My Name is Rose

17.7K 874 35
                                        

Sepasang Ibu dan anak terlihat sedang bercengkrama di atas sepeda merah yang dikendarai Ibunya.

Sepertinya gadis kecil itu baru saja pulang dari sekolahnya, terlihat dari seragam sekolah yang masih melekat pada tubuh mungilnya.

"Sayang bagaimana sekolahmu hari ini?"

Tanya sang Ibu pada gadis kecilnya yang duduk membonceng dibelakangnya.

"Hari ini sungguh menyenangkan Eomma, PRku kemarin medapat nilai sempurna, hihi!!"

Jawab gadis kecil itu dengan semangat, sambil mengeratkan pelukan pada pinggang ibunya.

"Oh ya?! Kau memang anak cantik yang pintar."

Kemudian mereka pun tertawa bersama. Sepanjang perjalanan, sang anak terus berceloteh menceritakan kehidupan sekolahnya. Sementara sang ibu dengan tulus mendengarkan ocehan anaknya sambil sesekali tertawa.

Namun ketika mereka melewati sebuah sekolah yang cukup besar,  gadis kecil itu tiba tiba berhenti bicara.

"Eomma?"

"Hmm? Kenapa sayang?"

"Kenapa anak itu menangis saat dijemput ke sekolah, apa dia tidak mau pulang?"

Sang Ibu mengernyitkan dahinya. Sembari mengedarkan pandangan, mencari keberadaan anak yang disebut sebut oleh putrinya.

"Dimana sayang?"

"Itu Eomma, dia terus menangis dan tak mau pulang"

Gadis kecil itu menunjuk pada seorang bocah laki laki yang sedang menangis, tengah ditarik oleh dua orang pria dewasa.

Sepertinya bocah laki laki itu bukan tidak mau pulang, melainkan tidak mau ikut dengan dua orang yang menariknya.

"Ayo sayang kita hampiri anak itu dulu, ya?"

Merasa ada yang tidak beres, Ibu dari gadis kecil itu segera menghampiri mereka, untuk memastikan dua orang itu bukan orang jahat.

"Aku tidak mau hiks.. Eomma.. tolong... Hiks"

Setelah berhasil mendekat, ternyata dugaan dari sang Ibu benar. Dua pria itu bukan berniat menjemput bocah laki-laki itu, melainkan menculiknya.

Kalau tidak mana mungkin anak laki-laki itu terus menangis, serta berteriak minta tolong.

Juga dari cara mereka terus menyeret dan memaksa bocah laki-laki itu, sudah terlihat mereka tidak berniat baik.

"TOLONG!!! ADA PENCULIKAN, TOLONG!!!"

Tidak pikir panjang, sang Ibu pun langsung berteriak bermaksud untuk menggertak para penculik itu. Meskipun ia tahu kawasan disini adalah kawasan yang cukup sepi.

Tapi, jika tidak begini maka keselamatan bocah tak bersalah itu akan terancam. Lebih baik menerima resiko, daripada membiarkan tindak kejahatan yang ada didepan mata.

Mendengar teriakan dari seseorang, tentu saja dua penculik itu langsung panik. Dengan cepat mereka melepaskan cengkraman tangan mereka dari lengan kecil bocah laki laki itu. Bahkan salah satu dari mereka sempat mendorong tubuh bocah itu hingga terhempas jatuh ketanah, sebelum mereka dengan cepat memasuki mobil lalu pergi dengan kecepatan tinggi.

Ibu dan gadis kecil itupun langsung menghampiri bocah laki-laki itu. Untuk memastikan keadaannya.

Dengan sigap, sang Ibu langsung membantu bocah laki-laki malang itu untuk bangun dari posisinya yang tengkurap ditanah.

"Nak, kau tidak apa apa?"

"Huuu... Huuu... Huuu..." Tampaknya bocah itu masih syok atas apa yang di alaminya. Dia hanya bisa menangis tanpa bisa bicara dengan jelas.

MY ROSE (JiRose)[END] [Sudah Diterbitkan]Stories to obsess over. Discover now