"Telinga lo pasti sakit ya? Gue kebanyakan ngoceh ya?"
"Nggak."
"Bahu lo pegel kayaknya? Kepala gue bekayaya?"
"Nggak."
"Telapak tangan lo merah! Gue kekencengan ya pegangnya?."
"Nggak."
"Kenapa?"
"Karena itu lo."
Gatau sih gez, bikin prolog itu gimana. Yaudah, aku kasih judul "bukan prolog".
Selamat menanti chapter selanjutnya :)
Terimakasih yang udah baca, apalagi vote :)
YOU ARE READING
Here with Me
Teen Fiction"Cuma mau bilang, makasih udah selalu ada." ---------------------------------------------- -dibalik diam mu, kamu peduli- Kenalan dulu boleh dong :) makasih yang udah mau baca :) semoga suka dan berlangganan :) kritik dan saran nya ya gez :)
