Kalau kata Prianka, ia tak salah.

12 1 0
                                        

Jelas dong, memang dia salah apa dengan orang-orang sinting yang menyerangnya itu? Yang ada justru ia yang jadi korban, korban kekerasan dari salah paham tak berujung paling anjing sedunia.

Tapi Prianka bukan Prianka kalau ucapannya selalu sesuai hati.

"Daniel," di sebelahnya ada Daniel dengan wajah keruh yang sama capeknya dengan Prianka. Sebenarnya gadis itu tak tega untuk membahas kejadian barusan, tapi bisa gila rasanya kalau tidak dibahas sesegera mungkin.

Selain pembohong ulung, Prianka juga ga sabaran.

"Aku salah ya? Deketin kamu yang lagi deket sama Senja. Kalo aku salah, tolong kasih ta-"

"Kamu ga salah, Ka. Mereka yang salah paham ngiranya kamu ngerebut aku dari Senja." Daniel menjawab dengan tegas. Mengenyahkan segala keraguan Prianka atas hubungan mereka, juga teman-temannya yang bawel itu.

"Tapi, Dan-"

"Aku ga mau denger kamu minta maaf, Prianka. Yang harusnya minta maaf itu mereka, bukan kamu."

Pernyataan Daniel itu seakan final. Dan Prianka jauh lebih tahu bahwa Daniel sungguh-sungguh tidak ingin dengar Prianka mempersalahkan dirinya lagi. Atau minta maaf. Atau ngaku salah.

Tapi itu permintaan yang mustahil. Karena Prianka sadar ia tidak seratus persen bersih dari kesalahan. Ia juga ikut andil setelah memacari Daniel dan menimbulkan percikan-percikan api cemburu dan gelombang patah hati pada Senja.

Coba saja kalau ini teman Prianka, atau bahkan Prianka sendiri, yang cowoknya diambil begitu saja. Prianka rasa ia bakal berbuat sama seperti teman-teman Senja. Marah besar. Murka.

Apalagi kalau misalnya si pelakor itu tidak lain tidak bukan adalah seorang gadis tak dikenal yang entah datang darimana dan entah bagaimana caranya tiba-tiba saja merusak tatanan hubungan yang sudah ada. Menghancurkan mimpi dan merusak angan yang harusnya hampir terealisasi begitu saja.

Seperti Prianka ini.

Manusiawi rasanya kalau disini Prianka yang salah. Dengan merebut Daniel dari genggaman Senja yang meskipun tak pernah punya hubungan pasti tapi sama-sama punya perasaan saling memiliki. Dengan membuat dunia semanis gulali mereka porak poranda seketika. Dengan menghadirkan kekacauan, baik di hati Daniel maupun hati Senja, yang tinggal bilang mantra 3 kata dan pacaran sudah di depan mata.

Prianka malu luar biasa. Dan takut. Dan sedih. Dan marah. Dan kelu.

Ia hanya gadis yang numpang lewat di sebuah cerita dramatis dua sejoli yang memang ditakdirkan bersama. Naasnya ia berperan jadi antagonis yang menghalalkan segala cara demi mendapat karakter cowok utama. Lebih naas lagi, sekarang ia sudah dapat ganjarannya dan sudah siap dicampakkan ke dasar palung laut terdalam.

"Dan," Prianka sadar suaranya bergetar, bahkan matanya sudah berair. "Mending kita-"

Untuk kesekian kalinya hari ini, kalimat Prianka dipotong oleh satu pemuda yang sama.

Daniel merengkuhnya dalam dekapan hangat yang rasanya tidak pantas dirasakan oleh Prianka. Ini harusnya khusus untuk satu gadis yang tengah menunggu sampai patah hati, bukan untuk gadis tidak tahu diri seperti Prianka.

Suara Daniel akhirnya terdengar, dan Prianka ga bisa untuk ga nangis.

Tolong jangan putus, katanya.

Aku butuh kamu, katanya.

Prianka tak tahu apakah kalimat itu datangnya dari hati atau hanya karena lonjakan emosi karena kejadian tadi. Makanya Prianka belum bisa menjawab selain dengan tangis.

Karena membuat pemuda ini sedih jauh lebih menyakitkan ketimbang dikata-katai oleh teman-teman pemuda itu. Membuat Daniel sedih justru membuatnya lebih kelu dari apapun juga.

"Aku yang harusnya minta maaf karena ngelibatin kamu saat urusan aku sama Senja belum selesai," bisik Daniel lirih. Sangat pelan sampai hanya Prianka yang dapat mendengarnya. "Aku minta maaf."

Prianka mengangguk pelan sambil mengeratkan pelukannya pada Daniel.

Semua orang boleh bilang ia jahat.

Semua orang boleh bilang ia ga punya malu.

Semua orang boleh bilang ia penghancur hubungan orang lain.

Tapi Prianka akan tetap cinta pada Daniel. Begitu seterusnya sampai entah kapan.



 Begitu seterusnya sampai entah kapan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

- Park Jihyo as Prianka -

- Kang Daniel as Daniel -

MantraWhere stories live. Discover now