CHAPTER 2

63 10 2
                                        

Setelah konser selesai kita pun bergegas pulang karena ini konser yang sangat menguras tenaga.

"Eh tunggu cha, pasport aku mana yah?" Ucap yunika sambil menggeledah saku dan tasnya.

"Kau cari yang benar dulu yun Siapa tau......." Tiba-tiba ucapan marcha terpotong dengan deringan ponsel yunika.

"halo?"

"..................."

"Iya, ini siapa yah?"

"..................."

"Baiklah saya akan segera kesana"

Tuttt tuttt.......

*******
Setelah sampai ditujuan, Yunika dan marcha langsung menemui orang tersebut. Kita melihat sesosok laki laki tinggi berpakaian serba hitam didepan kita.

"Apakah kau yang bernama yunika, jika iya ikuti saya orangnya disana" Ucap laki itu sambil menunjukkan tempat dimana orang tersebut,Sontak kita sedikit terkejut.

"E e eh mm i i yaa,,,B b baiklah" Ucap yunika sedikit gugup.

Seseorang itu berjalan menuju tempat yang ditunjuknya dan kita mengikutinya dari belakang orang itu, dan setelah berjalan kita memandang sekitar. Kita berdua seperti berada dicafe yang sepi dan sungguh besar, kita yakin bahwa yang datang kesini adalah orang yang punya uang lebih. Setelah berjalan terus dan sampai, kita melihat sesosok laki laki lagi, tetapi orangnya tinggi, berbadan besar dan berpakaian serba hitam serta memakai masker dan topi yang tengah duduk dikursi sambil memainkan ponselnya dan memegang sebuah benda kecil dan kita tidak tau itu apa.

"Duduklah jika kau mengenali orang tersebut jangan berteriak setelah melihatnya" Ucap seorang yang tadi mengantarkan kita.

Kita hanya mengangguk pelan mengisyaratkan "Iya" dan kita lalu berjalan menuju orang yang tengah duduk itu kita berjalan pelan sedikit namun menunduk. Tepat kita didepan nya dan melihat wajah orang tersebut kami sontak terkejut tak main bahkan jantung kami nyaris copot karna berdetak dua kali lipat lebih cepat.

Apa ini mimpi ?

"Jangan terkejut" Ucap seorang itu sedikit terkekeh, malah justru membuat kita sontak lebih ingin berteriak.

"Kau ingin melihatku sedekat ini bukan" Lanjutnya.

Kami hanya mengangguk karna memang benar itu yang kita inginkan.

"Jackson cepatlah pada tujuanmu kau tidak punya banyak waktu" Ucap seorang yang tadi mengatarkan kita.

"Baiklah manager nim"

Oh tidak jadi orang yang mengantarkan kita tadi manager jackson.

"Apa kau kehilangan ini?" Ucap jackson sambil menunjukan sebuah benda ditangannya.

"Itu pasport yunika" Batin marcha.

"Ah ya itu pasport ku" Ucap yunika

"Baiklah aku akan kembalikan pasportmu, selamat tinggal" Ucap jackson sambil melangkah meninggalkan kita berdua.

Setelah Jackson pergi kita berdua segera terduduk lemas dikursi dan langsung tersenyum lebar karena ini benar-benar ketidaksengajaan atau hanya kebetulan ini takdir kita.

Hai gaes kita kembali lagi setelah sekian lama, mian authornya sibuk sekolah terus. Oya jangan lupa VOTE and COMMENT yah gaes😚.

Kita update satu minggu sekali, ditunggu next chapternya yah😊.

Salam manis dari Marcha dan Yunika:v




 THERE IS LOVE IN KOREA (HIATUS)Tahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon