas. "Ayolah, sekali ini saja, aku mau kalian lengkap..." Tatapannya berubah sendu...
