Part 1

46 2 0
                                        

Hari minggu pagi seharusnya jadi pagi untuk tidur sampai siang, tapi itu tidak berlaku pada gadis cantik yang sedang menyapu halan rumahnya itu, pagi-pagi sekali mamanya telah membangunkannya dengan teriakan yang memuat telinganya sakit,menceramahinya tentang gadis perawan harusnya bagun pagi untuk memebersikan rumah bukannya malah tidur pagi.

"Bagaimana nanti kalau kamu sudah menikah dan malah tidur pagi? Siapa yang akan memersiakan rumahmu, memasak untuk suami, dan mengurus anak!? "omel ibunya saat dia membuka pintu kamrnya.

"Ma ini masih pagi okey, mama udah ngomel aja, malu ma sama tetangga, dan jaman sekarang udah ada namanya pemabantu okey? mama ngak usah ngomel-ngomel!"sahut Laisa malas, baru saja dia bermimpi kencan dengan pria tampan dan akan melamarnya, semua itu sirna saat dia terbbangun gara-gara teriakan dari mama tercintanya itu.Saat sedang asik mengingat kembali mimpi yang menyenangkan itu dia tiba tiba dia merasakan sakit di keningnya, "Mama! Apaan sih sakit tau."

"Heh, kamu kira sewa pembantu itu ngak mahal? Sok soka-an mau sewa pembantu."

"Nanti tinggal Laisa cari suami yang kaya raya deh, mama ngak usah khawatir ."

"Mimpi aja kamu, mana ada yang mau sama kamu kalau kamu masih malas? Udah sana kamu keluar sapu halaman rumah!" begitulah kira-kira pertekaran antara Laisa dan mamany setengah jam yang lalu, dan disinilah dia di halaman rumahnya menyapu sampah yang manyoritas adalah daun mangga dari pohon mangga milik tetangganya.huh dasar yang punya mangga siapa yang bersi-in siapa, awas aja nanti kalau mangganya udah masak gue bakal ngambilin mangganya sampai habis. Batin Laisa marah.

Saat pekerjaanya telah selesai dan akan masuk kedalam rumah dia melihat Raizal tentangganya masuk kedalam rumahnya, Laisa tidak terlau mengenalnya karna laki-laki itu jarang keluar rumah atau lebih tepatnya jarang berada di rumahnya dia baru pindah di samping rumahnya itu sekitar dua bulan lalu, Laisa hanya tau kalau Raizal itu seorang duda beranak satu, karna anaknya sering datang untuk menggangunya dan bercerita tentang dia dan ayahnya tanpa diminta.

Satu setengah bulan lalu saat rumah kosong disebelah rumahnya mendapatkan penghuni baru, tiba-tiba seorang anak laki-laki ada di rumahnya saat dia baru pulang kerja, karna bingung dia bertanya pada mamanya dan mamanya bilang dia adalah anak dari tetangga baru di sebelah rumahnya yang tiba-tiba datang dirumahnya karna lapar, saat mamanya menjelaskan itu semua Laisa hanya bisa melihat dengan heran anak itu, apa anak ini tidak di beri makan oleh orang tua di rumahnya sampai dia datang di sini untuk meminta makanan?

"Tante ini siapa nek?" tanya anak itu saat Laisa masih saja menatapnya.

Apa-apa-an! Dia memanggilanya tante? "kamu yang siapa bocah? Dan jangan panggil aku tante," sahut Laisa marah.

"Nama aku Rizal bukan bocah."

"Bodo amat nama lo siapa," gumam Laisa."Oke Rizal, kamu ngapain kesini emang mama kamu ngak kasih kamu makan?" tanya Laisa. Dan langsung mendapat teguran oleh mamanya.

"Mama aku ngak ada disini tante, dia dirumah om Alex ," jawab Rizzal santai dan menyantap kembali makananya dengan lahap.

"Jadi kamu tinggal sama siapa?" tanya Laisa mengabaikan panggilan tante dari Rizal.

"Sama papa, tapi papa sering pulang lama."

"Jadi kamu sendirian dirumah sampai papa kamu datang?" tanya mama kepada Rizal, padahal dari tadi mama Cuma diam, mungkin dia kaget mendengar penjelasan Rizal tentang ayahnya.

"Aku sama kak ayu kalau papa belum datang nek," jelas Rizal pada mama.

Setelah penjelasan itu mereka makan dengan tenang, sesudah makan si Rizal pamit pulang karna sudah keyang katanya,dasar memang dia datang betul-betul karna dia lapar. dan dari situlah Rizal selalu datang kerumahnya kalau dia lapar kecuali malam hari karna papanya sudah pulang, kira-kira begitulah penjelasan dari Rizal.

Lamunan Laisa berhenti karna tiba-tiba tetangganya si Raizal itu melihat kearahnya,Laisa dengan cepat berbalik dan masuk kedalam rumah. Si Raizal itu sungguh menyeramkan menurut Laisa, tatapanya sangat tajam dan itu membuat Laisa sangat tidak nyaman, sebenarnya si Raizal itu cukup tampan dengan kulit cukup putih, mata yang tajam, rambut yang selalu rapih dan tinggi yang mungkin 180 ya dia memang setinggi itu karna itu Laisa juga sangat takut jika melihatnya, tinggi besar dengan tatapan tajam, mungkin istrinya menceraikannya dulu karna takut padanya?

                                                                                         ***

Laisa sedang menonton TV saat seseorang tiba-tiba masuk kedalam rumahnya dan duduk di sofa sebelahnya."Kamu ngapain disini Rizal? Ini kan hari minggu,"tanya Laisa pada anak laki-laki yang dengan santainya duduk sambil ikut menonton TV.

"Papa ngak masak tante Cuma pesan makanan di TOFOOD, bosan tante, jadi aku datang kesini mau minta makan sama nenek," ucapnya santai sambil terus menonton TV tapi dengan tiba-tiba dia melihat kearah Laisa dengan tatapan bingung, Laisa bertanya ada apa? bukanya menjawab pertanyaan dari Laisa dia malah balik bertanya sambil menunjuk layar TV ."Tante kenapa cowok itu makan bibir ceweknya?" Mata Laisa otomatis melihat kearah TV dan melotot sambil membuka mulutnya, di layar Televisi menempilkan sepasang manusia sedang berciuman dengan sangat panas lalu saat adengan sepasang manusia itu muai melepaskan pakainnya, Laisa dengan cepat mematiakan layar TV. Karna masih kaget dengan situasi ini, dan tatapan polos Rizal yang masih menantiakan jawaban-nya .

"Ehmm....tadi itu mereka......main game, permainan," jawab Laisa asurd. Tapi sepertinya jawaan itu makin membuat Rizal bingung sampai dia bertanya kembali."itu game apa tante samapai makan bibir?"

"ya pokoknya itu mereka lagi main game tapi game yang tadi Cuma bisa dimainin sama orang yang udah besar, kamu jangan coba-coba main yang kaya tadi dan stop jangan tanya-tanya lagi tentang yang tadi atau kamu ngak tante kasih makan."jawab Laisa tegas dan berlalu menuju kedapur dimana mamanya sedang menyiapkan makan siang.

"Kamu bukanya bantuin mama masak malah nonton TV terus, kalau kamu begini terus sampai umur kamu 30 tahun juga, ngak akan ada laki-laki yang datang lamar kamu!" tegur mamnya saat Laisa baru masuk ke dapur.

"Ma pasti adalah yang datang lamar, Laisa kan cantik mama ngak tau aja banyak laki-laki yang mau Laisa jadi pacar mereka tau,"sombong Laisa.

"HEH kamu kira cantik aja cukup kalau kamu ngak pintar ngurus rumah, cantik kamu itu ngak berguna,semua laki-laki yang tadi kamu bilang suka sama kamu paling Cuma mandang wajah kamu kalau tau kamu ngak bisa ngurus rumah mereka bakalan pergi semua," ceramah panjang dari mamanya.

"Laisa tau kok masak sama bersih-bersih, mama apaan si kan mama juga tau," gerutu Laisa pada mamanya yang masih memasak, huh dia beneran tau masak dan bersih-bersih mamanya aja yang lebay.

"Iya kamu memang bisa masak dan bersih bersih tapi Laisaaa, semua itu ngak akan berguna kalau kamu malas, emang bisa masak sambil tidur sama nonton TV? Liat tu si Asri dia ngak terlau cantik tapi dia rajin makanya bayak yang datang lamar dia, kamu gimana Laisa?"

Laisa hanya bisa diam sambil mendengar mamanya mengoceh jika dia jawab pasti nanti pedrebatan ini tambah panjang dan dia akan mendengarkan mamanya membading-bandingkanya dengan anak tetangga-tetangganya, si Asri cuma permulaan nanti paling si Nurul,Raras,Bulan dan masih banyak lagi tetangga-tetangga-nya yang lain di bandingkan dengan dia.

"Tante papa aku mau ikut makan di sini, bolehkan?"

"Ap-."

Belum selesai Laisa bersuara tiba-tiba dari pintu dapur terlihat dua laki-laki berbbeda generasi sedang berdiri menghadapnya yang duduk di meja makan anak laki-laki yang menggandeng tangan ayahnya itu menatap Laisa dengan tatapan polos, kalau sudah begini bagaimana caranya Laisa melarangnya.  


BERSAMBUNG

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 30, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

MY QUEENWhere stories live. Discover now