"Setiap yang hidup pasti mati, karena itu sudah takdir. Bahkan daun yang jatuh dari dahan saja sudah ada yang mengaturnya."
"Quote"
Selamat Membaca!
Jangan lupa, Follow aku juga, ya!
Vote & Komentar dari kalian sangat berarti buatku.
*****
Ini tentang aku, naluriku ingin bisa menceritakan dan berbagi untuk kalian. Jika saja memungkinkan bercerita lebih banyak, tapi apa daya, aku hanya janin, calon jabang bayi yang dilahirkan tidak normal karena kondisi ibuku yang memburuk. Aku meminjam Author Wattpad untuk menuliskan kisah ini. Kalian tidak boleh protes.
Malam ini adalah saat paling menegangkan untuk ibuku, juga ayahku, pastinya. Ibuku akan segera melahirkan bayi kembar. Salah satu dari bayi kembar itu adalah Aku.
Jangan tanya bagaimana aku bisa bercerita tentang semua ini, sedang aku saja masih di dalam perut ibu. Ya, karena aku bisa membisikkan sesuatu kepada penulis cerita ini lewat angin, karena penulis ini adalah tetanggaku yang baik hati. Dia juga sangat menantikan kelahiranku dan saudara kembarku, dia menyayangi kami.
Baik, lanjut ya ceritanya. Perkenalan dan basa basinya sudah dulu. Penulisnya udah nggak sabar.
Aku mempunyai seorang kakak perempuan yang cantik. Dia berusia enam tahun delapan hari saat kami, dua saudara kembarnya di lahirkan. Aku tahu namanya dari sapaan ibu dan ayah padanya, namanya adalah Kakak Nadira. Dia sekarang sekolah TK B di komplek perumahan, dekat rumah kami.
Ibuku sangat baik dan penyayang. Ibuku bekerja sebagai karyawati di salah satu perusahaan besar yang memproduksi sepatu dengan merk terkenal di dunia.
Ayahku, dia seorang mekanik. Juga bekerja di sebuah perusahaan tehnik yang berbau kelistrikan atau hal-hal yang menyangkut listrik. Aku tidak tahu betul, karena aku mendegar semua itu dari cerita ibuku yang suka mengajakku berbicara bersama saudara kembarku sambil mengusap-usap kami yang ada di dalam perutnya.
Ayahku sering mendapat tugas keluar kota dan daerah, bahkan sering di kirim ke daerah Sumatera untuk tugas kantor. Kami sering di tinggal ayah sewaktu ibu mengandung kami berdua, dua orang bayi kembar. Laki-laki dan perempuan.
Tapi, ketika usia kehamilan ibuku menginjak dua bulan, ayah berusaha menolak semua tugas keluar kota dan daerah demi ibuku yang sejak kehamilan kembar ini mengalami mabuk akut atau morning sickness berlebihan. Kemungkinan ibuku mengalami kondisi yang dikenal sebagai hiperemesis gravidarum (HG) dan sering kali memerlukan penanganan medis.
Sejak awal kehamilan, ibuku sudah keluar masuk rumah sakit, tubuhnya kurus dan wajahnya pucat. Setiap kali makanan atau minuman masuk kedalam perutnya, maka saat itu juga dia akan lemas karena muntah terlalu banyak.
Aku sangat khawatir sama ibu, tapi aku bisa apa. Mengapa kehadiran kami berdua bisa membuat kondisi ibu begitu parah. Kami berdua sedih, ingin menghibur ibu, tapi kami berdua masih belum lahir dan masih di dalam perut ibu yang hangat dan nyaman.
Ibuku memiliki riwayat kelahiran prematur sebelumnya. Ya, Kak Nadira lahir prematur, maka kemungkinan besar sekarang ibuku akan mengalaminya lagi. Itu membuat ibuku cemas, apalagi saat ini mengandung lebih dari satu janin. Ibuku bertahan dengan mengkonsumsi obat pengurang rasa mual hingga kami dilahirkan.
Tapi malam ini, kami berdua rasanya ingin segera lahir dan melihat dunia. Tak sabar rasanya ingin berjumpa dengan makhluk yang mulia dan berhati melaikat yang bernama ibu, dengan susah payah ibuku bertahan menahan sakit dan takut melahirkan kami berdua.
YOU ARE READING
Jejak Cerita Kita
Short StoryLengkap. Follow sebelum baca, biar tidak ketinggalan update terbaru. Kumpulan Cerpen Baper dan Kece. Dalam diam aku masih sering mengingatmu, apakah dosa jika menyalahkan takdir yang merenggut dirimu dariku? Mengapa begitu berat melupakan semua ke...
